Menu

Mode Gelap
Waspada Akun Facebook Palsu Catut Nama Mualem, Jangan Percaya Tawaran Bantuan Lewat Medsos Jelang Musda Demokrat Aceh, Kader Ingin Ketua DPD dari Internal OJK Dorong Peningkatan Kredit UMKM dan Perekonomian Daerah Taspen Ajak Peserta Lakukan Autentikasi di Awal Bulan Stok Pangan Strategis Aman dan Terkendali Jelang Ramadan 1447 H Tekan Pelanggaran Lalu Lintas, Polda Aceh Gencarkan Edukasi

Politik

Prabowo Sindir Pakar Omon-Omon Doyan Ngarang di Medsos

badge-check


					Presiden Prabowo Subianto (Foto: Tangkapan layar Sekretariat Presiden) Perbesar

Presiden Prabowo Subianto (Foto: Tangkapan layar Sekretariat Presiden)

JAKARTA  – Presiden Prabowo Subianto menyinggung banyak pakar yang berbicara tanpa dasar di berbagai media sosial dan podcast. Menurutnya, para pakar tersebut kerap asal bicara.

Advertisements
Ad 21

Hal itu ia sampaikan saat menghadiri Perayaan Natal Nasional 2025 di Tennis Indoor Senayan, Jakarta Pusat, Senin (5/1/2026) malam.

“Saudara-saudara, ini zaman teknologi ya, jadi sekarang teknologi itu ada media sosial, iya kan? Media sosial ini baik, tapi ada juga kadang-kadang bahayanya. Dengan banyak podcast-podcast, banyak pakar itu bicara asal bicara,” ucap Prabowo.

Prabowo bahkan mengungkapkan, ada sejumlah pakar yang mengklaim memahami jalan pikirannya. “Jadi saya lihat ada pakar-pakar yang selalu mengerti pikiran Prabowo Subianto. Jadi kadang-kadang kalau saya mau cek kira-kira apa yang dipikirkan Prabowo Subianto, saya cari podcast. Kira-kira apa ya yang sedang dipikirkan oleh Prabowo? Ngarang itu dia,” ujarnya.

“Prabowo sedang konflik internal dengan ini, nanti dengan itu’. Senangnya ramai, gaduh, padahal enggak ada, saudara-saudara,” sambungnya.

Prabowo juga menyinggung adanya kelompok-kelompok yang nyinyir. Ia menegaskan, pemerintahannya bekerja dengan bukti, bukan sekadar janji.

“Kita memiliki masa depan yang bagus walaupun ada kelompok nyinyir, iya kan? Enggak apa-apa, enggak apa-apa. Kita akan bekerja dengan bukti, bukan dengan janji saja,” ucap Prabowo.

Ia pun mencontohkan setiap kampanyenya, ia selalu menegaskan Indonesia harus bisa swasembada pangan. Ketika menjadi Presiden, ia pun meminta kepada para menterinya untuk fokus mengejar target swasembada pangan.

“Saya tidak berubah, waktu saya kampanye terakhir swasembada pangan yang pertama. Dan begitu saya jadi presiden, itu fokus saya. Dan saya beri target kepada tim saya: kita harus swasembada beras empat tahun. Itu target saya, empat tahun,” ujar dia.

Dalam kesempatan tersebut, mantan Menteri Pertahanan itu menegaskan pada 2025, Indonesia tidak mengimpor beras.

“Saudara-saudara, di Perayaan Natal ini saya dengan bangga hari ini saya bisa menyampaikan bahwa begitu lewat 31 Desember 2025, bangsa Indonesia sekarang sudah swasembada beras. Tahun 2025 kita tidak impor beras sama sekali,” ungkapnya.

“Target empat tahun kita bisa capai dalam waktu satu tahun. Dan kita bantu tidak hanya bangsa Indonesia, kita membantu dunia. Kenapa? Dengan kita tidak impor beras, harga beras dunia turun, turun ratusan dolar. Jadi banyak negara berterima kasih sama kita,” jelas dia.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Jelang Musda Demokrat Aceh, Kader Ingin Ketua DPD dari Internal

5 Februari 2026 - 16:40 WIB

Demokrat Aceh Optimistis Ketua DPD dari Internal

4 Februari 2026 - 21:55 WIB

Penuhi Kebutuhan Air Bersih, PSI Bangun 11 Sumur Bor di Daerah Bencana Aceh

4 Februari 2026 - 14:21 WIB

Regenerasi Jadi Taruhan Terakhir Demokrat Aceh

2 Februari 2026 - 15:12 WIB

Ketua Komisi IV DPRA, drh. Nurdiansyah Alasta, M.Kes

2 Februari 2026 - 15:02 WIB

Trending di Politik