Menu

Mode Gelap
Pemerintah Aceh Siapkan Revisi PoD Blok Andaman BINUS Medan Dorong Inovasi Human-Centered dalam Semangat Global Digitalpreneur Sekda Aceh: Suara Anak Penting untuk Pembangunan Aceh Kedepan Prof Jimly Semprot PTUN Soal Disertasi Bahlil: Hakim Ketinggalan Zaman, Rusak Etika UI! Polda Metro Jaya Jadwalkan Pelimpahan Roy Suryo dan Dokter Tifa ke Kejaksaan Pekan Depan Karo AUPK UIN Ar-Raniry Lantik 19 Pejabat Fungsional, Dorong Inovasi dan Transformasi Digital

Politik

Viral Kasur Berbelatung, Bunda Salma Desak Manajemen RSUD Cut Meutia Segera Berbenah

badge-check


					Anggota DPR Aceh dari Dapil Aceh Utara dan Lhokseumawe , Hj. Salmawati atau akrab disapa Bunda Salma Perbesar

Anggota DPR Aceh dari Dapil Aceh Utara dan Lhokseumawe , Hj. Salmawati atau akrab disapa Bunda Salma

BANDA ACEH – Anggota DPR Aceh dari Dapil Aceh Utara dan Lhokseumawe , Hj. Salmawati atau akrab disapa Bunda Salma, menyoroti keras video viral yang memperlihatkan pasien RSUD Cut Meutia terpaksa tidur di atas kasur yang dipenuhi belatung.

Menurutnya, kondisi memprihatinkan tersebut tidak hanya mencoreng citra pelayanan kesehatan, tetapi juga melukai rasa kemanusiaan masyarakat Aceh.

Bunda Salma menegaskan, manajemen rumah sakit harus segera turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh.

Ia mengingatkan bahwa pelayanan kesehatan adalah kebutuhan mendasar yang tidak boleh diabaikan.
Pelayanan kesehatan harus menjadi prioritas nomor satu.

Tidak boleh ada lagi masyarakat yang diperlakukan jauh dari standar kemanusiaan,” tegasnya, Jumat (3/10).

Ia juga menekankan pentingnya kepekaan pihak rumah sakit terhadap kondisi pasien. “Kami minta manajemen benar-benar peka terhadap keadaan masyarakat.

“Kan sayang kalau masyarakat harus mengeluh akibat fasilitas yang tidak layak, apalagi sampai ada kasus kasur penuh belatung,” ujarnya dengan nada prihatin.

Lebih lanjut, Bunda Salma mendesak agar pemerintah daerah bersama manajemen RSUD Cut Meutia bergerak cepat memperbaiki fasilitas dan meningkatkan pengawasan layanan. “Rumah sakit adalah tempat mencari kesembuhan, bukan menambah penderitaan.

“Ini harus menjadi alarm bersama agar pelayanan kesehatan di Aceh semakin baik, transparan, dan berorientasi pada kemanusiaan,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

PDIP: Urus Saja Persoalan Listrik Mati, Jangan Nyinyir!

20 Juni 2026 - 12:50 WIB

Aceh Singkil–Subulussalam Dinilai Layak Jadi Satu Dapil DPRA

17 Juni 2026 - 13:26 WIB

Ketua DPRK Banda Aceh Bersama NU Dukung Penegakan Syariat Islam oleh Walikota

7 Juni 2026 - 23:20 WIB

Istana Buka Suara Isu Purbaya Mundur dari Menteri Keuangan

5 Juni 2026 - 00:54 WIB

PBA Sebut Elit Aceh Sibuk Kejar Kekayaan

3 Juni 2026 - 13:45 WIB

Trending di Politik