Menu

Mode Gelap
Pemerintah Aceh Angkat 228 Pegawai Negeri Sipil Mujiburrahman Kembali Dilantik sebagai Rektor UIN Ar-Raniry Periode Kedua 2026–2030 Peringati Hari Didong, Ketua KNA Ajak Masyarakat Lestarikan Budaya Gayo Pemerintah Aceh Jelaskan Posisi Bantuan Kementan untuk Pemulihan Sawah dan Kebun Tak Sekadar Salurkan Pembiayaan, BSI Bangun Ekosistem UMKM Nasional Bersama Danantara Dirut SIG Turun ke Aceh, Pastikan Pasokan Semen Kembali Stabil

Politik

Ketua DPRK Banda Aceh Kecam Kekerasan Anak di Day Care, Minta Pengawasan Diperketat

badge-check


					Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota Banda Aceh Irwansyah ST Perbesar

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota Banda Aceh Irwansyah ST

*Keluarga Korban Harus Dapat Keadilan

BANDA ACEH – Ketua DPRK Banda Aceh, Irwansyah ST, mengecam keras dugaan tindak kekerasan terhadap seorang bayi yang terjadi di sebuah tempat penitipan anak (day care) di Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh.

Peristiwa yang terjadi beberapa hari lalu itu, kini menuai perhatian luas.

Irwansyah mendesak agar keluarga korban mendapatkan keadilan, serta meminta pelaku diproses hukum dan dijatuhi sanksi setimpal atas perbuatannya.

Ia mengaku sangat miris melihat tindakan para pengasuh, yang seharusnya memberikan kasih sayang dan perlindungan kepada anak-anak yang dititipkan oleh orang tuanya, namun justru melakukan kekerasan.

Terlebih, korban diketahui masih berusia 18 bulan.

Irwansyah juga mendesak aparat penegak hukum untuk menindak tegas seluruh pihak yang terlibat dan memastikan adanya pertanggungjawaban hukum.

Menurutnya, kasus ini harus menjadi momentum bagi Pemerintah Kota Banda Aceh untuk melakukan pembenahan menyeluruh, terutama dalam hal pengawasan terhadap tempat penitipan anak hingga Taman Kanak-kanak.

Ia menekankan pentingnya peningkatan standar pola asuh, kriteria pengasuh, serta seleksi ketat terhadap tenaga pengasuh agar tidak dilakukan secara sembarangan.

Selain itu, aspek lain seperti sanitasi, limbah, kebersihan dan kelayakan fasilitas di day care juga harus menjadi perhatian serius pemerintah sebagai pihak pengawas.

Ia menegaskan bahwa anak-anak yang dititipkan di fasilitas tersebut merupakan generasi masa depan Banda Aceh dan Aceh secara umum.

“Bisa jadi mereka kelak menjadi pemimpin, tokoh masyarakat, atau akademisi. Karena itu, pengawasan terhadap tempat penitipan anak harus benar-benar diperketat,” ujar Politisi muda PKS ini.

Ia menambahkan, kejadian ini harus menjadi alarm bagi semua pihak, agar pengawasan terhadap day care maupun taman kanak-kanak semakin ditingkatkan ke depan.

“Saya harap peristiwa serupa tidak kembali terulang di Banda Aceh. Ini harus menjadi yang terakhir dan tidak boleh ada anak lain yang mengalaminya,” pungkas Irwansyah.

Diketahui, kasus kekerasan terhadap bayi perempuan berusia 18 bulan itu terjadi di salah satu day care di Kecamatan Syiah Kuala. Video kejadian tersebut sempat beredar luas di masyarakat dan memicu kecaman publik.

Saat ini, kasus tersebut telah ditangani oleh pihak kepolisian dan direspons oleh Pemko Banda Aceh.

Ketua DPRK pun memberikan apresiasi kepada Polresta dan Pemko Banda Aceh atas respons cepatnya terhadap kasus ini.

Enam orang saksi telah diperiksa, termasuk terduga pelaku.

Pihak pengelola day care juga telah memberhentikan pengasuh yang diduga melakukan kekerasan.

Selain itu, dua pengasuh lain yang berada di lokasi kejadian turut diberhentikan karena dianggap lalai dan tidak mencegah tindakan tersebut.

Irwansyah berharap seluruh proses hukum yang berjalan dapat memberikan keadilan bagi korban dan keluarganya. Ia juga menegaskan bahwa kasus ini harus menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk melakukan pembenahan ke depan.(*)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Dewan Terima Dokumen R-KUA-PPAS APBK Banda Aceh 2027 dari Eksekutif

4 Agustus 2026 - 09:08 WIB

Dua Dekade MoU Helsinki, Implementasi Kewenangan Aceh Masih Jadi Tantangan

30 Juli 2026 - 17:09 WIB

Lembaga Wali Nanggroe Gandeng Akademisi UTU Perkuat Implementasi MoU Helsinki

29 Juli 2026 - 17:42 WIB

20-an Anak di Deah Raya Belum Kebagian Sekolah, Ketua DPRK Minta Disdikbud Segera Mencarikan Sekolah

28 Juli 2026 - 13:26 WIB

Jangan Biarkan Tambang Aceh Dikuasai Luar

26 Juli 2026 - 12:39 WIB

Trending di Politik