Menu

Mode Gelap
BKPRMI Aceh Timur Wisuda 48 Santri Program Smart Tren Persiraja dan BSN Teken Kerja Sama Sponsorship Rp5 Miliar UIN Ar-Raniry Kembangkan Material Baterai Ramah Lingkungan Berbasis Tumbuhan UIN Ar-Raniry Masuk Enam Besar PTKIN dengan Peminat Terbanyak Sekda Aceh Tinjau Gerakan Pangan Murah di Meulaboh, Pastikan Stabilitas Harga Pangan Selama Ramadhan Oknum Polwan Diduga Curi Uang Rp1,1 Juta Saat Antre di Salon

News

Pemerintah Buka Peluang BBM Naik Jika APBN Tertekan

badge-check


					Pemerintah Buka Peluang BBM Naik Jika APBN Tertekan Perbesar

BANDA ACEH – Harga minyak dunia yang tembus di atas 100 Dolar AS per barel membuka peluang kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) di dalam negeri.

Pada perdagangan Senin, 9 Maret 2026, harga minyak mentah jenis Brent untuk kontrak pengiriman Mei 2026 telah melonjak 18,35 Dolar AS atau 19,8 persen ke 111,04 Dolar AS per barel.

Sedangkan harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak pengiriman April 2026 naik 16,50 Dolar AS atau 18,2 persen menjadi 107,40 Dolar AS per barel.

Sebelumnya, sinyal kenaikan BBM telah diungkapkan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Menurutnya, pemerintah akan menaikkan BBM subsidi apabila lonjakan harga minyak dunia mulai membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Lonjakan harga minyak, kata Purbaya akan berdampak langsung pada membengkaknya beban subsidi energi. Jika kondisi tersebut terjadi, pemerintah, menurutnya, dapat mempertimbangkan penyesuaian harga BBM sebagai salah satu opsi kebijakan.

“Kalau anggarannya sudah tidak kuat, tidak ada jalan lain, kita harus berbagi beban dengan masyarakat. Artinya bisa saja ada kenaikan harga BBM jika nilainya terlalu tinggi dan anggaran tidak lagi mampu menanggung,” kata Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, dikutip pada Senin, 9 Maret 2026.

Dalam hitungan Purbaya, jika harga minyak menembus 92 dolar AS per barel dalam waktu yang lama, maka defisit APBN berpotensi melebar hingga 3,6–3,7 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

“Kalau tidak melakukan apa-apa, defisit kita naik ke 3,6 persen sampai 3,7 persen dari PDB,” tuturnya.

Adapun lonjakan harga minyak dunia ini terjadi setelah Amerika Serikat (AS) dan Israel memborbardir depo penyimpanan minyak dan fasilitas penyulingan di ibu kota Iran, Teheran.

Kondisi tersebut memicu awan hitam mengepul dan hujan beracun di Iran. Imbasnya, sejumlah produsen minyak mengkhawatirkan gangguan pengiriman melalui jalur strategis Selat Hormuz.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

BKPRMI Aceh Timur Wisuda 48 Santri Program Smart Tren

10 Maret 2026 - 03:06 WIB

UIN Ar-Raniry Kembangkan Material Baterai Ramah Lingkungan Berbasis Tumbuhan

10 Maret 2026 - 00:16 WIB

UIN Ar-Raniry Masuk Enam Besar PTKIN dengan Peminat Terbanyak

9 Maret 2026 - 21:56 WIB

Oknum Polwan Diduga Curi Uang Rp1,1 Juta Saat Antre di Salon

9 Maret 2026 - 15:26 WIB

Aceh Besar Tetapkan Besaran Zakat Fitrah 1447 Hijriah

9 Maret 2026 - 14:46 WIB

Trending di News