Menu

Mode Gelap
Banyak Hoaks Menyerang, Menag: Tak Ada Toleransi untuk Tindak Kekerasan Seksual Habiburokhman: KUHAP Baru Sudah Jawab Tuntutan Reformasi Polri Shayne Pede Tatap Laga Melawan Persib Jangan Bohongi Rakyat, Pemerintah Didesak Transparan soal Harga dan Kondisi BBM Mahasiswa UIN Ar-Raniry Kaji 1.934 Manuskrip di Museum Aceh, Perkuat Studi Filologi Aceh Tindak Lanjut Permintaan Gubernur, KKP Survei dan Siapkan Perbaikan Muara Perikanan Dangkal di Aceh

Pemerintahan

Wagub Aceh dan Kemenko Polkam Bahas Singkronisasi Tata Kelola Otsus

badge-check


					Wagub Aceh dan Kemenko Polkam Bahas Singkronisasi Tata Kelola Otsus Perbesar

JAKARTA – Wakil Gubernur (Wagub) Aceh, Fadullah, menghadiri Rapat Sinkronisasi dan Analisis Tata Kelola Dana Otonomi Khusus (Otsus) serta Tata Kelola Pemerintahan Aceh dalam Kerangka Desentralisasi Asimetris. Kegiatan tersebut berlangsung di Rasuna Said Tower 3, Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (21/8/2025).

Rapat ini dipimpin langsung oleh Deputi Bidang Koordinasi Politik Dalam Negeri, Kemenko Polhukam, Mayjen TNI Dr. Heri Wiranto.

Dalam forum itu, Wagub Fadullah menegaskan bahwa dana Otsus merupakan hasil kesepakatan damai Aceh yang lahir setelah konflik panjang sejak 1976. “Dulu di Finlandia sempat tidak ada titik temu, namun akhirnya lahir kesepakatan yang salah satunya adalah dana Otsus. Hari ini kita membicarakan kembali bagaimana peran dan tata kelolanya,” ujar Fadullah.

Ia menekankan, dua dekade implementasi Otsus harus menjadi momentum untuk memperkuat pembangunan dan menjaga perdamaian. “Banyak duta besar bertanya kenapa perdamaian Aceh bisa bertahan 20 tahun. Jawabannya karena kami merawat dan menjaganya. Tingkat keamanan di Aceh hari ini sangat rendah,” ujarnya.

Fadullah juga menyinggung soal pengelolaan tanah wakaf Blang Padang yang tengah dalam proses penyelesaian administrasi. “Kanwil sudah meminta rekomendasi dari MUI, semua dokumen bahkan historis sejarahnya telah kami serahkan,” jelasnya.

Meski demikian, ia mengakui PAD Aceh masih rendah akibat minimnya investasi. “Ke depan, kami berharap lebih banyak investor hadir dan bersama-sama membangun Aceh,” tegasnya.

Selain membahas tata kelola Otsus, rapat juga menyinggung persoalan teknis seperti keterbatasan BBM di beberapa daerah, serta program Koperasi Merah Putih untuk makanan bergizi gratis yang kini menunggu rekomendasi Menko Pangan.

Setelah sambutan Wagub, forum dilanjutkan dengan sesi diskusi. Berbagai ide dan masukan terkait tata kelola pemerintahan serta pemanfaatan dana Otsus disampaikan oleh para peserta rapat. Seluruh usulan tersebut diterima langsung oleh Mayjen TNI Dr. Heri Wiranto untuk kemudian ditindaklanjuti dalam langkah kebijakan berikutnya.

“Bagi kami, biarkan Aceh tumbuh dengan caranya, namun tetap dalam bingkai NKRI,” pungkas Wagub

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Tindak Lanjut Permintaan Gubernur, KKP Survei dan Siapkan Perbaikan Muara Perikanan Dangkal di Aceh

5 Mei 2026 - 23:00 WIB

Gubernur Aceh Tegaskan Penguatan JKA untuk Layanan Kesehatan Berkelanjutan

5 Mei 2026 - 22:57 WIB

Gubernur Aceh Tekankan Percepatan Eksekusi Program dalam Rapim Mei 2026

5 Mei 2026 - 22:54 WIB

Inflasi Aceh Turun Signifikan, Mualem: Stabilitas Harga Terus Dijaga Jelang Idul Adha

5 Mei 2026 - 22:51 WIB

Wagub Aceh Hadiri Haul ke-12 Tgk. H. Ibrahim bin Hasyim, Pendiri Dayah Ruhul Falah

5 Mei 2026 - 22:07 WIB

Trending di Pemerintahan