Menu ✖

Mode Gelap
Polri Tetapkan Listyo Sigit, Ahrie Sonta, Eko Hadi Tersangka Penyadapan Presiden UIN Ar-Raniry dan Pijar Foundation Jalin Kerja Sama Perkuat Akses Pendidikan bagi Mahasiswa Disabilitas Rektor UIN Ar-Raniry Lepas 19 Anggota Kontingen OASE PTKIN 2026 Proyek Interior Banda Aceh Academy Rp1,5 Miliar Dimenangkan CV Nuansa Indah Persib Tebar Tekanan ke Persija di Puncak Klasemen Pria 59 Tahun Diduga Cabuli Dua Anak di Banda Aceh, Ditangkap di TPI Lampulo

Politik

DPR Minta Bank Tak Lagi Pinggirkan UMKM

badge-check


					Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay, saat RDP Panja Permodalan dan Pembiayaan UMKM di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Kamis (27/8/2026). Foto: Farhan/Karisma Perbesar

Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay, saat RDP Panja Permodalan dan Pembiayaan UMKM di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Kamis (27/8/2026). Foto: Farhan/Karisma

JAKARTA — Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Daulay menilai usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memiliki kekuatan ekonomi besar yang berkontribusi terhadap pertumbuhan perekonomian Indonesia. Namun, akses permodalan masih menjadi persoalan klasik yang dihadapi pelaku UMKM.

Menurut Saleh, UMKM yang mendapatkan pendampingan secara konsisten, akses terhadap teknologi, serta dukungan ekosistem yang memadai dapat memberikan kontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

“Akses permodalan menjadi tantangan utama dalam industri UMKM, baik kecil maupun menengah. Sebab, permodalan merupakan hal utama yang menentukan berkembang atau tidaknya suatu UMKM. Saat ini banyak bank yang enggan melirik UMKM untuk diberikan pinjaman atau disalurkan modal, sehingga terkesan UMKM menjadi pilihan kedua,” ujar Saleh dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Panja Permodalan dan Pembiayaan UMKM di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Kamis (27/8/2026).

Ia mengatakan, persoalan permodalan masih menjadi masalah klasik bagi pelaku UMKM. Fenomena tersebut juga menjadi perhatian Badan Pusat Statistik (BPS). Dalam periode 2016 hingga 2020, persoalan permodalan disebut sebagai salah satu faktor tertinggi yang memengaruhi perkembangan industri UMKM.

Salah satu penyebab sulitnya akses pembiayaan adalah persyaratan pinjaman yang dinilai cukup berat. Selain itu, banyak pelaku UMKM tidak memiliki agunan untuk mengajukan kredit perbankan.

Sebagian pelaku usaha juga mengaku belum memahami prosedur pengajuan pinjaman perbankan. Faktor penolakan pengajuan kredit turut menjadi hambatan bagi UMKM dalam memperoleh modal.

“Kesannya, karena UMKM itu jangkauannya luas dan ada di mana-mana, pihak bank merasa tidak mendapatkan keuntungan. Sebaliknya, perusahaan besar dengan mudah mendapatkan pinjaman. Regulasi juga akan kita perbaiki sehingga bank-bank penyalur ini tidak bisa lari dari kewajibannya,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Komisi III DPR Dorong Aset Pelaku Kejahatan Keuangan Dikembalikan kepada Korban

31 Oktober 2026 - 17:30 WIB

DPR Desak OJK Relaksasi Kredit UMKM Terdampak Bencana

30 Oktober 2026 - 17:41 WIB

Dek Gam Apresiasi Polda Aceh Tangkap Penimbun Solar, Antrean di SPBU Mulai Menghilang

26 Oktober 2026 - 17:46 WIB

Jaga Adat dan Meringankan Beban Warga Gampong, Daniel A Wahab Bantu Perangkat Pelaminan untuk Alue Deah Teungoh

22 Oktober 2026 - 19:12 WIB

DPR Minta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Perkuat Koordinasi

20 Oktober 2026 - 18:34 WIB

Trending di Politik