Menu

Mode Gelap
Hari Damai Aceh ke-21, Wali Nanggroe Ingatkan Masyarakat Tak Mudah Terprovokasi Lembaga Wali Nanggroe Perkuat Literasi Hukum Kekhususan Aceh di Langsa Indonesia Masih Bergantung Impor Kedelai, DPR Dorong Cetak 1 Juta Hektare Lahan Pelatih Persik Ingin Bawa Trofi dari Pramusim di Malaysia Warul Walidin dalam Kenangan Mujiburrahman: Guru Bangsa dan Rektor Senior UIN Ar-Raniry Menag Nasaruddin Umar Dorong UIN Ar-Raniry Jadi Pusat Peradaban Islam Modern

Politik

SAPA Desak Bupati Bireuen Klarifikasi Isu Sumbangan Lembu

badge-check


					Ketua SAPA, Fauzan Adami Perbesar

Ketua SAPA, Fauzan Adami

BIREUEN – Serikat Aksi Peduli Aceh (SAPA) mendesak Bupati H. Mukhlis, S.T., untuk memberikan klarifikasi terbuka kepada publik terkait isu yang berkembang mengenai dugaan pengumpulan sumbangan lembu dari para camat dan kepala dinas (Kadis) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bireuen.

Informasi yang beredar menyebutkan bahwa pengumpulan sumbangan tersebut diperuntukkan bagi acara pesta anak Bupati Bireuen dan sempat dibahas dalam sebuah rapat resmi yang dipimpin oleh Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Bireuen, Hanafiah.

“Seharusnya bupati tidak diam, harus ada klarifikasi ke publik agar tidak melahirkan asumsi bahwa sumbangan lembu itu atas permintaan. Bupati juga harus secara tegas menyatakan penolakan, karena hal itu melanggar aturan,” kata Ketua SAPA, Fauzan Adami, Minggu 4 Mei 2025.

Ia menegaskan, pembahasan sumbangan yang dilakukan di forum resmi dan lingkungan pemerintahan merupakan tindakan yang tidak beretika.

“Ini menyangkut masalah pribadi, apalagi jika lahir inisiasi sumbangan. Itu tindakan yang mengarah ke gratifikasi dan tidak bisa dibenarkan,” tegasnya.

SAPA menegaskan, walaupun dugaan pengumpulan sumbangan itu dilakukan tanpa instruksi dan tanpa sepengetahuan Bupati, hal tersebut tetap harus diluruskan.

“Diamnya Bupati hanya akan menimbulkan spekulasi dan kecurigaan. Ini penting untuk menjaga marwah dan integritas pemerintahan,” pintanya.

SAPA menilai isu sumbangan tersebut sangat memalukan, terlebih lagi mengingat Bupati Bireuen dikenal sebagai sosok yang kaya raya dan dermawan.

“Inisiator rapat dan permintaan sumbangan telah mencederai kepercayaan publik terhadap integritas pemerintahan. Ini bukan hanya pelanggaran etika, tapi juga penghinaan terhadap prinsip tata kelola yang bersih,” pintanya.

SAPA mendesak agar Bupati Bireuen mengambil langkah tegas dan tidak membiarkan praktik-praktik semacam ini merusak wibawa pemerintahan.

“Bupati Bireuen harus membuktikan komitmennya terhadap tata kelola pemerintahan yang bersih dan berintegritas. Pejabat yang mencederai kepercayaan publik harus dicopot demi menjaga wibawa pemerintahan dan marwah birokrasi,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Hari Damai Aceh ke-21, Wali Nanggroe Ingatkan Masyarakat Tak Mudah Terprovokasi

14 Agustus 2026 - 08:40 WIB

Nurdiansyah Alasta Bidik Ketua Demokrat Aceh

10 Agustus 2026 - 20:05 WIB

Komisi III Kawal Kasus Kematian Mantan Istri Anggota Polri

8 Agustus 2026 - 19:45 WIB

Titik Api Terus Berulang, Legislator Desak Kemenhut Ubah Strategi Karhutla

8 Agustus 2026 - 13:53 WIB

Dewan Terima Dokumen R-KUA-PPAS APBK Banda Aceh 2027 dari Eksekutif

4 Agustus 2026 - 09:08 WIB

Trending di Politik