Menu ✖

Mode Gelap
Said Akmal dan Raisya Sharina Juara Turnamen Tenis Meja UIN Ar-Raniry DPR Dorong Penguatan UMKM bagi PMI yang Kembali ke Tanah Air 60 Persen Warga Binaan Lapas Perempuan Bandung Tersangkut Kasus Narkotika Narkoba Disebut Sudah Masuk Gang di Bali, 92,5 Persen Tersangka WNI Komisi I DPR Soroti Kesiapan Tempur TNI AU Hadapi Perang Modern Mukarramah Beri Semangat Kontingen Aceh di Lomba Senam Kreasi Nasional Perwosi 2026

News

BMKG Imbau Pemudik Pantau Cuaca Sebelum Berangkat

badge-check


					Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menghadiri pembukaan Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2025 di Kementrian Perhubungan, Jakarta, Jumat (21/3/2025)/ Jhon InfoPublik. Perbesar

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menghadiri pembukaan Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2025 di Kementrian Perhubungan, Jakarta, Jumat (21/3/2025)/ Jhon InfoPublik.

JAKARTA – Meskipun curah hujan secara umum mulai menurun, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati, mengimbau masyarakat yang akan melaksanakan mudik untuk selalu memantau informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG.

Dwikorita menekankan bahwa keselamatan perjalanan mudik sangat dipengaruhi oleh faktor cuaca, sehingga hal ini perlu menjadi perhatian utama bagi para pemudik. Ia mengingatkan masyarakat, khususnya pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi, untuk selalu memperbarui informasi cuaca sebelum memulai perjalanan.

“Cuaca hujan memang mulai menurun secara umum. Akhir April ini, sebagian wilayah Indonesia akan memasuki musim kemarau. Namun, selama masa transisi ini, cuaca ekstrem dapat terjadi secara insidental, meskipun dalam durasi yang relatif singkat,” kata Dwikorita Karnawati, usai menghadiri pembukaan Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2025 di Kementerian Perhubungan, Jakarta, Jumat (21/3/2025).

Meskipun cuaca ekstrem yang berlangsung kurang dari satu jam, Dwikorita menjelaskan, jika ini terjadi di tempat keramaian, dapat membahayakan. Oleh karena itu, pemudik diimbau untuk secara berkala memantau informasi cuaca melalui kanal-kanal resmi pemerintah.

“Untuk cuaca ekstrem yang insidental, sebenarnya bisa diperkirakan tiga hari hingga tiga jam sebelumnya. Kami mohon seluruh pemudik untuk terus memonitor perkembangan informasi cuaca dari BMKG melalui berbagai kanal, terutama dari aplikasi mobile BMKG yang menyediakan informasi cuaca untuk jalur darat,” ujarnya.

Menurutnya, di aplikasi mobile tersebut, para pemudik dapat memantau kondisi cuaca di jalur yang akan dilalui. “Kita akan mengetahui awan gelap di titik dan zona mana. Jika titik tersebut berpotensi mengalami cuaca ekstrem, pemudik bisa menghindari atau menunggu hingga cuaca ekstrem tersebut berlalu,” jelasnya.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

DPR Dorong Penguatan UMKM bagi PMI yang Kembali ke Tanah Air

28 September 2026 - 00:06 WIB

60 Persen Warga Binaan Lapas Perempuan Bandung Tersangkut Kasus Narkotika

28 September 2026 - 00:02 WIB

Narkoba Disebut Sudah Masuk Gang di Bali, 92,5 Persen Tersangka WNI

27 September 2026 - 23:58 WIB

Dede Adistira Terpilih Aklamasi Pimpin IPAU Banda Aceh

26 September 2026 - 21:05 WIB

Pansus DPR Dorong Batas Jelas Penggunaan AI dalam Desain Industri

26 September 2026 - 20:57 WIB

Trending di News