Menu ✖

Mode Gelap
Konflik Gajah-Manusia Tak Kunjung Reda, 13 Sekolah di Aceh Terpaksa Libur Farid Nyak Umar Perkuat Ketahanan Keluarga Lewat Pelatihan Kader Gampong SMSI Aceh Besar dan IPAR Cetak Jurnalis Muda Berintegritas Anggota DPD RI Tgk Ahmada MZ Hadiri Maulid Nabi di Dayah Tarbiyyatul Muridin Rangkang Lhoknga Borneo FC Siapkan Cara Bongkar Pertahanan PSM Ahmad Doli Kurnia Buka Suara Perihal Flyer Munaslub Golkar: Saya Tidak Ada Kaitannya!

Politik

Farid Nyak Umar Perkuat Ketahanan Keluarga Lewat Pelatihan Kader Gampong

badge-check


					Farid Nyak Umar Perkuat Ketahanan Keluarga Lewat Pelatihan Kader Gampong Perbesar

BANDA ACEH – Ketua Komisi IV DPRK Banda Aceh, Farid Nyak Umar, menginisiasi Training of Trainers (ToT) Ketahanan Keluarga bagi 50 kader penggerak gampong dari sembilan kecamatan di Kota Banda Aceh.

Kegiatan yang diadvokasinya melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) itu berlangsung pada 5–6 November 2026 di Hotel Al Hanifi, Lampriet, Banda Aceh.

Farid mengatakan, pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas kader agar mampu mengenali berbagai persoalan keluarga sekaligus berperan aktif dalam memberikan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat.

Menurut dia, sejumlah persoalan yang menjadi perhatian antara lain kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), meningkatnya angka perceraian, persoalan ekonomi, pengasuhan anak, penyalahgunaan narkoba, hingga masalah gizi dan stunting.

“Mereka dibekali pengetahuan mengenai berbagai persoalan keluarga yang terjadi di tengah masyarakat, seperti tingginya angka perceraian, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), persoalan ekonomi, hingga masalah pengasuhan anak,” ujar Farid.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menyebutkan, salah satu persoalan ketahanan keluarga yang cukup krusial di Banda Aceh adalah angka perceraian. Berdasarkan data Mahkamah Syar’iyah (MS) Kota Banda Aceh, sekitar 70–80 persen perkara perceraian merupakan gugatan dari pihak perempuan.

Sejumlah faktor pemicunya antara lain KDRT dan persoalan ekonomi.

“Persoalan ekonomi menjadi salah satu pemicu, misalnya ketika suami tidak mampu memenuhi kebutuhan keluarga atau terjadi masalah dalam pengelolaan keuangan rumah tangga. Kondisi tersebut dapat memicu konflik berkepanjangan hingga berujung pada perceraian,” katanya.

Farid menegaskan, pemerintah perlu hadir menangani persoalan tersebut. Namun, keterbatasan sumber daya membuat upaya penguatan ketahanan keluarga membutuhkan kolaborasi dengan kader dan kelompok masyarakat. Karena itu, setelah mengikuti pelatihan, para peserta diharapkan dapat menyusun program serta meneruskan edukasi dan pendampingan kepada keluarga di lingkungan masing-masing.

Sementara itu, Kepala DP3AP2KB Banda Aceh, Tiara Sutari AR, mengatakan berbagai persoalan sosial, seperti kenakalan remaja, kekerasan, penyalahgunaan narkoba, dan perceraian, memiliki keterkaitan dengan kondisi keluarga. Menurut dia, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri sehingga membutuhkan kemitraan dengan masyarakat. “Kami menyadari bahwa dinas tidak mungkin bekerja sendiri, terlebih dengan keterbatasan sumber daya manusia yang dimiliki. Oleh sebab itu, kami memiliki program kemitraan dengan masyarakat,” ujarnya. Ia berharap para kader menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam membangun keluarga tangguh. “Tidak ada keluarga yang sepenuhnya terbebas dari persoalan. Namun, keluarga yang mampu melewati berbagai ujian dan mempertahankan keharmonisan rumah tangga merupakan keluarga yang memiliki ketahanan. Inilah yang ingin kami tanamkan melalui kegiatan tersebut, yakni membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah,” katanya.

Pelatihan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Tiara Sutari AR, konselor keluarga dan hypnotherapist Erina Rusdian Sari, serta praktisi kesehatan herbal dan komunikasi keluarga Febri Sugianto. Materi yang diberikan mencakup pemahaman persoalan keluarga, komunikasi efektif dan empatik, serta teknik edukasi dan pendampingan masyarakat. Turut hadir Kabid Perlindungan Perempuan dan Anak DP3AP2KB Banda Aceh, Risda Zuraida, Ketua RKI Kota, Cut Irma Yunita, Koordinator Majelis Taklim Kuta Alam, Santi Zuhra, serta para Ketua TP PKK gampong.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Ahmad Doli Kurnia Buka Suara Perihal Flyer Munaslub Golkar: Saya Tidak Ada Kaitannya!

7 November 2026 - 13:04 WIB

Komisi III DPR Dorong Aset Pelaku Kejahatan Keuangan Dikembalikan kepada Korban

31 Oktober 2026 - 17:30 WIB

DPR Desak OJK Relaksasi Kredit UMKM Terdampak Bencana

30 Oktober 2026 - 17:41 WIB

Dek Gam Apresiasi Polda Aceh Tangkap Penimbun Solar, Antrean di SPBU Mulai Menghilang

26 Oktober 2026 - 17:46 WIB

Jaga Adat dan Meringankan Beban Warga Gampong, Daniel A Wahab Bantu Perangkat Pelaminan untuk Alue Deah Teungoh

22 Oktober 2026 - 19:12 WIB

Trending di Politik