Menu

Mode Gelap
RSUDZA Layani 2.000 Pasien per Hari, Obat Diberikan, Administrasi Diurus Kak Na Ajak Kader Aktif Jalankan 10 Program Pokok PKK Kak Na: Buah Naga Sabang, Meucrop Barang Sekda Aceh Harapkan KORMI Kota Langsa Jadi Lokomotif Budaya Hidup Sehat di Masyarakat Francisco Rivera dan Ambisi Persebaya Menembus Empat Besar Mualem Gelar Silaturahmi Bersama Ulama, Perkuat Sinergi Umara dan Ulama untuk Aceh Islami

News

Pasca-Banjir, Pemkab Aceh Tamiang Fokus Pulihkan Akses dan Fasilitas Publik

badge-check


					Kondisi pasca banjir di Aceh Tamiang [Dokumen Alif Ramadhan] Perbesar

Kondisi pasca banjir di Aceh Tamiang [Dokumen Alif Ramadhan]

ACEH TAMIANG– Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang terus mengoptimalkan konektivitas ke wilayah desa-desa yang terisolir pasca musibah banjir dan tanah longsor. Langkah ini dilakukan sebagai prioritas utama untuk menjamin kelancaran distribusi logistik bagi warga terdampak bencana hidrometeorologi di wilayah tersebut.

Bupati Aceh Tamiang, Drs. Armia Pahmi, menyampaikan bahwa saat ini pihaknya bersama Pemerintah Aceh, Polda Aceh, Pangdam IM serta instansi terkait tengah bersinergi melakukan pemulihan infrastruktur secara masif.

Kondisi medan yang berat menjadi tantangan tersendiri. Sebelumnya, dilaporkan beberapa ruas jalan di Aceh Tamiang mengalami kerusakan unik di mana struktur tanah menjadi sangat lembek “seperti agar-agar”, sehingga mustahil dilalui oleh kendaraan berat pengangkut bantuan.

“Ada sejumlah ruas jalan yang harus kami bangun kembali untuk memudahkan akses ke daerah terisolir. Salah satu contohnya adalah akses menuju Desa Tanjong Geulumpang, Kecamatan Sekerak, yang kini sudah dibangun jalan baru oleh personel Yonzipur Kodam Iskandar Muda (IM),” ujar Armia Pahmi.

Selain mengandalkan jalur darat yang baru dibangun, pemerintah juga memaksimalkan jalur sungai untuk memastikan bantuan logistik tetap sampai ke titik-titik yang sulit dijangkau.

Selain memfokuskan pemulihan di wilayah pinggiran, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang saat ini tengah menggenjot pembersihan material lumpur yang menggenangi pusat Ibukota Kuala Simpang. Langkah ini diambil sebagai upaya prioritas agar sarana publik dapat segera berfungsi kembali dan aktivitas masyarakat kembali normal. Sejumlah fasilitas umum yang menjadi sasaran utama pembersihan meliputi rumah sakit, pusat layanan kesehatan, gedung sekolah, hingga jalan-jalan protokol dan kawasan pemukiman warga yang terdampak cukup parah.

Terkait penyaluran bantuan, Bupati menegaskan bahwa distribusi dilakukan secara komprehensif. Tidak hanya bahan pokok atau sembako, pemerintah juga menyalurkan obat-obatan yang sangat dibutuhkan pascabencana.

“Distribusi bantuan ke daerah terisolir juga mencakup obat-obatan. Kami memberikan perhatian khusus kepada kelompok rentan, yaitu anak-anak, ibu hamil, balita, dan lansia, agar kesehatan mereka tetap terpantau dengan baik,” pungkasnya.[]

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Polri Mutasi 108 Pati dan Pamen, Sejumlah Kapolda dan PJU Mabes Berganti

9 Mei 2026 - 14:45 WIB

Banjir Rendam Tiga Kecamatan di Nagan Raya, Akses Meulaboh–Tapak Tuan Terganggu

7 Mei 2026 - 12:46 WIB

Banyak Hoaks Menyerang, Menag: Tak Ada Toleransi untuk Tindak Kekerasan Seksual

6 Mei 2026 - 23:24 WIB

Jangan Bohongi Rakyat, Pemerintah Didesak Transparan soal Harga dan Kondisi BBM

6 Mei 2026 - 13:11 WIB

Mahasiswa UIN Ar-Raniry Kaji 1.934 Manuskrip di Museum Aceh, Perkuat Studi Filologi Aceh

6 Mei 2026 - 10:45 WIB

Trending di News