Menu

Mode Gelap
BKPRMI Aceh Timur Wisuda 48 Santri Program Smart Tren Persiraja dan BSN Teken Kerja Sama Sponsorship Rp5 Miliar UIN Ar-Raniry Kembangkan Material Baterai Ramah Lingkungan Berbasis Tumbuhan UIN Ar-Raniry Masuk Enam Besar PTKIN dengan Peminat Terbanyak Sekda Aceh Tinjau Gerakan Pangan Murah di Meulaboh, Pastikan Stabilitas Harga Pangan Selama Ramadhan Oknum Polwan Diduga Curi Uang Rp1,1 Juta Saat Antre di Salon

News

UIN Ar-Raniry Kembangkan Material Baterai Ramah Lingkungan Berbasis Tumbuhan

badge-check


					UIN Ar-Raniry Kembangkan Material Baterai Ramah Lingkungan Berbasis Tumbuhan Perbesar

BANDA ACEH — Peneliti Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh mengembangkan material baterai ramah lingkungan berbasis tumbuhan yang berpotensi meningkatkan kinerja baterai lithium-ion. Inovasi ini dinilai dapat mendukung pengembangan teknologi energi masa depan sekaligus memperkuat upaya kemandirian energi nasional.

Penelitian tersebut dipimpin Dr Abd Mujahid Hamdan dari Fakultas Sains dan Teknologi UIN Ar-Raniry. Tim peneliti terdiri atas Muslem, Syafrina Sari Lubis, dan Sri Nengsih dari UIN Ar-Raniry, serta Akhyar Ibrahim dari Universitas Syiah Kuala.

Riset ini juga melibatkan kolaborasi dengan sejumlah lembaga riset nasional, antara lain Institut Teknologi Bandung, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta fasilitas penelitian di Universitas Negeri Surakarta melalui Pusat Unggulan Iptek.

Dalam penelitian tersebut, tim mengembangkan material komposit nikel oksida (NiO) dan grafit yang disintesis melalui metode green synthesis. Metode ini memanfaatkan ekstrak tumbuhan sebagai agen reduksi dan stabilisasi pembentukan nanopartikel, sehingga lebih ramah lingkungan dibandingkan sintesis kimia konvensional yang menggunakan bahan kimia berbahaya.

Material komposit tersebut digunakan sebagai anoda baterai lithium-ion, yakni komponen yang berfungsi menyimpan ion lithium saat proses pengisian energi. Pada baterai lithium-ion konvensional, anoda umumnya menggunakan grafit karena stabil dan memiliki kemampuan penyimpanan ion lithium yang baik.

Hasil penelitian menunjukkan material yang dikembangkan memiliki kapasitas penyimpanan energi sekitar 22,73 persen lebih tinggi dibandingkan grafit komersial. Selain itu, material tersebut menunjukkan efisiensi coulombic yang mencapai sekitar 99 persen.

Efisiensi coulombic merupakan indikator penting dalam teknologi baterai yang menggambarkan besarnya energi yang dapat digunakan kembali setelah proses pengisian. Nilai yang mendekati 100 persen menunjukkan energi yang disimpan dalam baterai dapat dilepaskan kembali dengan kehilangan yang sangat kecil.
Menurut Mujahid, pendekatan green synthesis membuka peluang pengembangan teknologi baterai yang lebih berkelanjutan.

“Material yang kami kembangkan menunjukkan bahwa teknologi baterai berkapasitas tinggi dapat diproduksi melalui pendekatan yang lebih ramah lingkungan,” kata Mujahid dalam kegiatan Deseminasi hasil riset UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Senin (9/3/2026) di Solong Pango.

Penelitian ini didanai melalui program MORA The AIR Fund, skema pendanaan riset hasil kerja sama Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (Puspenma) Kementerian Agama dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Rektor UIN Ar-Raniry Prof Dr Mujiburrahman MAg mengapresiasi capaian tim peneliti UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Menurut dia, hasil riset itu menunjukkan kontribusi perguruan tinggi dalam pengembangan teknologi masa depan.

“Kami mengapresiasi capaian para peneliti UIN Ar-Raniry yang mampu menghasilkan inovasi di bidang teknologi material baterai,” ujarnya.

Ia menilai dukungan program MORA The AIR Fund menunjukkan sinergi antara kebijakan pemerintah dan riset perguruan tinggi dalam menghasilkan inovasi strategis bagi bangsa.

Pengembangan material baterai ramah lingkungan menjadi fokus riset global, terutama untuk mendukung teknologi kendaraan listrik, sistem penyimpanan energi terbarukan, serta transisi menuju ekonomi hijau.

Ke depan, tim peneliti berencana melanjutkan riset pada tahap optimasi material, pengujian performa jangka panjang, serta pengembangan skala produksi agar teknologi tersebut dapat mendukung industri baterai nasional.

Pada Program Riset Indonesia Bangkit 2026, UIN Ar-Raniry meloloskan dua tim peneliti. Tim yang dipimpin Inayatillah memperoleh pendanaan Rp 350 juta untuk dua tahun, sedangkan tim yang dipimpin Zya Dyena Meutia mendapat Rp 500 juta untuk periode yang sama.

Sebelumnya, pada 2025, tim peneliti yang diketuai Mujahid juga memperoleh pendanaan riset sebesar Rp 5 miliar untuk tiga tahun. [ ]

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

BKPRMI Aceh Timur Wisuda 48 Santri Program Smart Tren

10 Maret 2026 - 03:06 WIB

UIN Ar-Raniry Masuk Enam Besar PTKIN dengan Peminat Terbanyak

9 Maret 2026 - 21:56 WIB

Oknum Polwan Diduga Curi Uang Rp1,1 Juta Saat Antre di Salon

9 Maret 2026 - 15:26 WIB

Pemerintah Buka Peluang BBM Naik Jika APBN Tertekan

9 Maret 2026 - 15:19 WIB

Aceh Besar Tetapkan Besaran Zakat Fitrah 1447 Hijriah

9 Maret 2026 - 14:46 WIB

Trending di News