Menu

Mode Gelap
DPR Soroti 10 Ribu Desa Belum Terlayani Internet, Minta Pemerataan 3T Dipercepat Komisi VII Dorong Petani dan Industri Terhubung Langsung ke Pasar Jean Mangabeira Siap Bawa Dewa United Amankan Tiga Poin dari PSS Lini Pertahanan Jadi Sorotan PSS Jelang Hadapi Dewa United Dewa United Bidik Tiga Poin, Osmar Loss Waspadai PSS Sleman PSIS Matangkan Transisi, WCP Pelajari Celah Semen Padang

Politik

Ada Potensi Cuan Gede di Balik Ambisi Menantu Jokowi Ambil Empat Pulau di Aceh

badge-check


					Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution/Ist Perbesar

Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution/Ist

BANDA ACEH – Dicurigai terselip agenda tersembunyi dari Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution yang begitu berambisi mengambil alih empat pulau yang berada di Kabupaten Singkil, Provinsi Aceh.

Demikian dikatakan wartawan senior Hersubeno Arief lewat kanal YouTube miliknya, dikutip Kamis 12 Juni 2025.

“(Pengambilalihan) bukan hanya sekedar perbatasan atau memperluas wilayah teritorial, tapi ternyata ada potensi cuan gede di empat pulau yang secara administratif selama ini masuk wilayah Provinsi Aceh,” kata Hersubeno.

Empat pulau yang dimaksud adalah Pulau Panjang, Lipan, Mangkir Gadang dan Mangkir Ketek.

Sebanyak empat pulau yang sebelumnya masuk dalam wilayah Provinsi Aceh, tepatnya di Kabupaten Aceh Singkil, kini ditetapkan sebagai bagian dari wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatera Utara.

Perubahan status administratif tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Dalam Negeri (Kepmendagri) Nomor 300.2.2-2138 Tahun 2025 tentang Pemberian dan Pemutakhiran Kode serta Data Wilayah Administrasi Pemerintahan dan Pulau, yang ditetapkan pada 25 April 2025.

Menurut Hersubeno, adanya potensi migas (minyak dan gas) di Blok Singkil sebenarnya sudah diungkapkan Bobby Nasution yang merupakan menantu Presiden ke-7 RI Joko Widodo alias Jokowi, bersama Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu bertemu Gubernur Aceh Muzakkir Manan di Banda Aceh pada Rabu 4 Juni 2025 lalu.

“Saat itu Bobby mengajak Muzakkir Manan berkolaborasi mengelola keempat pulau itu,” kata Hersubeno.

Dalam pertemuan itu, lanjut Hersubeno, Bobby mengatakan, apabila ada sumber daya alam maka akan dikelola sama-sama, termasuk migas.

“Bagi Aceh bukan persoalan kerja sama, tapi soal kedaulatan, Harga diri,” kata Hersubeno.

Namun Hersubeno melihat, pernyataan Bobby tersebut hanya klaim sepihak, karena saat itu Muzzakir Manan memilih meninggalkan lokasi pertemuan.

“Kemudian Muzzakir Manan mempersilakan Bobby berbicara dengan para stafnya soal empat pulau itu,” kata Hersubeno.

Sumber: RMOL

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Komisi VIII Dorong Penguatan Layanan Haji di Daerah

18 September 2026 - 13:32 WIB

DPRK Terima Raqan Perubahan APBK Banda Aceh 2026, Belanja Naik 19,67 Persen

14 September 2026 - 22:31 WIB

Tgk Muharuddin Raih SMSI Aceh Award 2026, Dinilai Responsif Perjuangkan Kepentingan Aceh

6 September 2026 - 21:23 WIB

Terima Kunjungan PLN, Ketua DPRK Banda Aceh Minta Antisipasi Krisis Listrik Saat Bencana

4 September 2026 - 23:25 WIB

Komisi III DPR Kawal UU Perampasan Aset agar Tak Jadi Alat Kekuasaan

31 Agustus 2026 - 14:02 WIB

Trending di Politik