Menu ✖

Mode Gelap
Konflik Gajah-Manusia Tak Kunjung Reda, 13 Sekolah di Aceh Terpaksa Libur Farid Nyak Umar Perkuat Ketahanan Keluarga Lewat Pelatihan Kader Gampong SMSI Aceh Besar dan IPAR Cetak Jurnalis Muda Berintegritas Anggota DPD RI Tgk Ahmada MZ Hadiri Maulid Nabi di Dayah Tarbiyyatul Muridin Rangkang Lhoknga Borneo FC Siapkan Cara Bongkar Pertahanan PSM Ahmad Doli Kurnia Buka Suara Perihal Flyer Munaslub Golkar: Saya Tidak Ada Kaitannya!

News

Konflik Gajah-Manusia Tak Kunjung Reda, 13 Sekolah di Aceh Terpaksa Libur

badge-check


					Konflik Gajah-Manusia Tak Kunjung Reda, 13 Sekolah di Aceh Terpaksa Libur Perbesar

BENER MERIAH -Konflik antara gajah liar dan manusia di Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, tak kunjung usai dan kini semakin berdampak serius terhadap kehidupan masyarakat.

Berdasarkan informasi terbaru, sedikitnya 13 sekolah terpaksa menghentikan sementara kegiatan belajar mengajar (KBM). Kebijakan tersebut diambil sebagai langkah antisipasi menyusul meningkatnya ancaman pergerakan kawanan gajah liar yang kerap melintasi kawasan permukiman, bahkan pada siang hari.

Tim Advokasi Jaringan Gajah Nusantara (JGN) Aceh, Yulham, mengatakan kondisi yang terus berlarut ini tidak hanya mengancam keselamatan warga, tetapi juga mulai merampas hak anak-anak untuk mendapatkan pendidikan secara normal serta mengancam masa depan pendidikan anak-anak di wilayah terdampak.

Saat turun langsung ke lokasi pada Sabtu (7/11/2026), pihaknya menemukan sejumlah sekolah dalam kondisi sepi. Aktivitas pembelajaran hanya berlangsung secara daring dengan guru tetap memberikan materi kepada siswa.

“Kami melihat langsung kondisi di Bener Meriah, aktivitas sekolah sepi. Hanya ada guru yang sedang memberikan materi pembelajaran daring. Sangat disayangkan jika hal seperti ini terus berlanjut, anak-anak tidak bisa sekolah karena konflik satwa dan manusia masih terus terjadi,” kata Yulham.

Sementara itu, Koordinator Wilayah Tengah Forum Jurnalis Lingkungan (FJL), Yusradi, menilai bahwa persoalan konflik gajah dan manusia di kawasan tersebut bukan kejadian baru. Konflik terus berulang setiap saat, bahkan telah menimbulkan korban jiwa, baik dari manusia maupun gajah sumatera.

Menurut Yusradi, kondisi ini memperlihatkan bahwa penanganan konflik belum memiliki solusi jangka panjang yang mampu melindungi keselamatan masyarakat sekaligus menjamin keberlangsungan hidup satwa dilindungi.

“Konflik ini sudah lama terjadi. Tidak ada penyelesaian yang serius dari pemangku kebijakan. Beberapa waktu lalu juga ada hibah lahan Presiden Prabowo untuk konservasi gajah sumatera di wilayah ini, tetapi setelah kami pantau, belum terlihat hasil yang baik,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Bener Meriah, melalui Pelaksana Tugas (Plt.) Bidang Pendidikan dan Pengajaran (Dikjar), Saidi, menyampaikan bahwa wilayah terdampak konflik gajah telah ditetapkan dalam kondisi darurat belajar selama 14 hari.

Kebijakan penghentian sementara pembelajaran tatap muka telah diberlakukan sejak Kamis, 5 November, dan akan terus dievaluasi berdasarkan perkembangan situasi keamanan di lapangan.

“Sampai dengan hari ini sekolah masih diliburkan sejak Kamis, Jumat, hingga Sabtu. Besok Senin nanti kita lihat lagi. Hari ini juga akan kita pantau lagi. Yang sudah libur tiga hari,” jelasnya.

Sebanyak 13 satuan pendidikan terdampak kebijakan penghentian sementara pembelajaran tatap muka, yakni SD Negeri Kalung SP 1, SD Negeri Pantan Lah, SD Negeri Antara 40, SD Negeri Dirgantara KM 38, SD Negeri Pantan Sinaku, SD Negeri Ulu Naron, SD Negeri Tran Teget SP 2, SD Negeri Pancar Jelobok, SMP Negeri 5 Satu Atap Pancar Jelobok, SMP Negeri 2 Pintu Rime Gayo KM 40, SMP Negeri 4 Pintu Rime Gayo, MTsN Blang Rakal, dan MIS Blang Rakal.

Kecamatan Pintu Rime Gayo sendiri merupakan salah satu kawasan yang kerap menjadi jalur perlintasan kawanan gajah liar. Pergerakan satwa yang dapat terjadi pada siang maupun malam hari meningkatkan risiko pertemuan langsung antara manusia dan gajah.

Dinas Pendidikan dan Kanwil Kementerian Agama menegaskan bahwa keselamatan peserta didik menjadi prioritas utama. Mengingat anak-anak belum sepenuhnya memahami risiko ketika berhadapan dengan satwa liar, penghentian sementara pembelajaran tatap muka dinilai sebagai langkah pencegahan untuk menghindari jatuhnya korban.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

SMSI Aceh Besar dan IPAR Cetak Jurnalis Muda Berintegritas

7 November 2026 - 13:32 WIB

Anggota DPD RI Tgk Ahmada MZ Hadiri Maulid Nabi di Dayah Tarbiyyatul Muridin Rangkang Lhoknga

7 November 2026 - 13:18 WIB

ITF UIN Ar-Raniry Jadi LAZ Pertama dan Satu-satunya di Lingkungan PTKIN

7 November 2026 - 01:16 WIB

PSM Fokus Benahi Tim Jelang Tantang Borneo FC

6 November 2026 - 17:46 WIB

Wamenag Dorong Beasiswa Dokter untuk Putra Daerah Saat Resmikan Fakultas Kedokteran UIN Ar-Raniry

6 November 2026 - 12:42 WIB

Trending di News