Menu

Mode Gelap
UIN Ar-Raniry Buka Kelas Bahasa Turki, Perluas Peluang Studi Mahasiswa ke Turki Tersedia Beasiswa Hingga 100% BINUS Medan untuk Calon Mahasiswa, Digitalpreneur Muda DPRK Banda Aceh Minta Evaluasi Total SPMB dan Kinerja Kepala Sekolah Kemenangan Praperadilan Makin Kuatkan Roy Suryo Melawan Jokowi Pemerintah Pusat dan Aceh Percepat Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Hidrometeorologi di Bener Meriah Sekda Aceh Tinjau Rehabilitasi Sawah di Aceh Timur, Dorong Percepatan Pemulihan Sektor Pertanian

Olahraga

Kartu Merah Berujung Petaka Bagi Barito Ditengah Kebangkitan

badge-check


					Kartu Merah Berujung Petaka Bagi Barito Ditengah Kebangkitan Perbesar

ACEHSIBER.COM– PS Barito Putera harus mengakui keunggulan Persija Jakarta pada pertandingan pekan ke-18 BRI Liga 1 2024/25 yang berlangsung Jumat (10/1) di Stadion Sultan Agung Bantul. Drama lima gol dan satu kartu merah untuk pemain Barito, Persija sukses meraih poin sempurna.

Persija unggul lebih dulu ketika waktu baru berjalan tiga menit lewat gol bunuh diri Renan Alves. Barito lalu menyamakan skor lewat Eksel Runtukahu menit 19, namun jelang turun minum Marko Simic membawa Macan Kemayoran unggul lagi.

Pada babak kedua pemain baru Laskar Antasari Mati Mier buat skor imbang 2-2. Petaka bagi tuan rumah ketika pemain pengganti Buyung Ismu diganjar kartu merah langsung mandi lebih cepat. Unggul jumlah pemain dimanfaatkan Rayhan Hannan untuk bawa pulang Persija dengan kemenangan.

Pelatih Barito Putera Rahmad Darmawan memandang timnya punya momen kebangkitan di awal babak kedua saat mengubah formasi menjadi empat bek sejajar. Gol penyama bisa lahir, namun apa yang terjadi selanjutnya benar-benar menjadi petaka.

“Babak pertama sering ragu-ragu dalam mengambil keputusan, perlu saya mengambil keputusan mengubah formasi dengan memainkan empat back itu cukup efektif. Kami langsung mendominasi terlihat beberapa momen dan sampai mendapatkan gol balasan skor 2-2,” kata Rahmad Darmawan.

Kartu merah dari Buyung Ismu benar-benar mengubah lagi jalannya permainan. Pelatih yang akrab disapa RD itu harus menjaga kedalaman tim dan memasukkan pemain pengganti demi kestabilan tim. Padahal dirinya dirasa belum perlu melakukan pergantian jika tak kalah jumlah.

“Kami harus terhukum karena dengan mudahnya pemain kami mendapat kartu merah, satu kesalahan yang menurut saya tidak perlu. Saya pikir dengan situasi kalah jumlah, kami mencoba melakukan antisipasi terhadap serangan lawan dan kami coba melakukan penyerangan ada beberapa yang sukses,” papar RD.

“Apapun hasilnya tentu ada hal yang menarik dari pemain yang diperlihatkan semoga di pertandingan selanjutnya kami bisa lebih baik,” harapnya menambahkan.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

PSIM Lepas Mantan Bek Timnas Indonesia

1 Juli 2026 - 21:11 WIB

Jersey Baru Persija Pertahankan DNA Macan Kemayoran

25 Juni 2026 - 00:25 WIB

Tujuh Pemain Lokal Dipertahankan Arema FC

23 Juni 2026 - 20:22 WIB

Rombak Tim Menuju Musim Baru, Persik Lepas Striker Asal Brasil

17 Juni 2026 - 11:51 WIB

Persis Tunjuk Ricky Nelson Jadi Pelatih Kepala

16 Juni 2026 - 15:02 WIB

Trending di Olahraga