Menu

Mode Gelap
Balutan Pakaian Adat, Serune Kale, dan Jamuan Khas Aceh Warnai Paripurna HUT Banda Aceh Tambang Ilegal Rusak Cagar Alam Jantho Wali Nanggroe Minta Rakyat Aceh Bersatu Dasco Bantah Isu Fusi Gerindra–NasDem: Kami Juga Bingung dari Mana Asalnya Irwansyah Pimpin Rapat Paripurna Istimewa Peringati Hut ke 821 Kota Banda Aceh Aceh Rebut Delapan Medali di Kejurnas Angkat Besi Senior

Politik

DPRK Dorong Alue Naga Jadi Sentra Tiram Unggulan, Potensi Besar Dongkrak Ekonomi Pesisir

badge-check


					‎Sekretaris Fraksi NasDem DPRK Banda Aceh, Hj. Efiaty Z, A.Md Perbesar

‎Sekretaris Fraksi NasDem DPRK Banda Aceh, Hj. Efiaty Z, A.Md

‎BANDA ACEH – Gampong Alue Naga, Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh, kian dilirik sebagai kawasan potensial pengembangan budidaya tiram yang menjanjikan dan berdaya saing tinggi.

‎Didukung kondisi geografis pesisir dengan aliran sungai serta perairan yang tenang dan kaya nutrisi, wilayah ini dinilai sangat ideal untuk pengembangan komoditas tiram secara berkelanjutan.

‎Sekretaris Fraksi NasDem DPRK Banda Aceh, Hj. Efiaty Z, A.Md, menyatakan bahwa budidaya tiram di Alue Naga bukan sekadar aktivitas ekonomi biasa, melainkan telah menjadi tulang punggung penghasilan masyarakat pesisir.

‎“Budidaya tiram di Alue Naga sudah terbukti mampu menopang ekonomi warga. Selain mudah dikembangkan, nilai jualnya juga cukup tinggi dan terus diminati pasar,” ujar Efiaty, Selasa, (14/4).

‎Dalam beberapa tahun terakhir, masyarakat setempat telah mengembangkan budidaya tiram secara tradisional dengan hasil yang kian meningkat. Tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal, produk tiram dari kawasan ini juga mulai merambah pasar yang lebih luas.

‎Menurutnya, faktor lingkungan menjadi keunggulan utama Alue Naga. Perairan yang relatif tenang dan kaya akan nutrisi alami membuat pertumbuhan tiram lebih optimal dan berkualitas.

‎“Lingkungan perairan di sini sangat mendukung. Ini menjadi kekuatan utama yang tidak dimiliki semua daerah,” jelas politisi NasDem tersebut.

‎Lebih lanjut, ia menekankan bahwa budidaya tiram juga tergolong ramah lingkungan. Prosesnya tidak membutuhkan pakan tambahan maupun bahan kimia, sehingga tetap menjaga keseimbangan ekosistem pesisir.

‎“Ini adalah komoditas yang berkelanjutan dan sejalan dengan upaya pelestarian lingkungan,” tambahnya.

‎Potensi tersebut semakin diperkuat dengan adanya dukungan fasilitas pengolahan hasil laut yang telah dibangun pemerintah. Dengan pengelolaan yang lebih modern, tiram Alue Naga memiliki peluang besar untuk meningkatkan nilai tambah melalui berbagai produk olahan, mulai dari tiram segar kemasan hingga kuliner berbasis seafood.

‎Tak hanya berdampak pada sektor ekonomi, budidaya tiram juga membuka peluang pengembangan wisata edukasi dan kuliner. Pengunjung dapat menyaksikan langsung proses budidaya hingga menikmati hasil panen di lokasi, yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

‎Efiaty menilai, dengan pengelolaan yang serius, dukungan pelatihan, serta akses pasar yang lebih luas, Alue Naga berpotensi besar menjadi sentra budidaya tiram unggulan di Banda Aceh.

‎“Jika dikembangkan secara terpadu, ini bukan hanya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga bisa menjadikan Alue Naga sebagai ikon ekonomi pesisir Kota Banda Aceh,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Balutan Pakaian Adat, Serune Kale, dan Jamuan Khas Aceh Warnai Paripurna HUT Banda Aceh

23 April 2026 - 08:49 WIB

Dasco Bantah Isu Fusi Gerindra–NasDem: Kami Juga Bingung dari Mana Asalnya

22 April 2026 - 22:15 WIB

Irwansyah Pimpin Rapat Paripurna Istimewa Peringati Hut ke 821 Kota Banda Aceh

22 April 2026 - 08:51 WIB

Prabowo Harus Waspadai Ancaman Senyap dari Dalam Koalisi

15 April 2026 - 14:19 WIB

Gubernur Mualem Tunjuk Nurlis Jadi Jubir

14 April 2026 - 12:28 WIB

Trending di Politik