Menu

Mode Gelap
Banyak Hoaks Menyerang, Menag: Tak Ada Toleransi untuk Tindak Kekerasan Seksual Habiburokhman: KUHAP Baru Sudah Jawab Tuntutan Reformasi Polri Shayne Pede Tatap Laga Melawan Persib Jangan Bohongi Rakyat, Pemerintah Didesak Transparan soal Harga dan Kondisi BBM Mahasiswa UIN Ar-Raniry Kaji 1.934 Manuskrip di Museum Aceh, Perkuat Studi Filologi Aceh Tindak Lanjut Permintaan Gubernur, KKP Survei dan Siapkan Perbaikan Muara Perikanan Dangkal di Aceh

News

Fauzul Munandar Kembali Pimpin FJL Aceh

badge-check


					Fauzul Munandar Kembali Pimpin FJL Aceh Perbesar

BANDA ACEH – ‎Forum Jurnalis Lingkungan (FJL) Aceh kembali mempercayakan kepemimpinan kepada Fauzul Munandar sebagai Koordinator untuk periode 2026–2029.

Munandar terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Besar FJL Aceh yang digelar di Sekretariat FJL Aceh, Gedung ATC, Meunasah Manyang, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh, Minggu, 15 Februari 2026.

‎Mubes tersebut dihadiri sejumlah tokoh pers dan jurnalis senior yang turut memberikan dukungan dan pandangan strategis bagi penguatan peran jurnalisme lingkungan di Aceh.

Hadir di antaranya Adi Warsidi yang juga ahli pers nasional dan Mukhtaruddin Yacob jurnalis senior SCTV selaku pendiri FJL Aceh, Chaideer Mahyuddin fotografer AFP dan Zulkarnaini Masry jurnalis Bisnisia.id mewakili unsur pembina, serta Raja Umar jurnalis Kompas TV dan sejumlah jurnalis lain yang selama ini concern terhadap pemberitaan isu-isu lingkungan.

‎Pada periode kedua kepemimpinannya, Munandar dalam keterangan resminya menegaskan bahwa fokus utama FJL Aceh, adalah peningkatan kapasitas jurnalis yang secara konsisten meliput isu-isu lingkungan.

Selain itu, advokasi dan kampanye lingkungan akan diperkuat melalui pendekatan visualisasi mulai dari foto, video, hingga tulisan mendalam, agar pesan lingkungan lebih mudah dipahami dan menjangkau publik luas.

‎Munandar yang juga merupakan jurnalis aktif di Nusantara TV menyatakan komitmennya untuk terus mendorong pemberitaan lingkungan yang berkelanjutan dan berimbang.

Menurutnya, penguatan liputan isu kerusakan lingkungan dan deforestasi hutan menjadi semakin mendesak, mengingat Aceh baru saja dilanda bencana banjir bandang dan tanah longsor pada akhir tahun 2025 lalu.

‎“Peran jurnalis lingkungan sangat penting untuk mengingatkan publik dan para pengambil kebijakan. Dengan pemberitaan yang kuat, akurat, dan mudah dipahami, kita berharap kesadaran bersama meningkat sehingga kerusakan lingkungan bisa ditekan,” ujar Munandar.

‎Dengan kepemimpinan berkelanjutan dan arah program yang lebih strategis, FJL Aceh diharapkan semakin solid sebagai ruang kolaborasi jurnalis dalam menjaga lingkungan Aceh melalui karya jurnalistik yang berdampak.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Banyak Hoaks Menyerang, Menag: Tak Ada Toleransi untuk Tindak Kekerasan Seksual

6 Mei 2026 - 23:24 WIB

Jangan Bohongi Rakyat, Pemerintah Didesak Transparan soal Harga dan Kondisi BBM

6 Mei 2026 - 13:11 WIB

Mahasiswa UIN Ar-Raniry Kaji 1.934 Manuskrip di Museum Aceh, Perkuat Studi Filologi Aceh

6 Mei 2026 - 10:45 WIB

Bank Aceh Syariah dan PT Taspen Perkuat Sinergi Layanan Pembayaran Pensiun

5 Mei 2026 - 21:56 WIB

UIN Ar-Raniry Gandeng HIMPSI, Matangkan Pembukaan Prodi Pendidikan Profesi Psikologi

5 Mei 2026 - 21:25 WIB

Trending di News