Menu

Mode Gelap
Jelang FASI, Bupati Alfarlaky Terima Audiensi Pengurus BKPRMI Julok Juara Lomba Masak Serba Ikan Se-Aceh Timur Terima Kunjungan PLN, Ketua DPRK Banda Aceh Minta Antisipasi Krisis Listrik Saat Bencana UIN Ar-Raniry Siapkan Dosen Hadapi Perkuliahan Perdana Pendidikan Dokter Wakili Aceh, Tangke Tampil di Lake Toba Traditional Music Festival UIN Ar-Raniry Buka Pendaftaran Prodi Kedokteran, Seleksi Digelar 12 September

Politik

DPR Minta Bank Tak Lagi Pinggirkan UMKM

badge-check


					Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay, saat RDP Panja Permodalan dan Pembiayaan UMKM di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Kamis (27/8/2026). Foto: Farhan/Karisma Perbesar

Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay, saat RDP Panja Permodalan dan Pembiayaan UMKM di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Kamis (27/8/2026). Foto: Farhan/Karisma

JAKARTA — Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Daulay menilai usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memiliki kekuatan ekonomi besar yang berkontribusi terhadap pertumbuhan perekonomian Indonesia. Namun, akses permodalan masih menjadi persoalan klasik yang dihadapi pelaku UMKM.

Advertisements
Ad 33

Menurut Saleh, UMKM yang mendapatkan pendampingan secara konsisten, akses terhadap teknologi, serta dukungan ekosistem yang memadai dapat memberikan kontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

“Akses permodalan menjadi tantangan utama dalam industri UMKM, baik kecil maupun menengah. Sebab, permodalan merupakan hal utama yang menentukan berkembang atau tidaknya suatu UMKM. Saat ini banyak bank yang enggan melirik UMKM untuk diberikan pinjaman atau disalurkan modal, sehingga terkesan UMKM menjadi pilihan kedua,” ujar Saleh dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Panja Permodalan dan Pembiayaan UMKM di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Kamis (27/8/2026).

Ia mengatakan, persoalan permodalan masih menjadi masalah klasik bagi pelaku UMKM. Fenomena tersebut juga menjadi perhatian Badan Pusat Statistik (BPS). Dalam periode 2016 hingga 2020, persoalan permodalan disebut sebagai salah satu faktor tertinggi yang memengaruhi perkembangan industri UMKM.

Salah satu penyebab sulitnya akses pembiayaan adalah persyaratan pinjaman yang dinilai cukup berat. Selain itu, banyak pelaku UMKM tidak memiliki agunan untuk mengajukan kredit perbankan.

Sebagian pelaku usaha juga mengaku belum memahami prosedur pengajuan pinjaman perbankan. Faktor penolakan pengajuan kredit turut menjadi hambatan bagi UMKM dalam memperoleh modal.

“Kesannya, karena UMKM itu jangkauannya luas dan ada di mana-mana, pihak bank merasa tidak mendapatkan keuntungan. Sebaliknya, perusahaan besar dengan mudah mendapatkan pinjaman. Regulasi juga akan kita perbaiki sehingga bank-bank penyalur ini tidak bisa lari dari kewajibannya,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Terima Kunjungan PLN, Ketua DPRK Banda Aceh Minta Antisipasi Krisis Listrik Saat Bencana

4 September 2026 - 23:25 WIB

Komisi III DPR Kawal UU Perampasan Aset agar Tak Jadi Alat Kekuasaan

31 Agustus 2026 - 14:02 WIB

Komisi VI DPR Ingatkan KDKMP Jangan Matikan Usaha Rakyat

30 Agustus 2026 - 20:03 WIB

Penanganan Bencana Harus Didukung Anggaran Memadai

28 Agustus 2026 - 10:53 WIB

DPR Ajak Masyarakat Awasi Komitmen Pengesahan RUU Perampasan Aset

27 Agustus 2026 - 17:43 WIB

Trending di Politik