Menu

Mode Gelap
Carlos Pena Sesali Kegagalan Konversi Peluang di Surabaya Respon Video Saiful Mujani, Hasan Nasbi: Kalau Pemerintah Tumbang Mau Diganti Siapa? Viral Seruan Gulingkan Prabowo, DPR Kecam Saiful Mujani: Hati-hati Berbicara! JK Akan Polisikan Rismon soal Tudingan Pendanaan Rp5 Miliar Isu Ijazah Palsu Jokowi Jamu Persija, Bhayangkara FC Siap Kerja Keras Wagub Aceh Fadlullah Dampingi Mendagri, Tegaskan Percepatan Pemulihan di Aceh Tamiang

Politik

Respon Video Saiful Mujani, Hasan Nasbi: Kalau Pemerintah Tumbang Mau Diganti Siapa?

badge-check


					Respon Video Saiful Mujani, Hasan Nasbi: Kalau Pemerintah Tumbang Mau Diganti Siapa? Perbesar

Founder Principle Communication Office Hasan Nasbi mengaku miris dengan pernyataan peneliti Saiful Mujani dalam acara halal bihalal sejumlah pengamat.

Advertisements
Ad 22

Hasan Nasbi menilai ajang halal bihalal digunakan sebagai ajang untuk memprovokasi bangsa.

Hal itu merujuk pada video Saiful Mujani yang diduga mengajak publik menggulingkan Prabowo Subianto dari pemerintahan.

“Jadi momen halal bihalal diisi dengan pidato-pidato sok paten, pidato-pidato yang memprovokasi bangsa sendiri, pidato-pidato yang mengajak orang lain untuk menjatuhkan pemerintah di momen halal bihalal. Jadi saya agak miris ya menyaksikan pidato-pidato di acara halal bihalal itu,” kata Hasan dikutip dari akun Youtube miliknya, Minggu, 5 April 2026.

Hasan Nasbi menyindir dengan menyebut di dalam sebuah negara ada pihak yang mengaku sebagai pejuang demokrasi yang mengukur demokrasi berdasarkan kepentingannya sendiri.

Jika kepentingannya terakomodasi, maka demokrasi dianggap berjalan dengan baik. Sebaliknya, demokrasi dianggap bermasalah jika kepentingannya tidak terpenuhi.

“Ada orang-orang macam begini, itu ada. Dan orang-orang yang macam begini biasanya selalu atau seringkali tergoda untuk menyampaikan kata-kata yang melampaui batas. Kata-kata yang melampaui batas itu adalah ayo kita jatuhkan pemerintah, ayo kita gulingkan pemerintah atau kalau yang agak konstitusional dikit, ayo kita impeach pemerintah,” tandasnya.

Menurutnya pihak itu selalu ada pada setiap rezim pemerintahan. Kali ini terjadi di rezim Prabowo.

Hasan menyebut pihak yang saat ini bersuara wacana impeachment sampai menggulingkan Prabowo merupakan lawan politik saat pemilu.

“Dan hari ini, satu setengah tahun zaman kepemimpinannya Pak Prabowo, ada juga orang-orang yang kemarin merupakan bagian dari barisan yang kurang beruntung, artinya dia kan mendukung capres-capres juga, orang-orang ini kan kemarin juga mendukung capres-cawapres, tapi kebetulan kurang beruntung, di pemilu terakhir mereka kurang beruntung,” bebernya.

Dengan gamblang Hasan menyebut pihak-pihak tersebut masih berhasrat mendapatkan kekuasaan namun tidak melalui pemilu.

“Mungkin ini hasrat untuk berkuasa tanpa Pemilu ini yang meronta-ronta dalam jiwa mereka. Mereka ingin menempuh sebuah jalan untuk berkuasa tanpa melalui proses demokrasi. Mereka itu ngakunya pejuang demokrasi tapi nggak pernah mau paham apa esensi demokrasi,” sindir dia.

Lebih lanjut mantan Kepala Kantor Komunikasi Presiden ini menyayangkan ajakan menggulingkan Prabowo muncul dasri Saiful Mujani, profesor ilmu politik yang juga pendiri lembaga survei dan konsultan politik.

Dia memandang harusnya Mujani mengetahui tingkat kepuasan masyarakat terhadap pemerintahan Prabowo tinggi.

“Dia juga seorang pollster yang harusnya paham data. Hari ini boleh aja silakan aja Anda mengatasnamakan rakyat, tapi mengatasnamakan rakyat yang banyak atau sedikit. Lihat nggak hasil pollster lembaga anda atau sebelah, berapa approval rating Presiden hari ini, berapa banyak dukungan masyarakat terhadap pemerintah hari ini,” ungkapnya.

Hasan menyayangkan provokasi terhadap pemerintah dilakukan justru disaat Indonesia membutuhkan persatuan guba menghadapi situasi ekonomi global yang sedang bermasalah.

“Ada satu semangat, satu hati, satu perasaan untuk menjaga bangsa kita bisa melalui keadaan yang sulit ini dengan baik. Ini kok malah mengacak-acak, malah memprovokasi supaya pemerintah tumbang,” ujarnya.

“Eh kalau pemerintah tumbang mau diganti sama siap? Mau diganti sama Anda? Atau mau diganti sama siapa dan belum tentu lebih baik kan, dalam keadaan seperti ini kan belum tentu lebih baik. Makanya saya sih sangat tidak nyaman, terus terang melihat lontaran-lontaran statement yang tidak menggunakan akalnya dengan baik,” pungkas Hasan Nasbi.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Viral Seruan Gulingkan Prabowo, DPR Kecam Saiful Mujani: Hati-hati Berbicara!

5 April 2026 - 22:45 WIB

JK Akan Polisikan Rismon soal Tudingan Pendanaan Rp5 Miliar Isu Ijazah Palsu Jokowi

5 April 2026 - 22:40 WIB

SAPA Kritik Penunjukan Anak Gubernur Aceh Jadi Komisaris PGE

29 Maret 2026 - 15:08 WIB

Publik Pertanyakan Apa Keistimewaan Yaqut, KPK Dinilai Tidak Konsisten

24 Maret 2026 - 22:25 WIB

Pengamat: Trump Inkonsisten Soal Selat Hormuz

24 Maret 2026 - 01:08 WIB

Trending di Politik