Menu

Mode Gelap
Banjir Rendam Tiga Kecamatan di Nagan Raya, Akses Meulaboh–Tapak Tuan Terganggu BSN Championship 2026 Perebutkan Hadiah Total Rp175 Juta, Abeh Ubee Abeh! Banyak Hoaks Menyerang, Menag: Tak Ada Toleransi untuk Tindak Kekerasan Seksual Habiburokhman: KUHAP Baru Sudah Jawab Tuntutan Reformasi Polri Shayne Pede Tatap Laga Melawan Persib Jangan Bohongi Rakyat, Pemerintah Didesak Transparan soal Harga dan Kondisi BBM

News

UIN Ar-Raniry Kukuhkan International Advisory Board, Berlangsung pada 3rd AISZAWA 2025

badge-check


					UIN Ar-Raniry Kukuhkan International Advisory Board, Berlangsung pada 3rd AISZAWA 2025 Perbesar

BANDA ACEH– Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh secara resmi mengukuhkan International Advisory Board (IAB), kegiatan tersebut berlangsung dalam rangkaian acara The 3rd Aceh International Seminar on Islamic Economics, Zakat, Awqaf and Wealth Management (AISZAWA), 18-19 September 2025 di Auditorium Prof Ali Hasjmy Banda Aceh.

Mewakili Rektor Prof Mujiburrahman, Wakil Rektor I UIN Ar-Raniry, Prof Muhammad Yasir Yusuf secara resmi mengukuhkan pengurus dan anggota IAB FEBI UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Dalam sambutannya, Yasir Yusuf menegaskan bahwa pembentukan IAB merupakan langkah strategis untuk memperkuat jejaring akademik internasional FEBI serta mendukung visi menjadi pusat unggulan keilmuan ekonomi dan bisnis Islam berdaya saing ASEAN.

“International Advisory Board ini akan memberikan arahan, masukan, serta dukungan dalam pengembangan akademik, riset, publikasi, dan tata kelola internasional FEBI UIN Ar-Raniry. Kehadiran para pakar dunia ini sangat penting untuk memastikan fakultas kita berkontribusi secara signifikan dalam percaturan akademik global,” ujarnya.

Sebelumnya, Dekan FEBI UIN Ar-Raniry Hafas Furqani menyampaikan bahwa terbentuknya IAB ini diharapkan mampu memperkuat reputasi internasional fakultas, meningkatkan kolaborasi riset, serta memperkaya kurikulum dengan standar global yang tetap berlandaskan nilai-nilai Islam dan kearifan lokal.

“Pengukuhan IAB ini menjadi salah satu momen penting dalam sejarah FEBI UIN Ar-Raniry, bertepatan dengan pelaksanaan 3rd AISZAWA 2025 yang mempertemukan para pakar, peneliti, dan praktisi dari berbagai negara dalam membahas perkembangan ekonomi Islam, zakat, wakaf, dan pengelolaan kekayaan berbasis syariah” katanya Hafas dalam keterangan tertulisnya, Minggu (21/9/2025).

FEBI UIN Ar-Raniry dalam siap menjadi fakultas yang akan mendorong terwujudnya UIN Ar-Raniry menjadi world class university dan diperhitungkan di kancah global.

Adapun para tokoh akademik dan praktisi internasional yang dikukuhkan sebagai anggota IAB FEBI UIN Ar-Raniry sebagai berikut:
• Prof Emeritus Dato’ Dr Azmi Omar (INCEIF University Malaysia)
• Prof Dr Mohamed Aslam Haneef (International Islamic University Malaysia)
• Prof Dr Abdul Ghafar Ismail (Universiti Kebangsaan Malaysia)
• Dr Muhammad Subhan Ishak (King Abdul Aziz University, Saudi Arabia)
• Nik Mohd Yusoff Nik Ismail (Forum Ekonomi Manusiawi/FEM Malaysia)
• Dr Muhsin Nor Paizin (Akademi Zakat, Majelis Agama Islam Wilayah Persekutuan Kuala Lumpur/MAIWP)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Banjir Rendam Tiga Kecamatan di Nagan Raya, Akses Meulaboh–Tapak Tuan Terganggu

7 Mei 2026 - 12:46 WIB

Banyak Hoaks Menyerang, Menag: Tak Ada Toleransi untuk Tindak Kekerasan Seksual

6 Mei 2026 - 23:24 WIB

Jangan Bohongi Rakyat, Pemerintah Didesak Transparan soal Harga dan Kondisi BBM

6 Mei 2026 - 13:11 WIB

Mahasiswa UIN Ar-Raniry Kaji 1.934 Manuskrip di Museum Aceh, Perkuat Studi Filologi Aceh

6 Mei 2026 - 10:45 WIB

Bank Aceh Syariah dan PT Taspen Perkuat Sinergi Layanan Pembayaran Pensiun

5 Mei 2026 - 21:56 WIB

Trending di News