Menu

Mode Gelap
Jangan Biarkan Tambang Aceh Dikuasai Luar Komisi I DPRA Dorong Pemkab dan DPRK Aceh Timur Proaktif Selesaikan Sengketa Lahan HGU DPRK Minta Pemko Tindak Tegas Pelanggaran GSB dan Tata Kabel Provider Seluruh Fraksi DPRK Setujui Raqan Pertanggungjawaban APBK Banda Aceh 2025 Fraksi PKS Ungkap Catatan Kritis terhadap Pertanggungjawaban APBK 2025 Fraksi PAN Sorot Tata Kelola Perparkiran di Kota Banda Aceh

News

UIN Ar-Raniry Gelar Webinar Internasional Bahas Pembiayaan Risiko Bencana Syariah

badge-check


					Dr M Faisal Muchtar, Pemateri dari Maybank Perbesar

Dr M Faisal Muchtar, Pemateri dari Maybank

BANDA ACEH— UIN Ar-Raniry Banda Aceh menggelar webinar internasional yang membahas penguatan ketahanan ekonomi dan pembiayaan risiko bencana berbasis syariah melalui integrasi Islamic Social Finance (ISF), Kamis (21/5/2026).

Kegiatan yang digelar Program Studi Doktor Ekonomi Syariah Pascasarjana UIN Ar-Raniry itu berlangsung secara hybrid di Theater FEBI dan Zoom Meeting dengan menghadirkan akademisi, praktisi industri, hingga narasumber internasional dari Malaysia.

Webinar bertajuk “Penguatan Ketahanan Ekonomi dan Perlindungan Sosial melalui Integrasi Islamic Social Finance dalam Pembiayaan Risiko Bencana” tersebut menghadirkan Prof Dr Nilam Sari, Prof Dr Hafas Furqani, Dr M Faisal Muchtar, serta akademisi asal Malaysia Dr Zairy Bin Zainol. Diskusi dipandu Dr Hendra Syahputra MM.

Prof Nilam Sari menilai integrasi Islamic Social Finance perlu diperkuat untuk membantu pemulihan ekonomi masyarakat terdampak bencana secara berkelanjutan.

“Integrasi Islamic Social Finance perlu diperkuat agar mampu membantu pemulihan ketahanan ekonomi masyarakat pascabencana secara berkelanjutan,” ujar Nilam.

Menurutnya, penguatan ketahanan ekonomi tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah, tetapi membutuhkan kolaborasi antara lembaga sosial, lembaga keuangan syariah, hingga institusi komersial.

Sementara itu, Prof Hafas Furqani menyoroti pentingnya manajemen risiko sosial dalam menghadapi ketidakstabilan ekonomi akibat krisis maupun bencana.

“Ketika ekonomi tumbuh, kita perlu menyiapkan sistem perlindungan sosial dan manajemen risiko. Instrumen keuangan sosial Islam menjadi bagian penting untuk menjaga kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan kondisi ekonomi yang tidak stabil dapat berdampak langsung terhadap kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan dasar, termasuk pendidikan dan kesehatan.

Dari sektor industri, Vice President and Head of Division Syariah Advisory and Assurance Maybank Indonesia, Dr Muhammad Faisal Muchtar, menjelaskan pentingnya peran perbankan syariah dalam mendukung mitigasi risiko bencana dan ketahanan ekonomi berkelanjutan.

“Bank syariah harus hadir dan terlihat signifikan bagi masyarakat, terutama dalam mendukung pembiayaan dan penguatan ketahanan ekonomi masyarakat terdampak bencana,” ujar Faisal.

Ia juga menyoroti pentingnya pengembangan green ecosystem melalui program penghijauan dan pembiayaan berbasis keberlanjutan di sektor keuangan syariah.

Sementara itu, narasumber asal Malaysia, Dr Zairy Bin Zainol, memaparkan model kelembagaan Islamic Social Finance di Malaysia dalam memperkuat perlindungan sosial berbasis kebencanaan.

Menurut Zairy, Malaysia menghadapi ancaman bencana yang kompleks mulai dari banjir akibat monsun, tanah longsor hingga badai tropis yang berdampak besar terhadap perekonomian negara.

“Bencana bukan hanya memberi dampak kepada individu, tetapi juga menyebabkan kerugian besar terhadap ekonomi negara sehingga membutuhkan sistem perlindungan sosial yang kuat,” katanya.

Dalam sesi diskusi, para narasumber menekankan pentingnya integrasi lembaga zakat, wakaf, pemerintah, dan lembaga keuangan komersial agar pembiayaan sosial berbasis syariah lebih efektif dalam menghadapi krisis ekonomi dan kebencanaan.

Webinar tersebut diikuti mahasiswa, akademisi, dosen, serta masyarakat umum yang antusias mengikuti diskusi terkait penguatan ekonomi syariah dan perlindungan sosial berbasis risiko bencana. [ ]

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

UIN Ar-Raniry dan UIN Padangsidimpuan Bahas Penguatan Jejaring Program Doktor Studi Islam

24 Juli 2026 - 15:11 WIB

FAH UIN Ar-Raniry Raih Penghargaan Digitalisasi Manuskrip di ADIA 2026

24 Juli 2026 - 15:03 WIB

Kemkomdigi Peringatkan Operator untuk Pastikan Kepatuhan Registrasi Biometrik hingga Gerai

24 Juli 2026 - 13:11 WIB

Komdigi Hormati Putusan MK, Siap Kaji Aturan Pelindungan Sisa Kuota Internet

24 Juli 2026 - 13:08 WIB

Lembaga Wali Nanggroe Identifikasi Persoalan Pengembangan Kawasan Bebas Sabang

23 Juli 2026 - 22:52 WIB

Trending di News