Menu

Mode Gelap
UIN Ar-Raniry dan Baitul Mal Simeulue Teken Kerja Sama Program Satu Keluarga Satu Sarjana Peaceful Muharam, Kemenag Aceh Besar Santuni 578 Anak Yatim dan Difabel Jersey Baru Persija Pertahankan DNA Macan Kemayoran Sekda Aceh Lepas Kontingen TSA ke Sumut National Taekwondo Championship 2026 Said Agil Ingatkan Lulusan Terus Belajar, Rektor UIN Ar-Raniry Sebut AI Bukan Pengganti Guru Gadai Emas Melonjak 100%, BSI Perkuat Ekosistem Emas dari Hulu hingga Hilir

News

Prof Syamsul Rijal: Ma’had Aly Pilar Reproduksi Intelektual dan Penjaga Peradaban Islam

badge-check


					Prof Syamsul Rijal: Ma’had Aly Pilar Reproduksi Intelektual dan Penjaga Peradaban Islam Perbesar

PIDIE — Ketua Program Studi S3 Studi Islam Pascasarjana UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Prof Dr Syamsul Rijal MAg, menegaskan Ma’had Aly atau pesantren tinggi memiliki peran strategis sebagai pilar reproduksi intelektual sekaligus penjaga peradaban Islam.

“Fungsi utama Ma’had adalah mencetak ulama dan cendekiawan yang berilmu sekaligus berakhlak mulia. Dari sinilah peradaban Islam terus dijaga dan direproduksi,” kata Syamsul dalam kuliah umum di Ma’had Aly Darul Munawwarah, Aceh, Rabu (3/9).

Menurutnya, Ma’had bukan hanya lembaga pendidikan, tetapi juga pusat kebudayaan dan sosial umat. Berbeda dengan sekolah modern, Ma’had menekankan penguasaan kitab klasik, sanad ilmu, serta pembinaan akhlak dan spiritualitas santri.

“Sanad ilmu menjadi jantung Ma’had. Keaslian pengetahuan Islam terjaga karena murid terhubung dengan guru-guru terdahulu hingga Rasulullah SAW,” ujarnya.

Ia menambahkan, Ma’had berperan sebagai “perpustakaan hidup” yang melestarikan manuskrip klasik, melahirkan karya baru, serta menyeimbangkan kecerdasan intelektual dengan kedalaman spiritual.

“Peradaban yang hanya mengejar materialisme akan rapuh. Ma’had hadir untuk menanamkan nilai moral, etika, dan kemanusiaan,” katanya.

Meski demikian, Syamsul mengingatkan pentingnya pembaruan kurikulum, integrasi teknologi, dan dukungan pembiayaan agar Ma’had tetap relevan.

“Ma’had menghadapi tantangan besar di era digital. Kurikulum dan metode pengajaran harus menyesuaikan kebutuhan kontemporer tanpa kehilangan akar tradisinya. Kolaborasi dengan lembaga pendidikan formal juga menjadi langkah penting,” tutur Syamsul.

Di akhir pemaparannya, alumni Dayah Mudi Mesra Samalanga ini menegaskan bahwa Ma’had harus mampu menjembatani masa lalu dan masa depan.
“Ma’had tetap berakar pada tradisi, tetapi juga harus hadir menjawab kebutuhan umat hari ini,” ucapnya. [ ]

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

UIN Ar-Raniry dan Baitul Mal Simeulue Teken Kerja Sama Program Satu Keluarga Satu Sarjana

26 Juni 2026 - 10:01 WIB

Peaceful Muharam, Kemenag Aceh Besar Santuni 578 Anak Yatim dan Difabel

25 Juni 2026 - 13:20 WIB

Said Agil Ingatkan Lulusan Terus Belajar, Rektor UIN Ar-Raniry Sebut AI Bukan Pengganti Guru

24 Juni 2026 - 15:31 WIB

Gadai Emas Melonjak 100%, BSI Perkuat Ekosistem Emas dari Hulu hingga Hilir

24 Juni 2026 - 13:44 WIB

Justice Collaborator Sony Sonjaya Ditolak

23 Juni 2026 - 20:27 WIB

Trending di News