Menu

Mode Gelap
DPR Soroti 10 Ribu Desa Belum Terlayani Internet, Minta Pemerataan 3T Dipercepat Komisi VII Dorong Petani dan Industri Terhubung Langsung ke Pasar Jean Mangabeira Siap Bawa Dewa United Amankan Tiga Poin dari PSS Lini Pertahanan Jadi Sorotan PSS Jelang Hadapi Dewa United Dewa United Bidik Tiga Poin, Osmar Loss Waspadai PSS Sleman PSIS Matangkan Transisi, WCP Pelajari Celah Semen Padang

Pemerintahan

Kisah Mualem Membangun Masjid di Kampung Halaman Aceh Utara

badge-check


					Kisah Mualem Membangun Masjid di Kampung Halaman Aceh Utara Perbesar

Mualem mulai membangun masjid di kampung halaman sejak sebelum menjadi Gubernur Aceh. Hingga kini, pembangunan itu berjalan tanpa mengandalkan anggaran pemerintah.

Mualem melepas sepatu dan duduk di tangga masjid yang belum rampung itu. Lantainya masih kasar. Debu tipis menempel di beberapa sudut. Dari tempat itu, ia bersiap menunaikan salat di rumah ibadah yang ia bangun itu.

Minggu, 5 April 2026, sekitar pukul 17.00 WIB, Gubernur Aceh Muzakir Manaf, yang akrab disapa Mualem, tiba di Masjid Baitul Muttaqin, Gampong Blang Tue, Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara. Kunjungan ini menjadi penutup rangkaian kepulangannya ke kampung halaman.

Sebelumnya, Mualem bersilaturahmi dengan warga di sebuah toko di Keude Simpang. Ia kemudian melanjutkan perjalanan ke Gampong Mane Kawan untuk bertemu ibunda dan keluarga besar, sebelum akhirnya menuju Blang Tue pada sore hari.

Setibanya di lokasi, pandangannya langsung tertuju pada bangunan masjid yang berdiri mencolok. Kubah berwarna hijau, putih, dan kuning tampak kontras dengan dinding yang didominasi warna putih. Bangunan itu hampir rampung, meski sejumlah bagian masih dalam pengerjaan.

Lantai masjid belum seluruhnya selesai. Di halaman, gundukan pasir dan tumpukan batu bata masih terlihat. Fasilitas tempat wudu untuk laki-laki dan perempuan juga tengah dibangun terpisah di sisi kompleks.

Mualem berdiri sejenak mengamati bangunan itu. Ia kemudian berjalan mendekat, duduk di tangga, melepas sepatu, dan menggantinya dengan sandal. Setelah berwudu, ia menunaikan salat.

Masjid Baitul Muttaqin memiliki arti khusus baginya. Pembangunan rumah ibadah ini sebagian besar dibiayai dari dana pribadi, dengan dukungan swadaya masyarakat.

Nabahani, panitia pembangunan, mengatakan masjid berukuran 18 x 21 meter itu mulai dibangun pada 2024, sebelum Mualem menjabat sebagai gubernur. Mualem dilantik pada Februari 2025. Hingga kini, progresnya telah mencapai sekitar 80 persen.

“Pembangunan ini sebagian besar menggunakan uang pribadi Mualem. Masyarakat juga ikut membantu melalui swadaya, tetapi belum ada bantuan dari anggaran pemerintah,” ujar Nabahani.

Partisipasi warga, kata dia, umumnya berupa sedekah dan wakaf. Panitia tidak secara aktif menggalang dana, tetapi menerima bantuan yang diberikan secara sukarela.

Ia menuturkan, pembangunan dilakukan dari awal, bukan renovasi bangunan lama. Selama proses berlangsung, Mualem disebut rutin memantau perkembangan di lapangan.

Sempat muncul rencana untuk memasukkan pembangunan masjid tersebut ke dalam program Pemerintah Aceh setelah Mualem menjabat. Namun, rencana itu tidak dilanjutkan.

“Mualem pernah menyampaikan, ‘ta peugot bacut-bacut ube na peng, pajan yang lheuh kakeuh lheuh,’ yang artinya dikerjakan sedikit demi sedikit sesuai kemampuan,” kata Nabahani.

Seusai salat, Mualem berbincang dengan panitia dan warga di dalam masjid. Percakapan berlangsung panjang, membahas perkembangan pembangunan hingga kondisi masyarakat setempat.

Sekitar pukul 18.05 WIB, ia dan rombongan meninggalkan lokasi. Di kalangan warga Blang Tue, masjid itu kini punya nama sendiri: Masjid Mualem.[]

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Komisi VII Dorong Petani dan Industri Terhubung Langsung ke Pasar

19 September 2026 - 22:52 WIB

Data Desil Jadi Sumber Salah Paham, BPS Diminta Bergerak Cepat

18 September 2026 - 13:36 WIB

Rekonstruksi Pascabencana Berlanjut, Pemerintah Pulihkan 3 Jembatan di Lintas Timur Aceh

16 September 2026 - 14:06 WIB

Dek Fadh Sampaikan Sejumlah Persoalan Pertanahan Aceh dalam Raker dan RDP Komisi II DPR RI

16 September 2026 - 13:53 WIB

Anggaran Rehab-Rekon Aceh Rp. 25,65 Triliun, 92 Persen Dikelola Pemerintah Pusat

8 September 2026 - 16:09 WIB

Trending di Pemerintahan