Menu

Mode Gelap
Francisco Rivera dan Ambisi Persebaya Menembus Empat Besar Mualem Gelar Silaturahmi Bersama Ulama, Perkuat Sinergi Umara dan Ulama untuk Aceh Islami Polri Mutasi 108 Pati dan Pamen, Sejumlah Kapolda dan PJU Mabes Berganti Sekda Nasir: Semua Rumah Sakit Wajib Terima Pasien Sekda Aceh Buka Rakerprov KONI Aceh 2026, Tekankan Pembinaan Atlet Berkelanjutan Banjir Rendam Tiga Kecamatan di Nagan Raya, Akses Meulaboh–Tapak Tuan Terganggu

Pemerintahan

Presiden Tegas di WEF: 5 Juta Hektare Lahan Ilegal Disita, 1.000 Tambang Ditutup

badge-check


					Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato saat World Economic Forum (WEF) 2026 di Congress Hall, Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026). Presiden Prabowo dalam pidatonya membahas Danantara dan peran dalam ekonomi Indonesia. ANTARA FOTO Perbesar

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato saat World Economic Forum (WEF) 2026 di Congress Hall, Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026). Presiden Prabowo dalam pidatonya membahas Danantara dan peran dalam ekonomi Indonesia. ANTARA FOTO

BANDA ACEH – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan komitmen pemerintahannya untuk menghadapi korupsi dan pelanggaran hukum secara tegas dan terbuka.

Pernyataan itu disampaikannya Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam pidato pada World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026).

“Seperti menghadapi penyakit, kita harus berani mengakui dan melawan korupsi. Tidak banyak yang percaya kami bisa. Tapi kami tidak punya pilihan. Saya telah disumpah untuk menegakkan konstitusi dan supremasi hukum,” kata Presiden.

Dalam minggu-minggu awal pemerintahannya, Presiden mengungkapkan bahwa pemerintah menemukan penyimpangan besar dalam tata kelola bahan bakar minyak dan minyak mentah. Pemerintah juga berhasil menyita 4 juta hektare perkebunan dan tambang ilegal. Penindakan ini dilanjutkan dengan pencabutan izin atas 1,01 juta hektare lahan tambahan yang dikuasai oleh 28 perusahaan yang terbukti melanggar hukum, termasuk membangun di kawasan hutan lindung.

“Saya menyebut ini bukan ‘usaha bebas’, melainkan greedomics ekonomi keserakahan. Kita menghadapi praktik ekonomi yang rakus dan merusak,” tegas Prabowo.

Presiden mengaku tidak gentar menghadapi elite yang mencoba melemahkan negara. “Saya menerima laporan bahwa mereka merasa bisa membeli semua pejabat. Saya tantang mereka mencoba membeli pejabat di pemerintahan saya. Mereka akan mendapatkan kejutan besar,” ujarnya.

Hingga saat ini, pemerintah telah menutup 1.000 tambang ilegal, dan diperkirakan masih ada lebih dari 1.000 lokasi serupa. Bahkan, staf Presiden memperkirakan ada sekitar 666 korporasi yang melanggar hukum di berbagai sektor.

“Tidak boleh ada kompromi. Tidak boleh ada langkah mundur. Rakyat saya menuntut ini. Dan saya akan menepati sumpah saya: membela konstitusi dan menegakkan hukum,” ucap Prabowo dengan tegas.

Di sisi lain, Presiden menyampaikan bahwa kemiskinan ekstrem di Indonesia telah turun ke titik terendah dalam sejarah, dan ia menargetkan untuk menghapus kemiskinan ekstrem dalam empat tahun ke depan.

“Tidak ada yang lebih terhormat dan memuaskan daripada menurunkan kemiskinan dan memberantas kelaparan. Ini adalah misi hidup saya,” ungkapnya.

Mengutip nasihat seorang tetua, Presiden menyampaikan prinsip kepemimpinannya dengan sederhana namun kuat: “Tugas seorang pemimpin adalah membuat orang miskin dan lemah bisa tersenyum dan tertawa.”

“Jika mereka bisa tersenyum, artinya mereka punya harapan. Itulah misi saya: membuat rakyat Indonesia yang paling lemah, tersenyum,” tutup Prabowo.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Mualem Gelar Silaturahmi Bersama Ulama, Perkuat Sinergi Umara dan Ulama untuk Aceh Islami

9 Mei 2026 - 14:54 WIB

Sekda Nasir: Semua Rumah Sakit Wajib Terima Pasien

8 Mei 2026 - 23:50 WIB

Sekda Aceh Buka Rakerprov KONI Aceh 2026, Tekankan Pembinaan Atlet Berkelanjutan

8 Mei 2026 - 23:46 WIB

Tindak Lanjut Permintaan Gubernur, KKP Survei dan Siapkan Perbaikan Muara Perikanan Dangkal di Aceh

5 Mei 2026 - 23:00 WIB

Gubernur Aceh Tegaskan Penguatan JKA untuk Layanan Kesehatan Berkelanjutan

5 Mei 2026 - 22:57 WIB

Trending di Pemerintahan