Menu

Mode Gelap
Jangan Biarkan Tambang Aceh Dikuasai Luar Komisi I DPRA Dorong Pemkab dan DPRK Aceh Timur Proaktif Selesaikan Sengketa Lahan HGU DPRK Minta Pemko Tindak Tegas Pelanggaran GSB dan Tata Kabel Provider Seluruh Fraksi DPRK Setujui Raqan Pertanggungjawaban APBK Banda Aceh 2025 Fraksi PKS Ungkap Catatan Kritis terhadap Pertanggungjawaban APBK 2025 Fraksi PAN Sorot Tata Kelola Perparkiran di Kota Banda Aceh

News

BSI Catat Laba Rp2,8 Triliun, Aset Tembus Rp452 Triliun

badge-check


					BSI Catat Laba Rp2,8 Triliun, Aset Tembus Rp452 Triliun Perbesar

JAKARTA – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) mencatatkan kinerja keuangan yang solid hingga April 2026. Berdasarkan laporan keuangan bulanan (unaudited) yang dipublikasikan perusahaan, BSI membukukan laba bersih sebesar Rp2,80 triliun, tumbuh 17,79% secara tahunan (year on year/YoY).

Seiring dengan pertumbuhan laba tersebut, kontribusi sosial perusahaan juga meningkat. Hingga April 2026, proyeksi penyaluran zakat BSI mencapai sekitar Rp72 miliar, mencerminkan komitmen perusahaan dalam memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dari sisi fundamental, total aset BSI tercatat sebesar Rp452 triliun atau tumbuh 12,17% (YoY). Kinerja positif ini didukung oleh fungsi intermediasi yang berjalan baik, baik dalam penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) maupun penyaluran pembiayaan.

DPK BSI tercatat mencapai Rp382 triliun atau naik 17,90% (YoY), dengan komposisi didominasi oleh tabungan sebesar Rp165 triliun yang tumbuh 22,02% (YoY), disusul deposito dan giro. Komposisi tersebut mendorong rasio CASA BSI mencapai 63,48%.

Peningkatan ini turut dipengaruhi oleh semakin tingginya minat masyarakat terhadap produk dan layanan BSI, termasuk Tabungan Haji. Dari sekitar 203 ribu jamaah haji Indonesia yang berangkat ke Tanah Suci tahun ini, sebanyak 83,5% atau sekitar 169 ribu jamaah melakukan pelunasan melalui BSI.

Di sisi pembiayaan, BSI mencatatkan pertumbuhan sebesar 15,59% (YoY) menjadi Rp332 triliun. Pertumbuhan ini terutama ditopang oleh segmen konsumer, ritel, serta sektor produktif seperti UMKM dan mikro. Meski tumbuh signifikan, kualitas pembiayaan tetap terjaga dengan rasio Non-Performing Financing (NPF) gross sebesar 1,80%, membaik dibandingkan periode sebelumnya 1,88%.

Selain itu, BSI juga aktif mendukung berbagai program pemerintah. Hingga Maret 2026, BSI telah menyalurkan pembiayaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar Rp198 miliar kepada 211 dapur MBG. Program lainnya mencakup penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada 17.732 nasabah serta dukungan kepada lebih dari 80 ribu koperasi.

Dalam sektor perumahan, BSI menyalurkan pembiayaan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) kepada 894 nasabah pada kuartal I 2026, dengan total pembiayaan rumah bersubsidi mencapai Rp5,7 triliun. Perseroan juga terlibat dalam program Kredit Pemilikan Properti (KPP) untuk UMKM.

Direktur Finance & Strategy BSI, Ade Cahyo Nugroho, menyatakan bahwa perusahaan terus menjaga kinerja fundamental melalui optimalisasi aset, penguatan kualitas pembiayaan, peningkatan fee-based income, serta pengembangan ekosistem bisnis syariah.

“BSI juga terus memperkuat perannya sebagai bullion bank dan sumber pertumbuhan bisnis baru,” ujarnya.

Dengan strategi tersebut, BSI optimistis dapat memperkuat posisinya sebagai bank syariah terbesar di Indonesia, sekaligus meningkatkan kontribusi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional dan memberikan manfaat bagi seluruh pemangku kepentingan.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

UIN Ar-Raniry dan UIN Padangsidimpuan Bahas Penguatan Jejaring Program Doktor Studi Islam

24 Juli 2026 - 15:11 WIB

FAH UIN Ar-Raniry Raih Penghargaan Digitalisasi Manuskrip di ADIA 2026

24 Juli 2026 - 15:03 WIB

Kemkomdigi Peringatkan Operator untuk Pastikan Kepatuhan Registrasi Biometrik hingga Gerai

24 Juli 2026 - 13:11 WIB

Komdigi Hormati Putusan MK, Siap Kaji Aturan Pelindungan Sisa Kuota Internet

24 Juli 2026 - 13:08 WIB

Lembaga Wali Nanggroe Identifikasi Persoalan Pengembangan Kawasan Bebas Sabang

23 Juli 2026 - 22:52 WIB

Trending di News