Menu

Mode Gelap
PDIP: Jokowi yang Buat Adegan Injak Kepala Kerbau dan Sengaja Viralkan agar Jadi Perbincangan Cerita Miris Dosen Lulusan S3 Australia, Gaji di Indonesia Hanya Rp2,6 Juta Menhut Raja Juli Kembalikan Amplop dari Bupati Kuansing, KPK: Tak Menghapus Pidana Selain Suap, Bupati Langkat Juga Diduga Terima Gratifikasi Rp 3,5 Miliar Mau Gencarkan PLTS, PLN Bakal Tiru Arab-AS Harga HP Oppo Terbaru Naik Gila-Gilaan, Manajemen Buka Suara

Politik

PDIP: Jokowi yang Buat Adegan Injak Kepala Kerbau dan Sengaja Viralkan agar Jadi Perbincangan

badge-check


					PDIP: Jokowi yang Buat Adegan Injak Kepala Kerbau dan Sengaja Viralkan agar Jadi Perbincangan Perbesar

Politikus PDIP Deddy Sitorus tak percaya Joko Widodo alias Jokowi tidak mengetahui prosesi injak kepala kerbau di Lampung.

Deddy Sitorus mengaku tidak peduli dengan upacara adat injak kepala kerbau tersebut. Namun ia meyakini Jokowi mengetahui prosesi yang digelar oleh tokoh adat itu.

“Yang saya dengar, Jokowi jadi ketua panitia kegiatan itu. Sehingga sangat tidak masuk akal dan mungkin berbohong kalau dia bilang tidak tahu akan ada drama sinetron soal injak-menginjak itu,” katanya kepada wartawan, Jumat, 3 Juli 2026.

Menurutnya, PDIP tidak peduli dengan manuver politik Jokowi termasuk dengan safari ke berbagai daerah.

“Bagi kami, terserahlah Jokowi mau lakukan apa saja untuk mencapai tujuannya, kita nggak ambil pusing,” tandasnya.

Deddy menganggap manuver politik yang dilakukan Jokowi sebagai cara agar nama Presiden ke-7 RI itu terus menjadi bahan perbincangan publik.

“Ini ceritanya, dia yang buat, dia yang waswas, dan dia pula yang viralkan. Bagi kami, itu cuma dagelan lucu-lucuan agar publik terus membicarakan dia,” tutur Deddy.

Sebelumnya Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Bestari Barus mengungkap cerita di balik Jokowi menginjak kepala kerbau dalam upacara adat di Lampung.

Dia menyebut Jokowi tidak mengetahui ada prosesi menginjak kepala kerbau dalam upacara adat tersebut.

“Sebetulnya itu kan kehadiran Pak Jokowi diundang untuk diberikan penghargaan adat setempat ya kan. Dengan gelar Baginda Pemuka Rakyat,” katanya, Jumat, 3 Juli 2026.

Dia menepis anggapan pemberian gar tersebut dilakukan atas permintaan Jokowi.

“Bukan juga Pak Jokowi yang menentukan harus jadi apa. Beliau datang menghormati undangan para tokoh, tokoh dewan adat gitulah,” bebernya.

Dia menuturkan sesuai pengakuan Jokowi, Presiden ke-7 RI itu tidak mengetahui ada kepala kerbau yang sudah disiapkan tokoh adat.

Pada momentum tersebut Jokowi sempat memprediksi hal itu bakal menjadi perbincangan publik.

“‘Dan disuruh duduk di depannya kepala kerbau. Beliau sempat bergumam gitu, ‘Wah ini nanti ramai ini’,” ungkap Bestari.

Jokowi semakin yakin upacara adat tersebut bakal menjadi polemik saat diminta secara simbolis menginjak kepala kerbau tersebut.

Bestari menegaskan Jokowi mengikuti keseluruhan prosesi sebagai bentuk penghormatan kepada tokoh adat yang menggelar upacara.

“Apalagi ketika, kemudian diminta untuk menjejakkan kaki di atas kepala kerbau itu. Dan itu beliau juga, ‘Waduh ini lebih ramai lagi nanti ini’. Jadi beliau sama sekali tidak tahu prosesi itu, ya ikut saja,” ujar Bestari. ***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

PDIP: Urus Saja Persoalan Listrik Mati, Jangan Nyinyir!

20 Juni 2026 - 12:50 WIB

Aceh Singkil–Subulussalam Dinilai Layak Jadi Satu Dapil DPRA

17 Juni 2026 - 13:26 WIB

Ketua DPRK Banda Aceh Bersama NU Dukung Penegakan Syariat Islam oleh Walikota

7 Juni 2026 - 23:20 WIB

Istana Buka Suara Isu Purbaya Mundur dari Menteri Keuangan

5 Juni 2026 - 00:54 WIB

PBA Sebut Elit Aceh Sibuk Kejar Kekayaan

3 Juni 2026 - 13:45 WIB

Trending di Politik