Menu

Mode Gelap
Francisco Rivera dan Ambisi Persebaya Menembus Empat Besar Mualem Gelar Silaturahmi Bersama Ulama, Perkuat Sinergi Umara dan Ulama untuk Aceh Islami Polri Mutasi 108 Pati dan Pamen, Sejumlah Kapolda dan PJU Mabes Berganti Sekda Nasir: Semua Rumah Sakit Wajib Terima Pasien Sekda Aceh Buka Rakerprov KONI Aceh 2026, Tekankan Pembinaan Atlet Berkelanjutan Banjir Rendam Tiga Kecamatan di Nagan Raya, Akses Meulaboh–Tapak Tuan Terganggu

Pemerintahan

Gubernur Aceh Bahas Investasi di Sektor Kesehatan dengan Investor Malaysia

badge-check


					Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, menggelar pertemuan dengan investor asal Malaysia yang bergerak di bidang kesehatan, Dr. Fetrix, pada Sabtu (15/3). Pertemuan yang berlangsung di Ruang Adat, Meuligoe Gubernur Aceh, Banda Aceh, ini membahas sejumlah agenda strategis terkait peningkatan layanan kesehatan di Aceh. Perbesar

Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, menggelar pertemuan dengan investor asal Malaysia yang bergerak di bidang kesehatan, Dr. Fetrix, pada Sabtu (15/3). Pertemuan yang berlangsung di Ruang Adat, Meuligoe Gubernur Aceh, Banda Aceh, ini membahas sejumlah agenda strategis terkait peningkatan layanan kesehatan di Aceh.

BANDA ACEH – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, menggelar pertemuan dengan investor asal Malaysia yang bergerak di bidang kesehatan, Dr. Fetrix, pada Sabtu (15/3). Pertemuan yang berlangsung di Ruang Adat, Meuligoe Gubernur Aceh, Banda Aceh, ini membahas sejumlah agenda strategis terkait peningkatan layanan kesehatan di Aceh.

Salah satu pembahasan utama dalam pertemuan tersebut adalah rencana pembangunan pusat kesehatan atau rumah sakit berteknologi tinggi yang akan direalisasikan sebelum 100 hari kerja Gubernur Muzakir Manaf.

Menurut pembahasan yang mengemuka, fasilitas kesehatan yang dirancang akan memiliki fokus utama pada penyakit jantung, kesehatan ibu dan anak, serta perawatan kulit dan kecantikan.

Dengan mengusung konsep rumah sakit modern, pusat kesehatan ini nantinya akan dilengkapi dengan teknologi canggih, termasuk Magnetic Resonance Imaging (MRI) guna meningkatkan akurasi diagnosis dan layanan medis bagi masyarakat Aceh.

Sebagai bentuk komitmen terhadap layanan kesehatan berkualitas, rumah sakit ini juga akan menerapkan sistem kolaborasi tenaga medis dari Malaysia dan Indonesia.

Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas tenaga kesehatan lokal serta memastikan layanan yang diberikan sesuai dengan standar internasional.

Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, menyambut baik rencana kerja sama ini dan menekankan pentingnya pengkajian lebih lanjut untuk memastikan proyek ini berjalan sesuai harapan.

“Kesehatan masyarakat Aceh menjadi prioritas utama. Kami ingin menghadirkan fasilitas kesehatan terbaik dengan teknologi modern dan tenaga medis yang mumpuni. Kerja sama ini akan segera kami kaji secara mendalam agar dapat direalisasikan,” ujar Muzakir Manaf.

Rencana investasi ini disambut dengan optimisme, mengingat tingginya kebutuhan masyarakat Aceh terhadap layanan kesehatan berkualitas, terutama untuk penanganan penyakit jantung dan kesehatan ibu dan anak.

Jika terealisasi, proyek ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan masyarakat Aceh untuk berobat ke luar negeri dan meningkatkan akses layanan kesehatan di daerah.

Pemerintah Aceh bersama tim dari Malaysia akan segera melakukan kajian lebih lanjut terkait aspek teknis dan administratif guna memastikan proyek ini berjalan lancar. []

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Mualem Gelar Silaturahmi Bersama Ulama, Perkuat Sinergi Umara dan Ulama untuk Aceh Islami

9 Mei 2026 - 14:54 WIB

Sekda Nasir: Semua Rumah Sakit Wajib Terima Pasien

8 Mei 2026 - 23:50 WIB

Sekda Aceh Buka Rakerprov KONI Aceh 2026, Tekankan Pembinaan Atlet Berkelanjutan

8 Mei 2026 - 23:46 WIB

Tindak Lanjut Permintaan Gubernur, KKP Survei dan Siapkan Perbaikan Muara Perikanan Dangkal di Aceh

5 Mei 2026 - 23:00 WIB

Gubernur Aceh Tegaskan Penguatan JKA untuk Layanan Kesehatan Berkelanjutan

5 Mei 2026 - 22:57 WIB

Trending di Pemerintahan