Menu

Mode Gelap
Tribute to Nyawöung, Penghormatan Setelah 26 Tahun Wagub Aceh Perkuat Koordinasi dengan Kemendagri dan Satgas PRR UIN Ar-Raniry Gelar Webinar Internasional Bahas Pembiayaan Risiko Bencana Syariah Pemkab Pidie Siapkan RSUD Jadi Rumah Sakit Pendidikan untuk Fakultas Kedokteran UIN Ar-Raniry PNRI dan UIN Ar-Raniry Restorasi 130 Naskah Kuno Aceh Terdampak Banjir DPRA Desak Pemerintah Aceh Percepat Pemulihan Pascabencana

News

PNRI dan UIN Ar-Raniry Restorasi 130 Naskah Kuno Aceh Terdampak Banjir

badge-check


					PNRI dan UIN Ar-Raniry Restorasi 130 Naskah Kuno Aceh Terdampak Banjir Perbesar

BANDA ACEH– Sebanyak 130 naskah kuno Aceh yang terdampak banjir pada 2025 direstorasi oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (PNRI) bekerja sama dengan UIN Ar-Raniry Banda Aceh dan didukung Masyarakat Pernaskahan Nusantara (Manassa) Komisariat Aceh.

Kegiatan preservasi dan restorasi manuskrip tersebut berlangsung di Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry Banda Aceh pada 19 hingga 23 Mei 2026 dengan melibatkan lima konservator dari PNRI Jakarta.

Rektor UIN Ar-Raniry meninjau langsung proses restorasi manuskrip kuno yang dilakukan terhadap koleksi masyarakat di Pidie Jaya dan Aceh Utara yang terdampak banjir, Kamis (21/5).

Dalam kunjungan itu, rektor Prof Dr Mujiburrahman berharap program preservasi naskah kuno di Aceh dapat dilakukan secara berkelanjutan mengingat manuskrip Aceh memiliki nilai sejarah dan peradaban yang tinggi.

Ia menjelaskan, upaya penyelamatan naskah di Aceh telah dilakukan sejak masa rehabilitasi dan rekonstruksi pascatsunami Aceh melalui kerja sama dengan Tokyo University of Foreign Studies (TUFS) Jepang, Universitas Leipzig Jerman, Pemerintah Aceh, serta lembaga Pusat Kajian Pendidikan dan Masyarakat (PKPM) Aceh.

Selain restorasi dan preservasi, pihak kampus juga menargetkan pembangunan basis data manuskrip Aceh sebagai pusat kajian naskah kuno Aceh dan Nusantara.

“Kampus siap membangun database naskah kuno sebagai pusat kajian manuskrip Aceh dan Nusantara,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Tim Konservasi Perpustakaan Nasional RI, Imam Supangat, mengatakan proses konservasi dimulai dari identifikasi tingkat kerusakan manuskrip.

Menurut dia, manuskrip kemudian dipilah berdasarkan metode perbaikan sebelum dilakukan pendataan dan treatment konservasi.

Ia menyebutkan sebagian manuskrip mengalami kerusakan akibat tingkat kelembapan tinggi yang memicu jamur dan membuat lembaran naskah saling menempel.

“Manuskrip terlebih dahulu dikeringkan melalui ruang pengeringan atau chamber,” kata Imam.
Selain itu, bagian manuskrip yang berlubang akan ditambal, sedangkan naskah yang mengandung kadar asam tinggi akan dinetralkan. Lembaran manuskrip yang terlepas juga dijahit kembali sebelum dibuatkan sampul dan kotak penyimpanan.

Setelah seluruh proses restorasi selesai, manuskrip akan diserahkan kembali kepada pemilik koleksi. [ ]

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Tribute to Nyawöung, Penghormatan Setelah 26 Tahun

21 Mei 2026 - 21:56 WIB

UIN Ar-Raniry Gelar Webinar Internasional Bahas Pembiayaan Risiko Bencana Syariah

21 Mei 2026 - 20:49 WIB

Pemkab Pidie Siapkan RSUD Jadi Rumah Sakit Pendidikan untuk Fakultas Kedokteran UIN Ar-Raniry

21 Mei 2026 - 20:47 WIB

Polresta Banda Aceh Selidiki Motif Kebakaran Fakultas Pertanian USK

21 Mei 2026 - 15:12 WIB

UIN Ar-Raniry Deklarasikan Kampus Anti Kekerasan Seksual

20 Mei 2026 - 18:51 WIB

Trending di News