Menu

Mode Gelap
DPR Soroti 10 Ribu Desa Belum Terlayani Internet, Minta Pemerataan 3T Dipercepat Komisi VII Dorong Petani dan Industri Terhubung Langsung ke Pasar Jean Mangabeira Siap Bawa Dewa United Amankan Tiga Poin dari PSS Lini Pertahanan Jadi Sorotan PSS Jelang Hadapi Dewa United Dewa United Bidik Tiga Poin, Osmar Loss Waspadai PSS Sleman PSIS Matangkan Transisi, WCP Pelajari Celah Semen Padang

Pemerintahan

Sekda Aceh Buka Banda Aceh Experience: Tekankan Kolaborasi Kota dan Hilirisasi Industri

badge-check


					Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir Perbesar

Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir

BANDA ACEH –Gubernur Aceh, H. Muzakir Manaf, yang diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, secara resmi membuka kegiatan Banda Aceh Experience (City Expo) di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh, Senin malam (20/4/2026).

Acara yang diinisiasi oleh Pemerintah Kota Banda Aceh ini merupakan bagian dari rangkaian Rapat Kerja Komisariat Wilayah (Rakerkomwil) I APEKSI. Pembukaan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Walikota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, serta para Walikota dari berbagai kota di wilayah Pulau Sumatera.

Dalam sambutannya yang dibacakan oleh M. Nasir, Gubernur Muzakir Manaf menyampaikan apresiasi mendalam kepada Pemko Banda Aceh dan seluruh panitia yang telah mempersiapkan acara dengan matang. Ia menegaskan bahwa kehadiran para pimpinan daerah dari berbagai kota di Indonesia merupakan energi positif bagi pembangunan Aceh.

“Kehadiran Bapak dan Ibu sekalian merupakan kehormatan bagi kami, sekaligus membawa energi positif dalam memperkuat jejaring dan kerja sama antar kota di Indonesia,” ujar Sekda Aceh, M. Nasir.

M. Nasir juga menyoroti posisi geostrategis Aceh yang berada di pintu masuk Selat Malaka. Ia memaparkan visi besar menjadikan Aceh sebagai hub logistik internasional melalui Pelabuhan Sabang, yang didukung oleh komoditas unggulan seperti Kopi Gayo dan minyak nilam, hasil perikanan samudera serta cadangan gas alam dan energi terbarukan.

Ia menekankan bahwa kunci kemajuan Aceh ke depan terletak pada hilirisasi industri. “Sinergi antara pemanfaatan sumber daya mentah dan hilirisasi industri menjadi kunci utama agar kekayaan alam memberikan nilai tambah ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat,” tambahnya.

Terkait isu perkotaan, Sekda Aceh memaparkan data statistik yang memproyeksikan urbanisasi di Indonesia akan menembus angka 65 persen pada tahun 2045.

Mengingat kontribusi kota terhadap ekonomi global mencapai 80 persen, ia mendesak para anggota APEKSI untuk segera menangkap peluang strategis tersebut. M. Nasir menjelaskan bahwa secara teknis, setiap kenaikan satu persen urbanisasi yang terkelola dengan baik berpotensi mendongkrak PDB per kapita sebesar 3 hingga 5 persen. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya akselerasi transformasi menuju Smart and Green Cities guna menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Menutup sambutannya, Pemerintah Aceh mengajak para delegasi dan tamu dari luar daerah untuk tidak hanya menikmati kuliner dan budaya melalui expo ini, tetapi juga menjadi jembatan bagi para investor.

“Kami mengajak jajaran Pemerintah Kota untuk mendorong para pelaku usaha di wilayah Bapak/Ibu agar melirik potensi investasi yang luar biasa di Serambi Mekkah,” tutup M. Nasir.(***)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Komisi VII Dorong Petani dan Industri Terhubung Langsung ke Pasar

19 September 2026 - 22:52 WIB

Data Desil Jadi Sumber Salah Paham, BPS Diminta Bergerak Cepat

18 September 2026 - 13:36 WIB

Rekonstruksi Pascabencana Berlanjut, Pemerintah Pulihkan 3 Jembatan di Lintas Timur Aceh

16 September 2026 - 14:06 WIB

Dek Fadh Sampaikan Sejumlah Persoalan Pertanahan Aceh dalam Raker dan RDP Komisi II DPR RI

16 September 2026 - 13:53 WIB

Anggaran Rehab-Rekon Aceh Rp. 25,65 Triliun, 92 Persen Dikelola Pemerintah Pusat

8 September 2026 - 16:09 WIB

Trending di Pemerintahan