Menu ✖

Mode Gelap
Lima Tersangka Korupsi Proyek Jalan di Simeulue Ditahan, Kerugian Negara Rp851 Juta Akademisi Minta Tes Urine DPRA hingga Eksekutif dan Yudikatif PC PERTI Aceh Besar: Beut Kitab Bak Sikula Sah Secara Hukum, Jangan Giring Opini Sesat Persib Bidik Tiket 16 Besar ACL 2 di Kandang Melbourne Victory Polri Tetapkan Listyo Sigit, Ahrie Sonta, Eko Hadi Tersangka Penyadapan Presiden UIN Ar-Raniry dan Pijar Foundation Jalin Kerja Sama Perkuat Akses Pendidikan bagi Mahasiswa Disabilitas

Politik

Nyak Dhien Gajah Kritik Kepala BPKA Soal Perjalanan Dinas

badge-check


					Aktivis Aceh sekaligus mantan tahanan politik dan narapidana politik, Nasruddin yang akrab disapa Nyak Dhien Gajah Perbesar

Aktivis Aceh sekaligus mantan tahanan politik dan narapidana politik, Nasruddin yang akrab disapa Nyak Dhien Gajah

BANDA ACEH— Aktivis Aceh sekaligus mantan tahanan politik dan narapidana politik, Nasruddin yang akrab disapa Nyak Dhien Gajah, melontarkan kritik pedas kepada Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Aceh (BPKA).

Menurut Nyak Dhien Gajah, BPKA dinilai tidak konsisten dalam menggunakan anggaran, terutama terkait pelayanan langsung kepada masyarakat. Ia menyoroti pernyataan BPKA yang menyebutkan tidak ada anggaran untuk membayar kebutuhan pelayanan masyarakat, namun di sisi lain pejabat BPKA justru rutin melakukan perjalanan ke luar daerah.

“Kepala BPKA sebulan bisa dua kali ke Jakarta. Dari mana anggaran untuk itu? Kaban dan stafnya hampir tiap bulan ke kota luar dengan alasan koordinasi. Dari mana anggarannya?” tegas Nyak Dhien Gajah kepada awak media, Jumat (18/7/2025).

Ia meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Kepolisian, dan Aparat Penegak Hukum (APH) lainnya untuk turun tangan mengawasi penggunaan anggaran di BPKA.

Nyak Dhien Gajah juga menyoroti lemahnya kepedulian BPKA dalam mendukung pelayanan publik di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD)/Samsat. Menurutnya, baru setelah enam bulan berjalan, BPKA mulai melakukan pembayaran kebutuhan rutin seperti BBM, ATK, minyak genset, alat kebersihan, dan pemeliharaan kecil Samsat, yang seharusnya mendukung pelayanan langsung ke wajib pajak.

“Anggaran itu kan sudah jelas ada di DPA BPKA. Tapi malah sibuk dengan urusan lobby ke Jakarta hanya untuk mempertahankan jabatan Eselon II. Sering ke Jakarta pun hanya menghadiri acara yang sebenarnya bisa diwakilkan oleh bidang teknis,” ujarnya.

Nyak Dhien berharap Gubernur Aceh segera menghantikan Kepala BPKA karena di nilai tidak bekerja dengan baik.

“Kami berharap adanya penyegaran ditubuh birokrasi, khususnya di BPKA, segera gantikan kepala BPKA, tambahnya.

Nyak Dhien Gajah menduga perjalanan ke Jakarta lebih banyak terkait dengan upaya memperpanjang jabatan melalui jaringan di Kementerian Dalam Negeri.

“Kami minta BPK benar-benar mengawasi, supaya anggaran rakyat jangan habis untuk perjalanan pejabat yang tidak produktif. Prioritaskan pelayanan ke masyarakat,” pungkasnya.

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Komisi III DPR Dorong Aset Pelaku Kejahatan Keuangan Dikembalikan kepada Korban

31 Oktober 2026 - 17:30 WIB

DPR Desak OJK Relaksasi Kredit UMKM Terdampak Bencana

30 Oktober 2026 - 17:41 WIB

Dek Gam Apresiasi Polda Aceh Tangkap Penimbun Solar, Antrean di SPBU Mulai Menghilang

26 Oktober 2026 - 17:46 WIB

Jaga Adat dan Meringankan Beban Warga Gampong, Daniel A Wahab Bantu Perangkat Pelaminan untuk Alue Deah Teungoh

22 Oktober 2026 - 19:12 WIB

DPR Minta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Perkuat Koordinasi

20 Oktober 2026 - 18:34 WIB

Trending di Politik