Menu

Mode Gelap
Pascasarjana UIN Ar-Raniry Yudisium 152 Alumni Baru DPR Soroti 10 Ribu Desa Belum Terlayani Internet, Minta Pemerataan 3T Dipercepat Komisi VII Dorong Petani dan Industri Terhubung Langsung ke Pasar Jean Mangabeira Siap Bawa Dewa United Amankan Tiga Poin dari PSS Lini Pertahanan Jadi Sorotan PSS Jelang Hadapi Dewa United Dewa United Bidik Tiga Poin, Osmar Loss Waspadai PSS Sleman

Pemerintahan

Pj Ketua TP PKK Aceh Hadiri Peringatan Hari Ibu Tahun 2024 di Tanggerang

badge-check


					Penjabat Ketua TP PKK Aceh Hj. Safriati Safrizal, S.Si., M.Si didampingi Kepala Dinas DP3A Aceh Meutia Juliana, S.STP., M.Si menghadiri Puncak Acara Peringatan Hari Ibu 2024, di Tangerang, Banten, Minggu 22 Desember 2024. Perbesar

Penjabat Ketua TP PKK Aceh Hj. Safriati Safrizal, S.Si., M.Si didampingi Kepala Dinas DP3A Aceh Meutia Juliana, S.STP., M.Si menghadiri Puncak Acara Peringatan Hari Ibu 2024, di Tangerang, Banten, Minggu 22 Desember 2024.

ACEHSIBER.COM–Penjabat Ketua TP PKK Aceh Hj. Safriati Safrizal, S.Si., M.Si didampingi Kepala Dinas DP3A Aceh Meutia Juliana, S.STP., M.Si menghadiri Puncak Acara Peringatan Hari Ibu 2024, di Tangerang, Banten, Minggu 22 Desember 2024.

Acara yang digelar oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) tersebut berlangsung secara hibrida dan turut serta dihadiri oleh Istris Wakil Presiden Republik Indonesia Ny. Selvi Gibran Rakabuming.

Menteri PPA, Arifah Choiri Fauzi mengatakan, Puncak Hari Ibu tahun ini memiliki tema ‘Perempuan Menyapa, Perempuan Berdaya untuk Indonesia Emas 2045’.

Tema tersebut mengingatkan seluruh masyarakat Indonesia atas pentingnya peran perempuan dalam mewujudkan masa depan bangsa.

Artinya peran perempuan tidak hanya dilakukan di rumah saja, melainkan bisa di semua sektor. Hal tersebut pun membuat perempuan harus diberikan akses setara.

“Kita sedang membangun pondasi yang kokoh lebih maju, inklusif, dan berdaya saing, apalagi Presiden dan Wakil Presiden memiliki misi Indonesia Emas 2045, hal tersebut menunjukkan pentingnya kesetaraan gender tapi tetap melindungi perempuan dari berbagai kekerasan,” ungkapnya.

Selain itu, Arifah juga mengungkap bahwa perlindungan perempuan dari kekerasan pun kini telah menjadi prioritas untuk Kementerian PPA.

Salah satunya dengan membentuk 3 program prioritas yang bisa mengurangi angka kekerasan perempuan dan anak di Indonesia.

“Yaitu Ruang Bersama Indonesia, perluasan Call Center SAPA 129, dan penyediaan satu data perempuan dan anak tingkat desa dan kelurahan,” ujarnya

Sementara itu Penjabat Ketua TP PKK Aceh Safriati Safrizal menyambut baik tiga program yang digagas Kementrian PPA tersebut. Menurutnya program-program yang disebutkan telah menunjukan bahwa prioritas Pemerintah saat ini telah merata dan akan menyentuh semua pihak.

Apalagi saat ini banyak ibu menjalankan berbagai peran sekaligus, baik sebagai pengasuh, pendidik, maupun pekerja.

“Untuk itu, sudah selayaknya masyarakat dan pemerintah memberikan dukungan lebih kepada para ibu,” katanya.

Oleh sebab itu pula Safriati sangat mendukung tiga program kementrian PPA tersebut.

“Selain menjadi pelindung baik atas kekerasan atau atas hal-hal yang tak diinginkan lainnya, tiga program prioritas tersebut saya yakin mampu membuat para perempuan lebih berdaya saing di era moderen ini,” ujarnya.

Dikesempatan yang sama Safriati juga menyampaikan rasa terimakasihnya kepada kepada seluruh perempuan kuat di Indonesia. Khususnya di Aceh dimana banyak perempuan Aceh yang saat ini telah menunjukan kemampuannya masing-masing.

“Dan ini adalah aset Aceh yang sangat baik, bukan hanya lelaki, suatu bangsa dan daerah akan terlihat hebat dan berkembang bila perempuan-perempuan mempunyai daya saing sama seperti para lelakinya,” ujarnya.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Komisi VII Dorong Petani dan Industri Terhubung Langsung ke Pasar

19 September 2026 - 22:52 WIB

Data Desil Jadi Sumber Salah Paham, BPS Diminta Bergerak Cepat

18 September 2026 - 13:36 WIB

Rekonstruksi Pascabencana Berlanjut, Pemerintah Pulihkan 3 Jembatan di Lintas Timur Aceh

16 September 2026 - 14:06 WIB

Dek Fadh Sampaikan Sejumlah Persoalan Pertanahan Aceh dalam Raker dan RDP Komisi II DPR RI

16 September 2026 - 13:53 WIB

Anggaran Rehab-Rekon Aceh Rp. 25,65 Triliun, 92 Persen Dikelola Pemerintah Pusat

8 September 2026 - 16:09 WIB

Trending di Pemerintahan