Menu

Mode Gelap
Francisco Rivera dan Ambisi Persebaya Menembus Empat Besar Mualem Gelar Silaturahmi Bersama Ulama, Perkuat Sinergi Umara dan Ulama untuk Aceh Islami Polri Mutasi 108 Pati dan Pamen, Sejumlah Kapolda dan PJU Mabes Berganti Sekda Nasir: Semua Rumah Sakit Wajib Terima Pasien Sekda Aceh Buka Rakerprov KONI Aceh 2026, Tekankan Pembinaan Atlet Berkelanjutan Banjir Rendam Tiga Kecamatan di Nagan Raya, Akses Meulaboh–Tapak Tuan Terganggu

News

Terungkap! Peneror Guru Besar UGM Zainal Arifin Mochtar Mengaku Polisi, Ini Ancamannya

badge-check


					Guru Besar UGM Zainal Arifin Mochtar yang diteror lewat telepon oleh pelaku yang mengaku dari Polresta Yogyakarta. (Foto: IG) Perbesar

Guru Besar UGM Zainal Arifin Mochtar yang diteror lewat telepon oleh pelaku yang mengaku dari Polresta Yogyakarta. (Foto: IG)

JAKARTA – Guru Besar Universitas Gadjah Mada (UGM) Zainal Arifin Mochtar mendapat teror melalui telepon dari nomor yang tak dikenal. Pelaku teror tersebut mengaku sebagai aparat dan melayangkan ancaman penangkapan melalui sambungan telepon.

Aksi teror itu diungkap langsung Zainal Arifin Mochtar melalui unggahan akun Instagram pribadinya, @zainalarifinmochtar pada Jumat (2/1/2026). Akademisi yang akrab disapa Uceng ini mengaku dihubungi nomor tidak dikenal +62 838 17941429.

Dalam keterangannya, penelepon tersebut mengaku berasal dari Polresta Yogyakarta dan meminta Uceng segera menghadap dengan membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP).

“Baru aja masuk telepon ini. Ngaku dari Polresta Jogjakarta, meminta segera menghadap dan membawa ktp, jika tidak akan segera melakukan penangkapan,” tulisnya dalam unggahan dikutip Sabtu (3/1/2026).

Uceng menjelaskan bahwa penelepon berbicara dengan nada intimidatif dan sengaja mengubah intonasi suara agar terkesan memiliki otoritas sebagai aparat penegak hukum. Dia juga mengaku teror semacam ini bukan kali pertama dialaminya.

“Suaranya diberat-beratkan supaya kelihatan punya otoritas. Dalam beberapa hari ini sy dah dihubungi tindakan sejenis dah dua kali. Saya hanya ketawa dan matiin hape lalu lanjut ngetik,” tulisnya lagi.

Menurut Uceng, modus pelaku teror telepon tersebut merupakan bentuk penipuan yang mudah dikenali. Meski demikian, dia menyayangkan praktik serupa masih marak terjadi dan dinilai kurang mendapatkan penanganan serius.

“Well, siapapun tau yg kayak beginian adalah penipuan dan gak jelas. Tololnya dia bisa menelpon berkali2. Tapi bagaimana pun di negeri ini penipu macam begini terlalu diberi ruang bebas. Nyaris nda pernah ada yg dikejar dengan serius. Data kita diperjual belikan dan berbagai tindakan scam lainnya,” tulisnya.

Uceng juga menyampaikan pesan tegas kepada para pelaku agar tidak menjual nama institusi kepolisian untuk menakut-nakuti masyarakat.

“Yang kedua, kepada para penipu, jangan jualan polisi untuk ngancam dan nakutin orang2 tertentu. Gak akan ngefek,” katanya.

Sumber: inews

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Polri Mutasi 108 Pati dan Pamen, Sejumlah Kapolda dan PJU Mabes Berganti

9 Mei 2026 - 14:45 WIB

Banjir Rendam Tiga Kecamatan di Nagan Raya, Akses Meulaboh–Tapak Tuan Terganggu

7 Mei 2026 - 12:46 WIB

Banyak Hoaks Menyerang, Menag: Tak Ada Toleransi untuk Tindak Kekerasan Seksual

6 Mei 2026 - 23:24 WIB

Jangan Bohongi Rakyat, Pemerintah Didesak Transparan soal Harga dan Kondisi BBM

6 Mei 2026 - 13:11 WIB

Mahasiswa UIN Ar-Raniry Kaji 1.934 Manuskrip di Museum Aceh, Perkuat Studi Filologi Aceh

6 Mei 2026 - 10:45 WIB

Trending di News