Menu ✖

Mode Gelap
Polri Tetapkan Listyo Sigit, Ahrie Sonta, Eko Hadi Tersangka Penyadapan Presiden UIN Ar-Raniry dan Pijar Foundation Jalin Kerja Sama Perkuat Akses Pendidikan bagi Mahasiswa Disabilitas Rektor UIN Ar-Raniry Lepas 19 Anggota Kontingen OASE PTKIN 2026 Proyek Interior Banda Aceh Academy Rp1,5 Miliar Dimenangkan CV Nuansa Indah Persib Tebar Tekanan ke Persija di Puncak Klasemen Pria 59 Tahun Diduga Cabuli Dua Anak di Banda Aceh, Ditangkap di TPI Lampulo

Politik

PSI Belum Tentu Lolos Senayan Meski Didukung Jokowi

badge-check


					Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube PSI) Perbesar

Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube PSI)

JAKARTA – Pernyataan Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) yang siap turun langsung ke daerah-daerah untuk membantu Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menghadapi Pemilu 2029, akan menjadi ajang pembuktian.

Menurut Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia, Arifki Chaniago, pernyataan tersebut berkaitan dengan kepentingan elektoral dan posisi tawar politik Jokowi setelah tak lagi menjadi presiden.

“Bagi PSI, Jokowi adalah aset simbolik yang bisa membantu mendongkrak elektoral. Figur ini dapat mempercepat pengenalan partai dan membuka akses ke segmen pemilih tertentu,” ujar Arifki kepada wartawan, Senin 2 Februari 2026.

Namun Arifki menegaskan, relasi tersebut tidak bersifat sepihak. Jokowi juga memiliki kepentingan untuk tetap berada dalam orbit politik nasional setelah tidak lagi menjabat presiden.

“PSI memberi Jokowi kanal politik tanpa harus masuk ke partai besar atau struktur pemerintahan. Ini bentuk relasi yang lazim dalam politik,” kata Arifki.

Menurut Arifki, hubungan saling membutuhkan semacam ini kerap muncul dalam fase pascakekuasaan. Partai membutuhkan figur untuk meningkatkan elektabilitas, sementara figur membutuhkan partai agar tetap relevan secara politik.

Namun, relasi tersebut tidak otomatis menjamin keberhasilan elektoral. Ia mengingatkan bahwa pengalaman pemilu menunjukkan dukungan tokoh besar hanya berfungsi sebagai pengungkit awal.

Namun hasil akhir tetap sangat ditentukan oleh kerja organisasi partai, kekuatan struktur di tingkat lokal, serta konsistensi agenda dan program yang ditawarkan kepada publik.

“Figur bisa membuka pintu, tetapi yang menentukan apakah pintu itu dilewati atau tidak adalah kerja partai itu sendiri,” pungkas Arifki.

Sumber: RMOL

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Komisi III DPR Dorong Aset Pelaku Kejahatan Keuangan Dikembalikan kepada Korban

31 Oktober 2026 - 17:30 WIB

DPR Desak OJK Relaksasi Kredit UMKM Terdampak Bencana

30 Oktober 2026 - 17:41 WIB

Dek Gam Apresiasi Polda Aceh Tangkap Penimbun Solar, Antrean di SPBU Mulai Menghilang

26 Oktober 2026 - 17:46 WIB

Jaga Adat dan Meringankan Beban Warga Gampong, Daniel A Wahab Bantu Perangkat Pelaminan untuk Alue Deah Teungoh

22 Oktober 2026 - 19:12 WIB

DPR Minta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Perkuat Koordinasi

20 Oktober 2026 - 18:34 WIB

Trending di Politik