Menu

Mode Gelap
Warul Walidin dalam Kenangan Mujiburrahman: Guru Bangsa dan Rektor Senior UIN Ar-Raniry Menag Nasaruddin Umar Dorong UIN Ar-Raniry Jadi Pusat Peradaban Islam Modern BMKG: Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026 Tak Terlihat dari Indonesia Wamenkomdigi Ingatkan Ancaman “Harvest Now, Decrypt Later” di Era Komputasi Kuantum Pemerintah Alokasikan Rp18,9 Triliun untuk Gaji PPPK di 546 Daerah Kemenpora Pastikan Persiapan FIFA ASEAN Cup 2026 Didukung Penuh Presiden

News

Ketua SAPA Kritik Kinerja KPK dalam Penanganan Kasus Korupsi di Aceh

badge-check


					Ketua SAPA Kritik Kinerja KPK dalam Penanganan Kasus Korupsi di Aceh Perbesar

BANDA ACEH – Ketua Serikat Aksi Peduli Aceh (SAPA), Fauzan Adami, mengkritik kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam menangani dugaan tindak pidana korupsi di Aceh.

Fauzan menilai Aceh seharusnya mendapatkan perhatian yang sama dengan daerah lain dalam upaya pemberantasan korupsi. Menurutnya, sepanjang tahun 2026, sejumlah kepala daerah di berbagai wilayah Indonesia telah diamankan dalam kasus korupsi. Namun, di Aceh, penanganan terhadap dugaan korupsi besar yang menjadi sorotan publik dinilai belum menunjukkan perkembangan signifikan.

“Kami mempertanyakan, mengapa Aceh terkesan luput dari perhatian? Padahal berbagai dugaan korupsi sudah lama menjadi sorotan publik. Jangan sampai muncul anggapan bahwa Aceh dibiarkan,” kata Fauzan, Senin (3/8/2026).

Ia menegaskan bahwa masyarakat Aceh menginginkan penegakan hukum yang adil dan tidak tebang pilih. Jika terdapat dugaan korupsi dengan bukti awal yang cukup, maka proses hukum harus segera dilakukan tanpa perlakuan berbeda.

“Masyarakat Aceh berhak mendapatkan keadilan yang sama seperti masyarakat di daerah lain,” ujarnya.

Fauzan juga menyinggung bahwa anggaran KPK berasal dari pajak masyarakat, termasuk kontribusi dari kekayaan alam Aceh. Oleh karena itu, ia menilai KPK tidak boleh mengabaikan dugaan korupsi di Aceh dan harus menunjukkan komitmen nyata dalam mengawal penggunaan uang rakyat.

“Karena itu, kami berharap KPK bekerja maksimal di seluruh Indonesia, termasuk Aceh. Jangan sampai ada kesan pemberantasan korupsi hanya kuat di daerah tertentu, sementara Aceh kurang mendapat perhatian,” katanya.

Menurutnya, konsistensi dalam penegakan hukum sangat penting untuk menjaga kepercayaan publik. “Aceh adalah bagian dari NKRI. Karena itu, masyarakat Aceh juga harus merasakan penegakan hukum yang adil dan setara,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Warul Walidin dalam Kenangan Mujiburrahman: Guru Bangsa dan Rektor Senior UIN Ar-Raniry

12 Agustus 2026 - 11:54 WIB

Menag Nasaruddin Umar Dorong UIN Ar-Raniry Jadi Pusat Peradaban Islam Modern

11 Agustus 2026 - 15:01 WIB

BMKG: Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026 Tak Terlihat dari Indonesia

11 Agustus 2026 - 09:21 WIB

Wamenkomdigi Ingatkan Ancaman “Harvest Now, Decrypt Later” di Era Komputasi Kuantum

11 Agustus 2026 - 09:19 WIB

Pemerintah Alokasikan Rp18,9 Triliun untuk Gaji PPPK di 546 Daerah

11 Agustus 2026 - 09:15 WIB

Trending di News