Menu

Mode Gelap
Francisco Rivera dan Ambisi Persebaya Menembus Empat Besar Mualem Gelar Silaturahmi Bersama Ulama, Perkuat Sinergi Umara dan Ulama untuk Aceh Islami Polri Mutasi 108 Pati dan Pamen, Sejumlah Kapolda dan PJU Mabes Berganti Sekda Nasir: Semua Rumah Sakit Wajib Terima Pasien Sekda Aceh Buka Rakerprov KONI Aceh 2026, Tekankan Pembinaan Atlet Berkelanjutan Banjir Rendam Tiga Kecamatan di Nagan Raya, Akses Meulaboh–Tapak Tuan Terganggu

Politik

Rian Syaf Ambil Alih Kendali Demokrat Aceh

badge-check


					Rian Firmansyah, BBA, M.Com Perbesar

Rian Firmansyah, BBA, M.Com

BANDA ACEH – Penunjukan Rian Firmansyah, BBA, M.Com atau lebih akrab disapa Rian Syaf sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Partai Demokrat Aceh langsung diterjemahkan menjadi langkah politik konkret. Melalui pembukaan Rapimda 2026, Rian mengirim sinyal tegas: Demokrat Aceh memasuki fase konsolidasi total, penertiban struktur, dan penataan ulang arah kepemimpinan demi menjaga stabilitas kekuasaan internal dan kesiapan menghadapi pertarungan politik berikutnya.

Hal itu disampaikan Rian Syaf saat membuka kegiatan Rapat Pimpinan Partai Demokrat yang diikuti 23 Kabuoaten/Kota di Aula Kantor DPD Demokrat Aceh, Jalan Tengku Imum Luengbata, Banda Aceh, Minggu (25/1/2026).

Rian menegaskan mandat langsung dari Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bukan sekadar mengisi kekosongan jabatan, melainkan memastikan transisi kepemimpinan berjalan terkendali, disiplin, dan tidak membuka ruang konflik internal.

“Kita tidak boleh membiarkan ruang kosong kepemimpinan dimanfaatkan untuk manuver pribadi atau kepentingan kelompok. Struktur harus solid, loyal, dan satu komando,” tegas Rian di hadapan pimpinan DPC se-Aceh.

Rapimda, menurutnya, menjadi instrumen politik untuk memetakan kekuatan riil kader di 23 kabupaten/kota, membaca potensi friksi internal, serta merumuskan skema penataan organisasi menuju Musyawarah Daerah (Musda).

Ia menekankan bahwa rekomendasi Rapimda akan menjadi dasar penilaian kinerja struktur, sekaligus rujukan DPP dalam menentukan desain kepemimpinan Demokrat Aceh ke depan.

“Musda bukan sekadar pergantian figur. Ini tentang memastikan arah politik partai tetap konsisten, terukur, dan mampu menjawab tantangan elektoral,” katanya.
Rian juga mengingatkan seluruh kader bahwa loyalitas organisasi, disiplin struktur, dan etika politik menjadi prasyarat mutlak menjaga marwah partai.

Perbedaan pandangan diperbolehkan, namun tidak boleh menjurus pada pembelahan kekuatan internal.
Dalam konteks eksternal, Rian mendorong Demokrat Aceh memperkuat posisi sebagai kekuatan politik alternatif yang relevan di tengah tuntutan publik terhadap kinerja pemerintah daerah, terutama dalam agenda pemulihan pascabencana.

“Partai harus hadir bukan hanya sebagai pengkritik, tetapi sebagai aktor solusi. Di situlah legitimasi politik dibangun,” ujarnya.

Dengan Rapimda ini, Demokrat Aceh secara terbuka memulai fase penataan ulang mesin politik, menyiapkan kepemimpinan baru yang terkonsolidasi, serta mengunci stabilitas internal agar tetap kompetitif dalam kontestasi politik daerah ke depan.

Rian Syaf turut didampingi Sekretaris DPD PD Arif Fadillah, Bendahara DPD Nurdiansyah Alas, dan pengurus DPD PD Aceh. []

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Habiburokhman: KUHAP Baru Sudah Jawab Tuntutan Reformasi Polri

6 Mei 2026 - 13:23 WIB

Pernyataan Rampok Dana JKA, Jubir Pemerintah Aceh: Terlalu Semena-mena

1 Mei 2026 - 00:17 WIB

Gelar RDPU, Dewan Banda Aceh Tampung Aspirasi Warga

1 Mei 2026 - 00:02 WIB

Ketua DPRK Banda Aceh Kecam Kekerasan Anak di Day Care, Minta Pengawasan Diperketat

29 April 2026 - 14:06 WIB

Reshuffle Kabinet, Ini Daftar Lengkap Pejabat yang Dilantik Prabowo

27 April 2026 - 19:57 WIB

Trending di Politik