Menu

Mode Gelap
Garuda dan SMSI Aceh Besar Membahas Masa Depan Konektivitas Aceh Pascasarjana UIN Ar-Raniry Yudisium 152 Alumni Baru DPR Soroti 10 Ribu Desa Belum Terlayani Internet, Minta Pemerataan 3T Dipercepat Komisi VII Dorong Petani dan Industri Terhubung Langsung ke Pasar Jean Mangabeira Siap Bawa Dewa United Amankan Tiga Poin dari PSS Lini Pertahanan Jadi Sorotan PSS Jelang Hadapi Dewa United

Pemerintahan

Bupati Al-Farlaky Terima Serambi Ekraf Award 2025

badge-check


					Bupati Al-Farlaky Terima Serambi Ekraf Award 2025 Perbesar

BANDA ACEH – Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I, M.S.I, menerima penghargaan Serambi Ekraf Award 2025 yang diserahkan langsung oleh Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Teuku Riefky Harsya, pada malam penganugerahan di Banda Aceh, Jumat (29/8/2025).

Penghargaan bergengsi ini diberikan kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Timur atas komitmen dalam mengembangkan petani kakao kreatif di daerah tersebut.

Dalam kesempatan itu, Bupati Al-Farlaky menyampaikan apresiasi kepada Serambi Indonesia yang telah memberikan penghargaan ini. Ia juga mengenang media tersebut sebagai bagian dari perjalanan kariernya.

“Terima kasih kepada Serambi Indonesia yang telah memberikan penghargaan ini. Saya berharap Serambi Indonesia terus berkiprah sebagai sumber referensi informasi di Aceh,” ujar Al-Farlaky.

Bupati juga berharap Kementerian Ekonomi Kreatif dapat mendorong pemerintah kabupaten/kota di Aceh agar sektor ekonomi kreatif semakin tumbuh dan berkembang.

“Kami berharap Kemenparekraf bisa mendorong pemerintah kabupaten/kota di Aceh agar ekonomi kreatif ini bisa lebih berkembang ke depan,” ucapnya.

Lebih lanjut, Al-Farlaky menyinggung persoalan efisiensi anggaran yang tengah dihadapi pemerintah daerah. Menurutnya, tahun 2025 Pemkab Aceh Timur harus melakukan efisiensi sebesar Rp101 miliar, dan diperkirakan pada 2026 akan bertambah hingga Rp200 miliar.

“Karenanya, seluruh bupati/wali kota di Aceh sangat mengharapkan perhatian serius dari Kementerian Ekonomi Kreatif. Sehingga pusat-pusat produksi ekonomi kreatif di daerah dapat dipromosikan secara lebih luas dan produknya bisa dipasarkan hingga keluar Aceh,” pungkas Al- Farlaky.(*)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Komisi VII Dorong Petani dan Industri Terhubung Langsung ke Pasar

19 September 2026 - 22:52 WIB

Data Desil Jadi Sumber Salah Paham, BPS Diminta Bergerak Cepat

18 September 2026 - 13:36 WIB

Rekonstruksi Pascabencana Berlanjut, Pemerintah Pulihkan 3 Jembatan di Lintas Timur Aceh

16 September 2026 - 14:06 WIB

Dek Fadh Sampaikan Sejumlah Persoalan Pertanahan Aceh dalam Raker dan RDP Komisi II DPR RI

16 September 2026 - 13:53 WIB

Anggaran Rehab-Rekon Aceh Rp. 25,65 Triliun, 92 Persen Dikelola Pemerintah Pusat

8 September 2026 - 16:09 WIB

Trending di Pemerintahan