Menu

Mode Gelap
Francisco Rivera dan Ambisi Persebaya Menembus Empat Besar Mualem Gelar Silaturahmi Bersama Ulama, Perkuat Sinergi Umara dan Ulama untuk Aceh Islami Polri Mutasi 108 Pati dan Pamen, Sejumlah Kapolda dan PJU Mabes Berganti Sekda Nasir: Semua Rumah Sakit Wajib Terima Pasien Sekda Aceh Buka Rakerprov KONI Aceh 2026, Tekankan Pembinaan Atlet Berkelanjutan Banjir Rendam Tiga Kecamatan di Nagan Raya, Akses Meulaboh–Tapak Tuan Terganggu

Pemerintahan

Gubernur Instruksikan Pengawasan Ketat Lonjakan Harga Sembako dan BBM di Tengah Bencana

badge-check


					Gubernur Aceh, H. Muzakir Manaf Perbesar

Gubernur Aceh, H. Muzakir Manaf

BANDA ACEH – Gubernur Aceh, H. Muzakir Manaf, menyoroti maraknya praktik kenaikan harga sembako dan penyalahgunaan distribusi BBM di tengah penanganan bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah kabupaten di Aceh.

Gubernur meminta agar aparat mengawal ketat ruko kelontong dan para pedagang yang memanfaatkan situasi. Ia juga menyinggung antrean BBM di SPBU yang berujung pada penjualan kembali oleh oknum masyarakat. “Ini kesempatan yang harus kita cegah. Jangan sampai mencekik leher orang,” ujar Mualem, sapaan gubernur dalam rapat koordinasi penanganan darurat di Posko Kantor Gubernur Aceh, Jumat (5/12).

Mualem memaparkan situasi lapangan yang disebutnya sangat berat, terutama di Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, dan sebagian Bireuen. Ia menyebut terdapat kampung-kampung yang hilang terseret banjir bandang

Mualem juga memberi perhatian serius terhadap titik penyeberangan darurat seperti di Jembatan Kuta Blang. Ia meminta Basarnas dan Dinas Perhubungan mengambil alih operasional perahu kecil setelah insiden jatuhnya korban akibat tingginya arus. “Air tajam sekali. Ini perlu kita awasi,” ujarnya.

Untuk percepatan distribusi logistik, Gubernur menginstruksikan pemindahan arus pengambilan sembako dari Banda Aceh ke Krueng Geukueh dan Bandara Malikussaleh sehingga lebih dekat dengan daerah terdampak. Selain itu, kebutuhan tenda dan air bersih diminta dipenuhi segera karena masih sangat kurang di banyak titik pengungsian.

Dalam Rapat evaluasi harian yang dipimpin Sekda Aceh, M. Nasir, disebutkan perkembangan terbaru dari bencana banjir bandang dan longsor di Aceh, yaitu 349 orang meninggal, 92 orang hilang, dan 842 titik pengungsian dengan total 194.233 KK atau 775.346 jiwa.

Sekda menyampaikan apresiasi terhadap kinerja lintas sektor yang terus bekerja di lapangan. Ia menyoroti peran konektivitas transportasi yang sangat membantu percepatan penanganan.

Dinas Perhubungan Aceh melalui Sekretarisnya, Teuku Rizki, melaporkan pergerakan armada laut yang menjadi salah satu tulang punggung evakuasi dan distribusi. KMP Ekspres Bahari dilaporkan pulang ke Banda Aceh dengan mengangkut 177 warga dari Pelabuhan Krueng Geukueh dan Langsa pada Jumat hari ini.

Sementara KMP Wira Loewisa juga telah membawa logistik LPG dan BBM. Kapal KN Antares juga telah berangkat menuju Krueng Geukueh dengan membawa bantuan 80 ton untuk selanjutnya dikirim ke Aceh Utara, Aceh Timur, Langsa, dan Aceh Tamiang.

Di sisi darat, jaringan jalan utama masih terputus di sejumlah titik. Ruas Meureudu ke Bireuen ditargetkan normal kembali pada 12 Desember. Sementara akses KKA ke Bener Meriah dilaporkan tersisa 18 kilometer.

Sementara itu PLN melaporkan jalur Arun ke Bireuen diupayakan kembali aktif pada Minggu, sehingga defisit pasokan listrik mulai berkurang. Sementara Pertamina memastikan distribusi BBM ke wilayah terisolir tetap dilakukan melalui jalur udara, serta pasokan LPG dengan kapasitas 45 ribu tabung 3kg telah tiba di Pelabuhan Ulee Lheue untuk segera disalurkan ke SPBE.[]

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Mualem Gelar Silaturahmi Bersama Ulama, Perkuat Sinergi Umara dan Ulama untuk Aceh Islami

9 Mei 2026 - 14:54 WIB

Sekda Nasir: Semua Rumah Sakit Wajib Terima Pasien

8 Mei 2026 - 23:50 WIB

Sekda Aceh Buka Rakerprov KONI Aceh 2026, Tekankan Pembinaan Atlet Berkelanjutan

8 Mei 2026 - 23:46 WIB

Tindak Lanjut Permintaan Gubernur, KKP Survei dan Siapkan Perbaikan Muara Perikanan Dangkal di Aceh

5 Mei 2026 - 23:00 WIB

Gubernur Aceh Tegaskan Penguatan JKA untuk Layanan Kesehatan Berkelanjutan

5 Mei 2026 - 22:57 WIB

Trending di Pemerintahan