Menu

Mode Gelap
DPR Soroti 10 Ribu Desa Belum Terlayani Internet, Minta Pemerataan 3T Dipercepat Komisi VII Dorong Petani dan Industri Terhubung Langsung ke Pasar Jean Mangabeira Siap Bawa Dewa United Amankan Tiga Poin dari PSS Lini Pertahanan Jadi Sorotan PSS Jelang Hadapi Dewa United Dewa United Bidik Tiga Poin, Osmar Loss Waspadai PSS Sleman PSIS Matangkan Transisi, WCP Pelajari Celah Semen Padang

News

FAH UIN Ar-Raniry Raih Penghargaan Digitalisasi Manuskrip di ADIA 2026

badge-check


					
Dekan FAH UIN Ar-Raniry Syarifuddin bersama delegasi FAH UIN Ar-Raniry foto bersama di sela kegiatan Annual International Conference of ADIA (ADIA) 2026 di Hotel Luxton Cirebon, 22-25 Juli 2026. Perbesar

Dekan FAH UIN Ar-Raniry Syarifuddin bersama delegasi FAH UIN Ar-Raniry foto bersama di sela kegiatan Annual International Conference of ADIA (ADIA) 2026 di Hotel Luxton Cirebon, 22-25 Juli 2026.

Cirebon — Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Ar-Raniry Banda Aceh memperkuat jejaring akademik internasional melalui keikutsertaan dalam Annual International Conference of ADIA (ADIA) 2026 di Hotel Luxton Cirebon, 22-25 Juli 2026.

Dalam konferensi tersebut, FAH UIN Ar-Raniry tidak hanya terlibat dalam berbagai forum akademik dan memperluas kerja sama internasional, tetapi juga meraih Innovation and Renewal Award untuk kategori Excellence in Manuscript Digitization.

Penghargaan tersebut diberikan sebagai apresiasi atas inovasi dan kontribusi FAH UIN Ar-Raniry dalam digitalisasi manuskrip, pengembangan pendidikan dan penelitian, penguatan kolaborasi, serta kontribusi terhadap pelestarian khazanah intelektual Islam.

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Presiden ADIA, Prof Dr M Faisol MAg dan diterima langsung oleh Dekan FAH UIN Ar-Raniry Syarifuddin MA PhD dalam rangkaian penyelenggaraan ADIA 2026.

Dekan FAH UIN Ar-Raniry, Syarifuddin, M.A., Ph.D., mengatakan penghargaan tersebut menjadi pengakuan terhadap kerja sivitas akademika dalam menjaga dan mengembangkan warisan intelektual Islam melalui pendekatan digital.

“Penghargaan ini merupakan apresiasi terhadap kerja keras seluruh sivitas akademika Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry dalam melestarikan khazanah intelektual Islam melalui digitalisasi manuskrip,” ujar Syarifuddin.

Menurut dia, capaian tersebut menjadi motivasi bagi FAH untuk terus memperkuat riset dan inovasi sekaligus memperluas kerja sama akademik di tingkat internasional.

“Capaian ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berinovasi, memperkuat riset, serta memperluas kolaborasi internasional demi menghadirkan kontribusi yang lebih besar bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan peradaban,” katanya.

Selain meraih penghargaan, FAH UIN Ar-Raniry memperkuat kerja sama internasional melalui penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) dengan International League of Islamic Literature Malaysia (ILILM). Kerja sama tersebut ditandatangani Presiden ILILM, Prof Dr Rahmah Binti Ahmad H Osman dan Dekan FAH UIN Ar-Raniry Syarifuddin MA PhD.

Kerja sama itu mencakup bidang pendidikan, penelitian, publikasi ilmiah, seminar internasional, pertukaran akademisi dan mahasiswa, serta pengembangan kajian sastra dan peradaban Islam.

“Penandatanganan MoU dengan International League of Islamic Literature Malaysia merupakan langkah strategis Fakultas Adab dan Humaniora dalam memperluas jejaring internasional,” kata Syarifuddin.

Dia berharap kerja sama tersebut dapat segera diwujudkan dalam berbagai program konkret, seperti riset kolaboratif, publikasi internasional, pertukaran dosen dan mahasiswa, serta program akademik lainnya.

Delegasi FAH UIN Ar-Raniry dipimpin Dekan Syarifuddin dan didampingi Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kelembagaan Nazaruddin MLIS PhD, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Hermansyah MTh MHum, Kepala Tata Usaha Syarbini SSos, Ketua Prodi Sejarah dan Kebudayaan Islam Ruhamah MAg, Ketua Prodi Bahasa dan Sastra Arab Sumardi MA serta Ketua Prodi Ilmu Perpustakaan Mukhtaruddin MLIS.

Selama konferensi, delegasi mengikuti sejumlah agenda, antara lain International Seminar, Forum Dekan, dan Forum Ketua Program Studi.

Forum tersebut membahas berbagai isu strategis pengembangan perguruan tinggi, termasuk inovasi kurikulum, tata kelola fakultas, penelitian, publikasi ilmiah, serta internasionalisasi pendidikan tinggi.

Seminar internasional dalam ADIA 2026 mengangkat tema “Revitalizing Adab and Humanities in the Cyber Era for Strengthening Ecotheology toward National Civilization.”

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Prof Dr Amien Suyitno MAg dalam keynote speech nya menekankan pentingnya transformasi pendidikan tinggi Islam melalui integrasi nilai adab, humaniora, inovasi digital, dan ekoteologi sebagai fondasi pembangunan peradaban.

Sementara itu, pada penutupan konferensi, forum ADIA menetapkan UIN Datokarama Palu sebagai tuan rumah ADIA 2027. [ ]

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

DPR Soroti 10 Ribu Desa Belum Terlayani Internet, Minta Pemerataan 3T Dipercepat

19 September 2026 - 22:59 WIB

AISZAWA 2026 di UIN Ar-Raniry, Rektor: Zakat dan Wakaf Harus Berdampak pada Masyarakat

18 September 2026 - 08:45 WIB

FAH UIN Ar-Raniry Luluskan 122 Sarjana, Dekan: Gelar Akademik Adalah Amanah

18 September 2026 - 08:41 WIB

ASSA 2026 Dibuka, Acer Dorong Sekolah dan Guru Kuasai AI

17 September 2026 - 22:18 WIB

Kejati Aceh Raih Peringkat 1 Pengelolaan Laporan Keuangan UAPPA-W 2025

17 September 2026 - 17:18 WIB

Trending di News