Menu ✖

Mode Gelap
Cut Sitti Kamila, Lulus dari 2 Kampus dan Kuasai Bahasa Korea UIN Ar-Raniry Wisuda 1.618 Lulusan, 11 di Antaranya Mahasiswa Asing Polisi Tangkap Pria 52 Tahun dalam Kasus Penggelapan Yamaha Aerox Stefano Cugurra Jadi Pelatih Baru Semen Padang FC Prodi SKI UIN Ar-Raniry Bersama BPK Aceh Rawat 4 Situs Cagar Budaya Buka Turnamen Piala Rektor 2026, Rektor UIN Ar-Raniry Ingatkan Sportivitas dan Waktu Salat

News

BMKG Imbau Pemudik Pantau Cuaca Sebelum Berangkat

badge-check


					Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menghadiri pembukaan Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2025 di Kementrian Perhubungan, Jakarta, Jumat (21/3/2025)/ Jhon InfoPublik. Perbesar

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menghadiri pembukaan Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2025 di Kementrian Perhubungan, Jakarta, Jumat (21/3/2025)/ Jhon InfoPublik.

JAKARTA – Meskipun curah hujan secara umum mulai menurun, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati, mengimbau masyarakat yang akan melaksanakan mudik untuk selalu memantau informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG.

Dwikorita menekankan bahwa keselamatan perjalanan mudik sangat dipengaruhi oleh faktor cuaca, sehingga hal ini perlu menjadi perhatian utama bagi para pemudik. Ia mengingatkan masyarakat, khususnya pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi, untuk selalu memperbarui informasi cuaca sebelum memulai perjalanan.

“Cuaca hujan memang mulai menurun secara umum. Akhir April ini, sebagian wilayah Indonesia akan memasuki musim kemarau. Namun, selama masa transisi ini, cuaca ekstrem dapat terjadi secara insidental, meskipun dalam durasi yang relatif singkat,” kata Dwikorita Karnawati, usai menghadiri pembukaan Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2025 di Kementerian Perhubungan, Jakarta, Jumat (21/3/2025).

Meskipun cuaca ekstrem yang berlangsung kurang dari satu jam, Dwikorita menjelaskan, jika ini terjadi di tempat keramaian, dapat membahayakan. Oleh karena itu, pemudik diimbau untuk secara berkala memantau informasi cuaca melalui kanal-kanal resmi pemerintah.

“Untuk cuaca ekstrem yang insidental, sebenarnya bisa diperkirakan tiga hari hingga tiga jam sebelumnya. Kami mohon seluruh pemudik untuk terus memonitor perkembangan informasi cuaca dari BMKG melalui berbagai kanal, terutama dari aplikasi mobile BMKG yang menyediakan informasi cuaca untuk jalur darat,” ujarnya.

Menurutnya, di aplikasi mobile tersebut, para pemudik dapat memantau kondisi cuaca di jalur yang akan dilalui. “Kita akan mengetahui awan gelap di titik dan zona mana. Jika titik tersebut berpotensi mengalami cuaca ekstrem, pemudik bisa menghindari atau menunggu hingga cuaca ekstrem tersebut berlalu,” jelasnya.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Cut Sitti Kamila, Lulus dari 2 Kampus dan Kuasai Bahasa Korea

6 Oktober 2026 - 14:48 WIB

UIN Ar-Raniry Wisuda 1.618 Lulusan, 11 di Antaranya Mahasiswa Asing

6 Oktober 2026 - 14:42 WIB

Polisi Tangkap Pria 52 Tahun dalam Kasus Penggelapan Yamaha Aerox

6 Oktober 2026 - 09:42 WIB

Prodi SKI UIN Ar-Raniry Bersama BPK Aceh Rawat 4 Situs Cagar Budaya

6 Oktober 2026 - 09:31 WIB

Laba BSI Tembus Rp5,3 Triliun hingga Agustus 2026

6 Oktober 2026 - 09:19 WIB

Trending di News