Menu

Mode Gelap
Pascasarjana UIN Ar-Raniry Yudisium 152 Alumni Baru DPR Soroti 10 Ribu Desa Belum Terlayani Internet, Minta Pemerataan 3T Dipercepat Komisi VII Dorong Petani dan Industri Terhubung Langsung ke Pasar Jean Mangabeira Siap Bawa Dewa United Amankan Tiga Poin dari PSS Lini Pertahanan Jadi Sorotan PSS Jelang Hadapi Dewa United Dewa United Bidik Tiga Poin, Osmar Loss Waspadai PSS Sleman

Pemerintahan

Wakil Gubernur Aceh Pimpin Upacara Hari Pahlawan 2025

badge-check


					Wakil Gubernur Aceh Pimpin Upacara Hari Pahlawan 2025 Perbesar

Wakil Gubernur Aceh Pimpin Upacara Hari Pahlawan 2025

BANDA ACEH – Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, bertindak sebagai inspektur upacara pada peringatan Hari Pahlawan Nasional Tahun 2025 yang digelar di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh, Senin (10/11). Upacara juga diikuti unsur Forkopimda Aceh, TNI/Polri, ASN, pelajar, dan organisasi kemasyarakatan. Peringatan tahun ini mengusung tema “Pahlawanku Teladanku — Terus Bergerak, Melanjutkan Perjuangan.”

‎Wakil Gubernur Fadhlullah pada kesempatan itu membacakan amanat Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf, yang menekankan pentingnya meneladani nilai perjuangan para pahlawan bangsa.

‎Menteri Sosial dalam amanatnya menyampaikan bahwa para pahlawan bukan sekadar nama di batu nisan, tetapi “cahaya yang menerangi jalan bangsa hingga hari ini.” Ia mengingatkan bahwa kemerdekaan Indonesia tidak datang begitu saja, melainkan hasil perjuangan panjang yang dilandasi kesabaran, keberanian, dan keikhlasan.

‎Dalam pesan tersebut juga disebutkan tiga teladan utama yang dapat diwarisi dari para pahlawan, yaitu kesabaran dalam menghadapi ujian dan perbedaan untuk mencapai tujuan bersama, semangat mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi, dan pandangan jauh ke depan, berjuang demi generasi yang akan datang.

‎“Setelah merdeka, para pahlawan tidak berebut jabatan atau balasan, tetapi kembali mengabdi untuk rakyat. Di sanalah letak kehormatan sejati—pada manfaat yang ditinggalkan, bukan pada kedudukan yang dimiliki,” demikian kutipan amanat tersebut.

‎Menteri Sosial juga mengingatkan bahwa perjuangan masa kini tidak lagi dilakukan dengan senjata, melainkan dengan ilmu, empati, dan pengabdian. Namun semangatnya tetap sama: membela yang lemah, memperjuangkan keadilan, dan memastikan tidak ada anak bangsa yang tertinggal.

‎Menutup amanatnya, Menteri Sosial menyerukan semangat untuk melanjutkan perjuangan para pahlawan dengan bekerja keras, berpikir jernih, dan melayani dengan tulus agar “api perjuangan itu tidak pernah padam.” []

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Komisi VII Dorong Petani dan Industri Terhubung Langsung ke Pasar

19 September 2026 - 22:52 WIB

Data Desil Jadi Sumber Salah Paham, BPS Diminta Bergerak Cepat

18 September 2026 - 13:36 WIB

Rekonstruksi Pascabencana Berlanjut, Pemerintah Pulihkan 3 Jembatan di Lintas Timur Aceh

16 September 2026 - 14:06 WIB

Dek Fadh Sampaikan Sejumlah Persoalan Pertanahan Aceh dalam Raker dan RDP Komisi II DPR RI

16 September 2026 - 13:53 WIB

Anggaran Rehab-Rekon Aceh Rp. 25,65 Triliun, 92 Persen Dikelola Pemerintah Pusat

8 September 2026 - 16:09 WIB

Trending di Pemerintahan