Menu

Mode Gelap
Lulus 3,5 Tahun Lewat Publikasi Ilmiah, Urwatil Wusqa Jadi Lulusan Terbaik FAH UIN Ar-Raniry Tambang Aceh Dinilai Hanya Untungkan Oligarki UIN Ar-Raniry dan UINSU Medan Perpanjang Kerja Sama FAH UIN Ar-Raniry Yudisium 142 Lulusan, 27 Raih Predikat Cum Laude Gubernur Mualem dan SKK Migas Sepakat Revisi PoD Blok Andaman Mukarramah Fadhlullah Terpilih Aklamasi Pimpin PERWOSI Aceh Periode 2026–2030

News

Prof. Mujiburrahman: Seni Memaafkan Nasaruddin Umar, Teladan bagi Pemimpin

badge-check


					Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, Prof Dr Mujiburrahman MAg Perbesar

Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, Prof Dr Mujiburrahman MAg

BANDA ACEH — Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, Prof Dr Mujiburrahman MAg mengapresiasi sikap bijak Menteri Agama (Menag) RI, Prof Dr Nasaruddin Umar dalam merespons aksi demonstrasi yang berujung permintaan maaf dari para pendemo. Ia menilai keteladanan Menag patut dijadikan contoh bagi pemimpin di berbagai level.

Advertisements
Ad 26

Sebelumnya, sekelompok demonstran menuding Mendengan tuduhan yang belakangan terbukti tidak berdasar. Pada Kamis, 27 Maret 2025, koordinator aksi datang ke Kantor Kementerian Agama di Jakarta untuk meminta maaf. Mereka mengakui bahwa aksi mereka didasarkan pada informasi keliru dan tidak berbasis fakta.

“Kami sangat menyesal atas apa yang kami lakukan. Kami sadar bahwa tindakan kami tidak berdasar dan tidak benar. Semoga Pak Menteri dapat memaafkan kami dengan hati yang lapang,” ujar Syahril, salah satu koordinator aksi.

Alih-alih merespons dengan tindakan hukum, Nasaruddin Umar justru menerima para demonstran dengan tangan terbuka. Ia mendengarkan permintaan maaf mereka dan memaafkan tanpa syarat.

Sikap ini, kata Prof Mujiburrahman, mencerminkan ajaran Islam yang menjunjung tinggi akhlak mulia. Menurut Mujiburrahman memafkan dalam konteks Islam merupakan ajaran mulia yang sangat dijunjung tinggi. Rasulullah mengajarkan sekaligus memberi teladan bahwa seorang muslim sejati harus memiliki akhlaq mahmudah (karakter terpuji).

“Menahan amarah dan memaafkan tanpa syarat adalah cerminan kepemimpinan sejati. Apa yang dilakukan Pak Menteri adalah implementasi nyata dari nilai-nilai Islam,” ujarnya.

Prof Mujiburrahman mengutip Surat Ali Imran ayat 133-135 yang menegaskan bahwa memaafkan adalah sifat orang bertakwa. Menurutnya, kematangan dan kedewasaan Menag dalam menyikapi tuduhan tak berdasar menunjukkan kualitas kepemimpinan yang patut diteladani.

“Beliau bukan hanya seorang menteri, tapi juga seorang ulama yang dihormati. Beliau adalah ulama kharismatik yang menguasai tafsir Alquran dengan sangat baik. Kapasitas keilmuannya sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal diakui luas dan ketokohannya sangat disegani di seluruh Indonesia,” kata Mujiburrahman.

Ia berharap sikap Menag ini menjadi cermin bagi pemimpin lainnya, termasuk gubernur, wali kota, bupati, dan rektor di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam.

“Keteladanan semacam ini yang dibutuhkan dalam kepemimpinan nasional,” ujarnya. [ ]

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Lulus 3,5 Tahun Lewat Publikasi Ilmiah, Urwatil Wusqa Jadi Lulusan Terbaik FAH UIN Ar-Raniry

12 Juni 2026 - 16:13 WIB

Tambang Aceh Dinilai Hanya Untungkan Oligarki

12 Juni 2026 - 11:38 WIB

UIN Ar-Raniry dan UINSU Medan Perpanjang Kerja Sama

12 Juni 2026 - 08:13 WIB

FAH UIN Ar-Raniry Yudisium 142 Lulusan, 27 Raih Predikat Cum Laude

12 Juni 2026 - 08:11 WIB

UIN Ar-Raniry Perkuat Budaya Hafal Al-Qur’an Dikalangan Mahasiswa

10 Juni 2026 - 18:33 WIB

Trending di News