BANDA ACEH – Menyambut dimulainya pembagian proyek yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Ketua Influencer Aceh Mualem–Dek Fad, Tarmizi Age, mengingatkan agar tidak ada praktik korupsi di bawah kepemimpinan Pemerintah Mualem–Dek Fad.
Pernyataan tersebut disampaikan Tarmizi Age, Rabu (11 Maret 2026), saat menyoroti proses pembagian serta pelaksanaan proyek-proyek pembangunan di Aceh.
Ia menegaskan bahwa korupsi hanya akan menghambat kebangkitan dan kemajuan Aceh, terlebih di tengah kondisi daerah yang masih terdampak bencana seperti banjir dan tanah longsor.
Menurutnya, pemerintah perlu memastikan setiap proyek berjalan secara transparan, menghindari praktik nepotisme, serta membuka pengawasan publik agar penyaluran dan pelaksanaan program pembangunan berlangsung secara akuntabel.
“Tentu kita berharap tidak ada korupsi dalam pembagian maupun pelaksanaan proyek APBA dan APBN. Aceh tidak akan bangkit dan maju jika praktik korupsi masih terjadi,” ujar Tarmizi.
Ia juga mengingatkan agar proyek-proyek pembangunan tidak hanya dinikmati oleh kelompok tertentu atau kroni, karena hal tersebut berpotensi menimbulkan nepotisme dan memperlebar ketertinggalan daerah.
Tarmizi menilai kondisi Aceh yang saat ini belum sepenuhnya pulih dari berbagai bencana harus menjadi perhatian serius pemerintah. Karena itu, pembangunan yang bersih, transparan, dan tepat sasaran dinilai menjadi kunci utama dalam mempercepat pemulihan daerah serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Intinya jangan korupsi. Itu menjadi kunci agar Aceh bisa bangkit, maju, dan pulih,” tegasnya.
Ia berharap pemerintah benar-benar berpihak kepada rakyat dan menjaga amanah dalam setiap kebijakan pembangunan yang dijalankan.











