Menu

Mode Gelap
DPR Soroti 10 Ribu Desa Belum Terlayani Internet, Minta Pemerataan 3T Dipercepat Komisi VII Dorong Petani dan Industri Terhubung Langsung ke Pasar Jean Mangabeira Siap Bawa Dewa United Amankan Tiga Poin dari PSS Lini Pertahanan Jadi Sorotan PSS Jelang Hadapi Dewa United Dewa United Bidik Tiga Poin, Osmar Loss Waspadai PSS Sleman PSIS Matangkan Transisi, WCP Pelajari Celah Semen Padang

Politik

Aceh Bahas Pembangunan Keistimewaan di Batam

badge-check


					Wali Nanggroe Aceh, Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al Haythar Perbesar

Wali Nanggroe Aceh, Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al Haythar

BATAM– Wali Nanggroe Aceh, Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al Haythar, secara resmi membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan Keistimewaan Aceh (Musrenbang-KA) Tahun 2025 yang digelar di Kota Batam, Kepulauan Riau, Minggu, 23 November 2025.

Kabag Kerjasama dan Humas Wali Nanggroe, Zulfikar Idris, menyebutkan bahwa dalam sambutannya sebelum membuka Musrenbang, Wali Nanggroe menyampaikan rasa syukur karena dapat berkumpul di Batam dan bertemu dengan masyarakat serta putra-putri Aceh yang berdomisili di wilayah tersebut.

Wali Nanggroe juga menyatakan harapan agar pertemuan itu semakin mempererat kerja sama antara Aceh dan Batam, khususnya dengan Provinsi Kepulauan Riau, di berbagai sektor pembangunan.

Wali Nanggroe menekankan bahwa pemilihan Batam sebagai lokasi Musrenbang memiliki makna strategis. Batam yang menjadi simpul ekonomi dan gerbang internasional dinilai mencerminkan orientasi Aceh yang ingin semakin terintegrasi dengan kawasan Sumatra dan ASEAN. Posisi Aceh sebagai western gate of ASEAN, serta kedekatannya dengan Malaysia, Thailand, dan Singapura, merupakan modal besar untuk memperkuat kolaborasi regional di bidang maritim, industri halal, energi, pariwisata, dan sektor lainnya.

Seperti saya sampaikan, Aceh itu sebenarnya dekat dengan daerah ini. Bahkan wilayah seperti Singapura pun memiliki sejarah yang terhubung dengan Aceh di masa lalu. Karena itu menjadi kewajiban kita bersama untuk merapatkan kembali hubungan antara Aceh dan kawasan ini, baik secara ekonomi, sosial, maupun budaya,” ujar Wali Nanggroe.

Ia juga menegaskan bahwa keistimewaan Aceh dalam adat, budaya, dan syariat bukan sekadar identitas, tetapi merupakan pilar strategis yang memberi nilai tambah pada ekonomi budaya, pendidikan Islam, dan diplomasi masyarakat di tingkat internasional.

Arah pembangunan Aceh 2025, lanjutnya, harus fokus pada integrasi regional serta penguatan kekuatan lokal, termasuk tata kelola keistimewaan, konektivitas Aceh–Sumatra–ASEAN, dan upaya memperkuat manfaat perdamaian untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih dinamis.

Di akhir sambutan, Wali Nanggroe mengajak seluruh peserta musyawarah untuk bersatu, berinovasi, dan menjaga martabat rakyat Aceh agar Aceh semakin maju, berpengaruh, dan kompetitif di tingkat global.

Sementara itu, mewakili Wali Kota Batam, Kepala DPMPTSP Kota Batam sekaligus putra daerah Aceh, Reza Khadafy, SSTP., MPA., menyampaikan apresiasi mendalam atas kehadiran Wali Nanggroe dan seluruh rombongan.

“Atas nama Pemerintah Kota Batam, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kehadiran Paduka Yang Mulia Wali Nanggroe. Kami percaya bahwa kegiatan ini membawa manfaat tidak hanya bagi masyarakat Aceh, tetapi juga bagi Batam,” ujarnya.

 

Reza juga menegaskan bahwa hubungan Aceh dan Batam memiliki sejarah yang kuat. Banyak masyarakat Aceh telah lama bermukim di Batam, mendirikan meunasah, mengadakan peringatan maulid, serta berperan aktif dalam kehidupan sosial dan ekonomi kota. Ia berharap semakin banyak kegiatan Pemerintah Aceh yang dilaksanakan di Batam untuk memperkuat solidaritas dan jejaring antarwilayah.[]

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Komisi VIII Dorong Penguatan Layanan Haji di Daerah

18 September 2026 - 13:32 WIB

DPRK Terima Raqan Perubahan APBK Banda Aceh 2026, Belanja Naik 19,67 Persen

14 September 2026 - 22:31 WIB

Tgk Muharuddin Raih SMSI Aceh Award 2026, Dinilai Responsif Perjuangkan Kepentingan Aceh

6 September 2026 - 21:23 WIB

Terima Kunjungan PLN, Ketua DPRK Banda Aceh Minta Antisipasi Krisis Listrik Saat Bencana

4 September 2026 - 23:25 WIB

Komisi III DPR Kawal UU Perampasan Aset agar Tak Jadi Alat Kekuasaan

31 Agustus 2026 - 14:02 WIB

Trending di Politik