Menu

Mode Gelap
Said Agil Ingatkan Lulusan Terus Belajar, Rektor UIN Ar-Raniry Sebut AI Bukan Pengganti Guru Gadai Emas Melonjak 100%, BSI Perkuat Ekosistem Emas dari Hulu hingga Hilir Justice Collaborator Sony Sonjaya Ditolak Tujuh Pemain Lokal Dipertahankan Arema FC Gubernur Aceh Lantik Misran Fuadi sebagai Kepala Dinas Syariat Islam Puncak Bhayangkara Fest 2026, Sekda Aceh : Wujud Kokohnya Sinergi Polri dan Masyarakat

News

BMKG Imbau Pemudik Pantau Cuaca Sebelum Berangkat

badge-check


					Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menghadiri pembukaan Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2025 di Kementrian Perhubungan, Jakarta, Jumat (21/3/2025)/ Jhon InfoPublik. Perbesar

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menghadiri pembukaan Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2025 di Kementrian Perhubungan, Jakarta, Jumat (21/3/2025)/ Jhon InfoPublik.

JAKARTA – Meskipun curah hujan secara umum mulai menurun, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati, mengimbau masyarakat yang akan melaksanakan mudik untuk selalu memantau informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG.

Dwikorita menekankan bahwa keselamatan perjalanan mudik sangat dipengaruhi oleh faktor cuaca, sehingga hal ini perlu menjadi perhatian utama bagi para pemudik. Ia mengingatkan masyarakat, khususnya pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi, untuk selalu memperbarui informasi cuaca sebelum memulai perjalanan.

“Cuaca hujan memang mulai menurun secara umum. Akhir April ini, sebagian wilayah Indonesia akan memasuki musim kemarau. Namun, selama masa transisi ini, cuaca ekstrem dapat terjadi secara insidental, meskipun dalam durasi yang relatif singkat,” kata Dwikorita Karnawati, usai menghadiri pembukaan Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2025 di Kementerian Perhubungan, Jakarta, Jumat (21/3/2025).

Meskipun cuaca ekstrem yang berlangsung kurang dari satu jam, Dwikorita menjelaskan, jika ini terjadi di tempat keramaian, dapat membahayakan. Oleh karena itu, pemudik diimbau untuk secara berkala memantau informasi cuaca melalui kanal-kanal resmi pemerintah.

“Untuk cuaca ekstrem yang insidental, sebenarnya bisa diperkirakan tiga hari hingga tiga jam sebelumnya. Kami mohon seluruh pemudik untuk terus memonitor perkembangan informasi cuaca dari BMKG melalui berbagai kanal, terutama dari aplikasi mobile BMKG yang menyediakan informasi cuaca untuk jalur darat,” ujarnya.

Menurutnya, di aplikasi mobile tersebut, para pemudik dapat memantau kondisi cuaca di jalur yang akan dilalui. “Kita akan mengetahui awan gelap di titik dan zona mana. Jika titik tersebut berpotensi mengalami cuaca ekstrem, pemudik bisa menghindari atau menunggu hingga cuaca ekstrem tersebut berlalu,” jelasnya.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Said Agil Ingatkan Lulusan Terus Belajar, Rektor UIN Ar-Raniry Sebut AI Bukan Pengganti Guru

24 Juni 2026 - 15:31 WIB

Gadai Emas Melonjak 100%, BSI Perkuat Ekosistem Emas dari Hulu hingga Hilir

24 Juni 2026 - 13:44 WIB

Justice Collaborator Sony Sonjaya Ditolak

23 Juni 2026 - 20:27 WIB

UIN Ar-Raniry Wisuda 2.060 Lulusan, Termasuk Mahasiswa Korea Selatan dan Mahasiswa Program Double Degree

22 Juni 2026 - 16:23 WIB

Kisah Aulia Rizki, Anak Desa yang Raih Dua Gelar Magister dan Wakili Ribuan Wisudawan UIN Ar-Raniry

22 Juni 2026 - 16:21 WIB

Trending di News