Menu

Mode Gelap
Banjir Rendam Tiga Kecamatan di Nagan Raya, Akses Meulaboh–Tapak Tuan Terganggu BSN Championship 2026 Perebutkan Hadiah Total Rp175 Juta, Abeh Ubee Abeh! Banyak Hoaks Menyerang, Menag: Tak Ada Toleransi untuk Tindak Kekerasan Seksual Habiburokhman: KUHAP Baru Sudah Jawab Tuntutan Reformasi Polri Shayne Pede Tatap Laga Melawan Persib Jangan Bohongi Rakyat, Pemerintah Didesak Transparan soal Harga dan Kondisi BBM

News

Wali Nanggroe: Terima Kasih kepada Presiden Vladimir Putin

badge-check


					Oplus_131072 Perbesar

Oplus_131072

Vladivostok – Wali Nanggroe Aceh, Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al Haythar, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Presiden Rusia Vladimir Putin atas kesempatan yang diberikan kepada Aceh untuk berpartisipasi dalam Eastern Economic Forum (EEF) di Vladivostok.

Kabag Kerjasama dan Humas Wali Nanggroe, Zulfikar Idris mengatakan, penyampaian itu disampaikan Wali Nanggroe saat menjawab wartawan dari Media AiF (Argumenty i Fakty) atau Argumen dan Fakta, sebuah media paling populer di Rusia sejak era Soviet, pada rangakaian kegiatan EEF yang diikuti di kota Vladivostok, Jumat 5 September 2025.

Pada kesempatan itu, Wali Nanggroe didampingi Konsul Kehormatan RI di Vladivostok, Anton A. Zubko.
Wali Nanggroe datang ke Rusia didampingi Staf Khusus Dr. Muhammad Raviq dan Khatibul Wali Abdullah Hasbullah, serta Ema Yanti Pejabat Struktural Khatibul Wali.

“Letak wilayah kami dan Vladivostok memberikan banyak peluang untuk pengembangan negara kita masing-masing,” ujar Wali Nanggroe.

Dalam wawancara, Wali Nanggroe menegaskan Aceh memiliki posisi strategis di persimpangan jalur laut internasional. Aceh juga kaya sumber daya alam, termasuk minyak dan gas di wilayah utara dan barat, serta hasil pertanian dan perkebunan.

Produk unggulan seperti Kopi Gayo sudah diekspor ke Amerika dan Eropa, sementara minyak nilam menjadi komoditas penting dengan pembeli utama dari Prancis. “Kami perlu pemasaran yang tepat, peningkatan produksi, dan distribusi yang lebih luas,” kata Wali Nanggroe.

Selain itu, Wali Nanggroe menyoroti potensi perikanan, pariwisata, dan kelautan. Pantai, pulau tropis, hingga ombak besar untuk olahraga selancar dinilai dapat menjadi daya tarik wisata internasional.
Kehadiran Aceh di EEF, menurut Wali Nanggroe, menjadi langkah awal mempererat hubungan langsung dengan Rusia. Ia menekankan ketertarikan Aceh pada teknologi, investasi, dan pengalaman Rusia dalam membangun industri serta tata kota.

“Tujuan utama kami di forum adalah membuka peluang kerja sama dengan perusahaan energi Rusia, khususnya terkait pengangkutan gas dari Sakhalin melalui Aceh ke negara lain,” ungkapnya.

Sementara itu, Konsul Kehormatan RI di Vladivostok, Anton A. Zubko, menegaskan perannya fokus pada pengembangan kerja sama dagang, ekonomi, dan budaya antara Indonesia dengan Timur Jauh Rusia.

Ia mengapresiasi kehadiran delegasi Aceh di forum bergengsi tersebut. “Terima kasih kepada Aceh dan pribadi Tuan Teungku Malik Mahmud Al Haythar yang memimpin delegasi tahun ini. Kami berupaya menjadikan kunjungan ini produktif sekaligus nyaman,” ujar Zubko.[]

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Banjir Rendam Tiga Kecamatan di Nagan Raya, Akses Meulaboh–Tapak Tuan Terganggu

7 Mei 2026 - 12:46 WIB

Banyak Hoaks Menyerang, Menag: Tak Ada Toleransi untuk Tindak Kekerasan Seksual

6 Mei 2026 - 23:24 WIB

Jangan Bohongi Rakyat, Pemerintah Didesak Transparan soal Harga dan Kondisi BBM

6 Mei 2026 - 13:11 WIB

Mahasiswa UIN Ar-Raniry Kaji 1.934 Manuskrip di Museum Aceh, Perkuat Studi Filologi Aceh

6 Mei 2026 - 10:45 WIB

Bank Aceh Syariah dan PT Taspen Perkuat Sinergi Layanan Pembayaran Pensiun

5 Mei 2026 - 21:56 WIB

Trending di News