Menu

Mode Gelap
Pascasarjana UIN Ar-Raniry Yudisium 152 Alumni Baru DPR Soroti 10 Ribu Desa Belum Terlayani Internet, Minta Pemerataan 3T Dipercepat Komisi VII Dorong Petani dan Industri Terhubung Langsung ke Pasar Jean Mangabeira Siap Bawa Dewa United Amankan Tiga Poin dari PSS Lini Pertahanan Jadi Sorotan PSS Jelang Hadapi Dewa United Dewa United Bidik Tiga Poin, Osmar Loss Waspadai PSS Sleman

Politik

DPRA Soroti Lambatnya APBA 2026, Rehab Rekon Harus Diprioritaskan

badge-check


					Wakil Ketua DPRA, Ir. Saifuddin Muhammad Perbesar

Wakil Ketua DPRA, Ir. Saifuddin Muhammad

BANDA ACEH – Memasuki April 2026, realisasi program dan kegiatan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) 2026 dinilai belum berjalan signifikan. Hingga kini, pelaksanaan anggaran masih didominasi belanja rutin seperti gaji dan tunjangan Aparatur Sipil Negara (ASN).

Sementara itu, program yang berdampak langsung bagi masyarakat, termasuk kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab rekon) pascabencana hidrometeorologi akhir tahun lalu, belum menunjukkan pergerakan berarti.

Wakil Ketua DPRA, Ir. Saifuddin Muhammad, mendesak Pemerintah Aceh untuk segera merealisasikan program prioritas dalam APBA 2026, khususnya yang berkaitan dengan percepatan rehab rekon.

“Kita meminta Pemerintah Aceh segera merealisasikan APBA 2026, terutama untuk percepatan rehab rekon. Ini sudah akhir kuartal pertama, harus ada upaya akselerasi. Bila perlu dibuat timeline percepatan tender dan penandatanganan kontrak secara kolektif,” ujar Saifuddin, yang akrab disapa Yah Fud.

Menurutnya, percepatan realisasi anggaran sangat penting untuk mendorong perputaran ekonomi masyarakat, terutama di wilayah terdampak bencana. Ia menilai, belanja pemerintah dapat menjadi stimulus bagi pemulihan ekonomi rakyat.

Yah Fud menyoroti pentingnya pembangunan kembali infrastruktur yang rusak, seperti normalisasi sungai, bendungan, waduk, dan jaringan irigasi guna mendukung sektor pertanian. Selain itu, pembangunan jalan, jembatan, serta infrastruktur vital lainnya juga dinilai mendesak.

“Jika kegiatan sudah berjalan dan uang beredar di masyarakat, insyaAllah dapat meringankan beban warga terdampak. Bahkan masyarakat bisa dilibatkan langsung dalam proses pembangunan, sehingga ekonomi yang sempat terpuruk bisa kembali bergerak,” katanya.

Ia menambahkan, selain dukungan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), APBA juga diharapkan menjadi instrumen penting dalam percepatan pemulihan ekonomi di daerah terdampak.

Di sisi lain, Saifuddin meminta masyarakat memahami adanya keterlambatan realisasi APBA yang dipengaruhi sejumlah faktor, termasuk pengembalian dana Transfer ke Daerah (TKD) yang berdampak pada penyesuaian dokumen anggaran.

“Kita berharap masyarakat bisa memahami dinamika ini. Namun ke depan, kita minta tidak ada lagi keterlambatan. Pemerintah Aceh, khususnya SKPA, harus segera menyelesaikan seluruh proses administrasi agar APBA bisa segera dieksekusi, karena masyarakat sudah menunggu,” tutupnya. []

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Komisi VIII Dorong Penguatan Layanan Haji di Daerah

18 September 2026 - 13:32 WIB

DPRK Terima Raqan Perubahan APBK Banda Aceh 2026, Belanja Naik 19,67 Persen

14 September 2026 - 22:31 WIB

Tgk Muharuddin Raih SMSI Aceh Award 2026, Dinilai Responsif Perjuangkan Kepentingan Aceh

6 September 2026 - 21:23 WIB

Terima Kunjungan PLN, Ketua DPRK Banda Aceh Minta Antisipasi Krisis Listrik Saat Bencana

4 September 2026 - 23:25 WIB

Komisi III DPR Kawal UU Perampasan Aset agar Tak Jadi Alat Kekuasaan

31 Agustus 2026 - 14:02 WIB

Trending di Politik