Menu

Mode Gelap
Purbaya Heran Pengusaha Tak Punya Bisnis Tapi Dapat Restitusi Pajak Sekda Aceh Bersilaturahmi dengan Praja IPDN Asal Aceh di Jatinangor 76 Mahasiswa Ilmu Perpustakaan UIN Ar-Raniry Ikuti Pembekalan PKL PBNU Lantik Pengurus PWNU Aceh, Rektor UIN Ar-Raniry Jadi Katib Syuriyah UIN Ar-Raniry dan Baitul Mal Simeulue Teken Kerja Sama Program Satu Keluarga Satu Sarjana Peaceful Muharam, Kemenag Aceh Besar Santuni 578 Anak Yatim dan Difabel

Pemerintahan

Presiden di WEF: Anak Petani tidak Harus Jadi Petani, Kami Putus Rantai Kemiskinan

badge-check


					Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto Perbesar

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto

BANDA ACEH – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan komitmen Pemerintah Indonesia dalam membangun masa depan bangsa melalui investasi besar-besaran di sektor pendidikan.

Hal itu disampaikan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam pidatonya di World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026).

“Pembangunan manusia sumber daya manusia adalah kunci bagi bangsa yang maju dan berhasil. Tidak ada negara yang bisa berharap stabil dan makmur jika rakyatnya buta huruf atau tidak mampu mengikuti perkembangan sains dan teknologi,” tegas Presiden.

Presiden menyampaikan bahwa pada tahun lalu pemerintah telah merenovasi 16.140 sekolah dan melengkapi 288.000 sekolah dengan panel interaktif layar datar berukuran 75 inci sebagai bagian dari program digitalisasi pendidikan nasional. Tahun depan, Indonesia akan menambah 1 juta panel pintar interaktif, dengan target tiga hingga empat panel per sekolah.

“Dalam tiga tahun, kami ingin semua sekolah di Indonesia memiliki setidaknya enam ruang kelas dengan panel digital interaktif,” jelasnya.

Presiden menyebut bahwa program digitalisasi ini memungkinkan keterhubungan lintas wilayah secara daring. “Saya bisa masuk dari Jakarta ke sekolah mana pun di Indonesia dan melihat proses belajar mengajar secara langsung. Antusiasme guru, murid, dan masyarakat sangat tinggi. Banyak warga desa yang terharu untuk pertama kalinya mereka merasa dilihat dan dibantu oleh pemerintah pusat,” ujarnya.

Presiden menekankan pentingnya pemerataan pendidikan sebagai cara memutus rantai kemiskinan yang telah berlangsung turun-temurun di banyak daerah.

“Tahun ini, kami akan merenovasi 60.000 sekolah lagi. Kami juga membangun 500 sekolah terpadu modern, termasuk 166 sekolah asrama yang sudah selesai dibangun untuk anak-anak dari keluarga termiskin. Targetnya 500 sekolah asrama seperti ini,” ungkap Prabowo.

Ia menyoroti pendekatan yang tidak lazim dalam pembangunan sekolah berasrama tersebut. “Biasanya sekolah asrama hanya untuk anak-anak orang kaya. Tapi saya justru membangunnya untuk mereka yang sangat miskin, agar bisa memutus lingkaran kemiskinan. Anak petani miskin tidak harus menjadi petani miskin. Anak pemulung tidak harus menjadi pemulung,” tegasnya.

Selain itu, pemerintah juga membangun 500 pusat keunggulan (center of excellence) dan memulai 20 sekolah asrama baru untuk siswa berprestasi akademik. Tidak hanya itu, Prabowo mengungkapkan rencana pembangunan 10 universitas baru di Indonesia.

Saat ini, pemerintah sedang menjajaki kemitraan (twinning) dengan universitas-universitas ternama dari Eropa, Inggris, dan Amerika Utara untuk membentuk perguruan tinggi berstandar internasional di tanah air.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Sekda Aceh Bersilaturahmi dengan Praja IPDN Asal Aceh di Jatinangor

29 Juni 2026 - 10:49 WIB

Sekda Aceh Lepas Kontingen TSA ke Sumut National Taekwondo Championship 2026

24 Juni 2026 - 23:58 WIB

Gubernur Aceh Lantik Misran Fuadi sebagai Kepala Dinas Syariat Islam

23 Juni 2026 - 14:35 WIB

Puncak Bhayangkara Fest 2026, Sekda Aceh : Wujud Kokohnya Sinergi Polri dan Masyarakat

23 Juni 2026 - 12:30 WIB

Sekda Aceh Muhammad Nasir Ditetapkan sebagai Komisaris Utama Bank Aceh Syariah

23 Juni 2026 - 12:25 WIB

Trending di Pemerintahan