Menu ✖

Mode Gelap
Polri Tetapkan Listyo Sigit, Ahrie Sonta, Eko Hadi Tersangka Penyadapan Presiden UIN Ar-Raniry dan Pijar Foundation Jalin Kerja Sama Perkuat Akses Pendidikan bagi Mahasiswa Disabilitas Rektor UIN Ar-Raniry Lepas 19 Anggota Kontingen OASE PTKIN 2026 Proyek Interior Banda Aceh Academy Rp1,5 Miliar Dimenangkan CV Nuansa Indah Persib Tebar Tekanan ke Persija di Puncak Klasemen Pria 59 Tahun Diduga Cabuli Dua Anak di Banda Aceh, Ditangkap di TPI Lampulo

Politik

PDIP: Jokowi yang Buat Adegan Injak Kepala Kerbau dan Sengaja Viralkan agar Jadi Perbincangan

badge-check


					PDIP: Jokowi yang Buat Adegan Injak Kepala Kerbau dan Sengaja Viralkan agar Jadi Perbincangan Perbesar

Politikus PDIP Deddy Sitorus tak percaya Joko Widodo alias Jokowi tidak mengetahui prosesi injak kepala kerbau di Lampung.

Deddy Sitorus mengaku tidak peduli dengan upacara adat injak kepala kerbau tersebut. Namun ia meyakini Jokowi mengetahui prosesi yang digelar oleh tokoh adat itu.

“Yang saya dengar, Jokowi jadi ketua panitia kegiatan itu. Sehingga sangat tidak masuk akal dan mungkin berbohong kalau dia bilang tidak tahu akan ada drama sinetron soal injak-menginjak itu,” katanya kepada wartawan, Jumat, 3 Juli 2026.

Menurutnya, PDIP tidak peduli dengan manuver politik Jokowi termasuk dengan safari ke berbagai daerah.

“Bagi kami, terserahlah Jokowi mau lakukan apa saja untuk mencapai tujuannya, kita nggak ambil pusing,” tandasnya.

Deddy menganggap manuver politik yang dilakukan Jokowi sebagai cara agar nama Presiden ke-7 RI itu terus menjadi bahan perbincangan publik.

“Ini ceritanya, dia yang buat, dia yang waswas, dan dia pula yang viralkan. Bagi kami, itu cuma dagelan lucu-lucuan agar publik terus membicarakan dia,” tutur Deddy.

Sebelumnya Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Bestari Barus mengungkap cerita di balik Jokowi menginjak kepala kerbau dalam upacara adat di Lampung.

Dia menyebut Jokowi tidak mengetahui ada prosesi menginjak kepala kerbau dalam upacara adat tersebut.

“Sebetulnya itu kan kehadiran Pak Jokowi diundang untuk diberikan penghargaan adat setempat ya kan. Dengan gelar Baginda Pemuka Rakyat,” katanya, Jumat, 3 Juli 2026.

Dia menepis anggapan pemberian gar tersebut dilakukan atas permintaan Jokowi.

“Bukan juga Pak Jokowi yang menentukan harus jadi apa. Beliau datang menghormati undangan para tokoh, tokoh dewan adat gitulah,” bebernya.

Dia menuturkan sesuai pengakuan Jokowi, Presiden ke-7 RI itu tidak mengetahui ada kepala kerbau yang sudah disiapkan tokoh adat.

Pada momentum tersebut Jokowi sempat memprediksi hal itu bakal menjadi perbincangan publik.

“‘Dan disuruh duduk di depannya kepala kerbau. Beliau sempat bergumam gitu, ‘Wah ini nanti ramai ini’,” ungkap Bestari.

Jokowi semakin yakin upacara adat tersebut bakal menjadi polemik saat diminta secara simbolis menginjak kepala kerbau tersebut.

Bestari menegaskan Jokowi mengikuti keseluruhan prosesi sebagai bentuk penghormatan kepada tokoh adat yang menggelar upacara.

“Apalagi ketika, kemudian diminta untuk menjejakkan kaki di atas kepala kerbau itu. Dan itu beliau juga, ‘Waduh ini lebih ramai lagi nanti ini’. Jadi beliau sama sekali tidak tahu prosesi itu, ya ikut saja,” ujar Bestari. ***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Komisi III DPR Dorong Aset Pelaku Kejahatan Keuangan Dikembalikan kepada Korban

31 Oktober 2026 - 17:30 WIB

DPR Desak OJK Relaksasi Kredit UMKM Terdampak Bencana

30 Oktober 2026 - 17:41 WIB

Dek Gam Apresiasi Polda Aceh Tangkap Penimbun Solar, Antrean di SPBU Mulai Menghilang

26 Oktober 2026 - 17:46 WIB

Jaga Adat dan Meringankan Beban Warga Gampong, Daniel A Wahab Bantu Perangkat Pelaminan untuk Alue Deah Teungoh

22 Oktober 2026 - 19:12 WIB

DPR Minta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Perkuat Koordinasi

20 Oktober 2026 - 18:34 WIB

Trending di Politik