Menu

Mode Gelap
DPR Soroti 10 Ribu Desa Belum Terlayani Internet, Minta Pemerataan 3T Dipercepat Komisi VII Dorong Petani dan Industri Terhubung Langsung ke Pasar Jean Mangabeira Siap Bawa Dewa United Amankan Tiga Poin dari PSS Lini Pertahanan Jadi Sorotan PSS Jelang Hadapi Dewa United Dewa United Bidik Tiga Poin, Osmar Loss Waspadai PSS Sleman PSIS Matangkan Transisi, WCP Pelajari Celah Semen Padang

Politik

Prabowo Curhat Nasib Menteri Serba Salah Datang ke Lokasi Bencana

badge-check


					Presiden Prabowo Subianto (Foto: Tim Media Presiden Prabowo) Perbesar

Presiden Prabowo Subianto (Foto: Tim Media Presiden Prabowo)

BANDA ACEH – Presiden Prabowo Subianto mencurahkan kegelisahannya terkait posisi menteri yang kerap berada dalam situasi serba salah ketika turun langsung ke lokasi bencana.

Mengutip pidatonya di Aceh pada Jumat, 2 Desember 2025, Prabowo menyoroti adanya kecenderungan dari sebagian pihak yang selalu memandang negatif setiap langkah pemerintah.

Ia menilai, kehadiran menteri di lokasi bencana kerap dipersoalkan, seolah apa pun yang dilakukan selalu dianggap keliru.

“Jadi kalau ada, saya pernah dengar ada kritik begini, untuk apa menteri datang ke tempat bencana? hanya datang melihat saudara-saudara serba susah. Menteri tidak datang dibilang tidak peduli, menteri datang ya masa menteri ikut macul, bukan itu,” kata Prabowo.

Menurutnya, tujuan utama pemimpin datang ke lokasi bencana adalah untuk mengetahui secara langsung kekurangan dan hambatan di lapangan, serta menentukan langkah percepatan yang bisa segera diambil pemerintah pusat.

“Pejabat datang pemimpin datang melihat apa kekurangan, apa masalah, apa yang bisa kita bantu, mana yang kita bisa percepat kan begitu,” jelasnya.

Prabowo menambahkan, dengan bertemu langsung kepala daerah seperti gubernur, pemerintah pusat dapat segera memahami kebutuhan konkret di lapangan dan mengambil keputusan berdasarkan kondisi riil.

Lebih jauh, Presiden mengingatkan para menteri, kepala badan, hingga gubernur bahwa konsekuensi menjadi pemimpin adalah kesiapan menghadapi kritik, hujatan, bahkan fitnah.

“Salah satu kewajiban seorang pemimpin adalah siap untuk dihujat, siap untuk difitnah siap untuk di, tapi tidak boleh kita apa, tidak boleh kita terpengaruh dan tidak boleh kita patah semangat,” tandasnya.

Di akhir pernyataannya, Prabowo menegaskan bahwa pendekatan kerja pemerintahannya bertumpu pada pembuktian nyata di lapangan, bukan sekadar pencitraan atau opini.

“Saya percaya dengan bukti, evidence based itu cara bekerja saya. Rakyat Indonesia hanya percaya dengan bukti,” pungkasnya

Sumber: RMOL

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Komisi VIII Dorong Penguatan Layanan Haji di Daerah

18 September 2026 - 13:32 WIB

DPRK Terima Raqan Perubahan APBK Banda Aceh 2026, Belanja Naik 19,67 Persen

14 September 2026 - 22:31 WIB

Tgk Muharuddin Raih SMSI Aceh Award 2026, Dinilai Responsif Perjuangkan Kepentingan Aceh

6 September 2026 - 21:23 WIB

Terima Kunjungan PLN, Ketua DPRK Banda Aceh Minta Antisipasi Krisis Listrik Saat Bencana

4 September 2026 - 23:25 WIB

Komisi III DPR Kawal UU Perampasan Aset agar Tak Jadi Alat Kekuasaan

31 Agustus 2026 - 14:02 WIB

Trending di Politik