Menu

Mode Gelap
DPR Soroti 10 Ribu Desa Belum Terlayani Internet, Minta Pemerataan 3T Dipercepat Komisi VII Dorong Petani dan Industri Terhubung Langsung ke Pasar Jean Mangabeira Siap Bawa Dewa United Amankan Tiga Poin dari PSS Lini Pertahanan Jadi Sorotan PSS Jelang Hadapi Dewa United Dewa United Bidik Tiga Poin, Osmar Loss Waspadai PSS Sleman PSIS Matangkan Transisi, WCP Pelajari Celah Semen Padang

Pemerintahan

Sabang Bersiap Mandiri Pangan, Wali Kota Dorong Semua Gampong Manfaatkan Lahan

badge-check


					Sabang Bersiap Mandiri Pangan, Wali Kota Dorong Semua Gampong Manfaatkan Lahan Perbesar

SABANG – Pemerintah Kota Sabang menegaskan komitmennya dalam memperkuat ketahanan pangan daerah. Wali Kota Sabang Zulkifli H. Adam mendorong seluruh gampong untuk memanfaatkan lahan pertanian, sebagai upaya membangun fondasi kemandirian pangan daerah, sejalan dengan program ketahanan pangan nasional.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Sabang saat penanaman perdana program ketahanan pangan di lahan BUMDes Mandiri Gampong Paya Seunara. Ia menegaskan bahwa program ini merupakan instruksi Presiden Republik Indonesia yang wajib dilaksanakan secara kolaboratif oleh pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah gampong, serta unsur TNI dan Polri.

Sebagai daerah kepulauan, Sabang selama ini masih sangat bergantung pada pasokan pangan dari daratan dan transportasi laut. Kondisi tersebut, menurut Wali Kota, menuntut adanya langkah antisipatif dan kesiapan jangka panjang agar Sabang mampu lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangannya.

Sebagai bentuk keseriusan, Wali Kota menyampaikan telah meminta Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) untuk menyediakan lahan sekitar 200 hektare yang dapat dimanfaatkan oleh petani di seluruh gampong di Kota Sabang. Lahan tersebut direncanakan untuk mendukung kegiatan pertanian masyarakat dari 18 gampong yang ada.

“Kita sangat membutuhkan lahan untuk memperkuat ketahanan pangan. Karena itu, kami meminta BPKS untuk ikut mendukung dengan menyediakan lahan yang dapat dimanfaatkan bagi kepentingan masyarakat. Sabang harus siap dan memiliki sikap ke depan. Walaupun nantinya tetap ada pasokan dari daratan, kemandirian pangan harus mulai dibangun mulai dari sekarang,” tegas Wali Kota, Kamis (22/1).

Terkait dukungan pemerintah daerah, Wali Kota memastikan ketersediaan anggaran serta sarana dan prasarana pendukung program ketahanan pangan. Program ini tidak hanya difokuskan di Gampong Paya Seunara, tetapi akan diperluas ke seluruh gampong yang menyatakan kesiapan untuk berpartisipasi.

“Masyarakat harus siap, memiliki pola pikir jangka panjang dan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai kondisi, termasuk potensi gangguan distribusi pangan. Karena itu, kesiapan pangan harus dibangun sejak sekarang, disertai dengan motivasi yang terus diberikan kepada masyarakat,” ujar Wali Kota Sabang.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Sabang, Fakri menyampaikan bahwa pihaknya akan terus melakukan pendampingan teknis guna memastikan keberhasilan program ketahanan pangan tersebut. Pendampingan meliputi penyediaan pupuk, penguatan kapasitas petani, serta dukungan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).

“Untuk tahap awal, komoditas yang ditanam sebagian besar adalah jagung dan ada juga padi gogo. Walaupun kebutuhan pangan Sabang belum bisa dipenuhi 100 persen dari produksi lokal, minimal 50 persen kebutuhan dapat dipenuhi melalui program ini. Langkah tersebut, diharapkan mampu menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi, terutama saat distribusi pangan dari daratan mengalami kendala,” jelasnya.

Dari sisi gampong, Keuchik Gampong Paya Seunara, Azhar Bin Abdul Wahab menyampaikan bahwa masyarakat sangat antusias mendukung program ketahanan pangan, dengan ikut terlibat dalam pengelolaannya. Saat ini tersedia lahan sekitar 2 hingga 2,5 hektare, dengan kurang lebih 1 hektare telah dimanfaatkan. Meskipun pada tahap awal masih dihadapkan pada kendala perencanaan dan kondisi lahan berbatu, hal ini akan diatasi secara bertahap, termasuk melalui penggunaan alat berat jika diperlukan.

“Masyarakat sangat antusias karena program ini memang sudah lama kami harapkan. Ke depan, lahan akan terus kami kembangkan dan dijadikan permanen serta berkelanjutan. Setelah panen, batu-batu akan dipindahkan agar lahan bisa diperluas, dan program ini akan terus dilanjutkan dengan dukungan anggaran ketahanan pangan serta gotong royong masyarakat,” tutupnya.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Komisi VII Dorong Petani dan Industri Terhubung Langsung ke Pasar

19 September 2026 - 22:52 WIB

Data Desil Jadi Sumber Salah Paham, BPS Diminta Bergerak Cepat

18 September 2026 - 13:36 WIB

Rekonstruksi Pascabencana Berlanjut, Pemerintah Pulihkan 3 Jembatan di Lintas Timur Aceh

16 September 2026 - 14:06 WIB

Dek Fadh Sampaikan Sejumlah Persoalan Pertanahan Aceh dalam Raker dan RDP Komisi II DPR RI

16 September 2026 - 13:53 WIB

Anggaran Rehab-Rekon Aceh Rp. 25,65 Triliun, 92 Persen Dikelola Pemerintah Pusat

8 September 2026 - 16:09 WIB

Trending di Pemerintahan