Menu

Mode Gelap
Hari Damai Aceh ke-21, Wali Nanggroe Ingatkan Masyarakat Tak Mudah Terprovokasi Lembaga Wali Nanggroe Perkuat Literasi Hukum Kekhususan Aceh di Langsa Indonesia Masih Bergantung Impor Kedelai, DPR Dorong Cetak 1 Juta Hektare Lahan Pelatih Persik Ingin Bawa Trofi dari Pramusim di Malaysia Warul Walidin dalam Kenangan Mujiburrahman: Guru Bangsa dan Rektor Senior UIN Ar-Raniry Menag Nasaruddin Umar Dorong UIN Ar-Raniry Jadi Pusat Peradaban Islam Modern

Uncategorized

Dewan Kritik Pemko Banda Aceh, Potensi Banyak, Aksi Kurang

badge-check


					anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Ismawardi, Perbesar

anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Ismawardi,

 

BANDA ACEH – Pemerintah Kota Banda Aceh mendapat sorotan tajam dari kalangan legislatif, kali ini datang dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Ismawardi.

Ia menilai kinerja Dinas Pariwisata masih minim inovasi dan belum mampu mengelola potensi wisata kota secara maksimal, padahal sektor ini berpeluang besar mendongkrak ekonomi warga dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Selama ini pariwisata Banda Aceh terasa stagnan. Banyak potensi belum tergarap, padahal kalau dikelola serius bisa jadi sumber PAD dan membuka lapangan kerja,” ujar Ismawardi, anggota Komisi I DPRK Banda Aceh, Selasa (30/4).

Ismawardi secara lugas meminta Dinas Pariwisata untuk tidak hanya duduk di kantor, melainkan turun langsung ke lapangan menggali potensi wisata di berbagai gampong.

Ia mencontohkan kawasan Pantai Alue Naga yang hanya berjarak sekitar tiga kilometer dari pusat kota, namun belum dikelola secara serius.

“Alue Naga punya potensi luar biasa, tapi dibiarkan begitu saja. Butuh sentuhan kreatif agar jadi destinasi unggulan,” kritiknya.

Ia juga menyoroti pantai di Gampong Deyah Raya yang menyimpan keindahan alami namun tidak pernah tersentuh program pengembangan wisata. Menurutnya, Pemko seolah abai terhadap peluang yang ada di depan mata.

Ismawardi menekankan bahwa wisata yang berkembang akan berdampak langsung pada peningkatan ekonomi masyarakat sekitar.

Oleh karena itu, ia mendesak Wali Kota agar menginstruksikan langsung Dinas Pariwisata untuk lebih proaktif dan tidak hanya mengandalkan destinasi lama yang sudah jenuh.

Tak hanya soal destinasi, ia juga menyoroti lemahnya dukungan infrastruktur menuju lokasi wisata. Jalan yang rusak, kurangnya penerangan, hingga fasilitas umum seperti toilet yang tidak memadai membuat wisatawan enggan datang kembali.

“Pariwisata itu bukan hanya soal tempat indah, tapi juga kenyamanan dan aksesibilitas. Ini perlu kerja sama lintas dinas, termasuk Dinas PU, Perhubungan, dan pelaku UMKM,” tegasnya.

Ismawardi turut menyoroti lemahnya strategi promosi Pemko di era digital. Ia menilai Dinas Pariwisata tertinggal dalam pemanfaatan media sosial untuk mempromosikan potensi wisata Banda Aceh.

“Dinas Pariwisata harus aktif membuat konten menarik, baik video maupun foto, yang bisa menarik perhatian wisatawan luar. Ini era digital, jangan sampai kita tertinggal,” tutupnya.

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Kejari Banda Aceh Musnahkan Barang Bukti 61 Perkara, Termasuk Alat Kontrasepsi

28 April 2026 - 11:06 WIB

Pertamina Operasikan Kilang Maksimal 1,1 Juta Barel Jelang Lebaran

17 Maret 2026 - 11:24 WIB

‎Jelang Ramadhan, Sekda Aceh Koordinasi Percepatan Pembangunan Huntara

7 Februari 2026 - 05:14 WIB

Akses ke Wilayah Tengah Sudah Bisa Dilalui Melalui Jalur Babahrot ABDYA

2 Desember 2025 - 16:45 WIB

Kementerian Keuangan Tetapkan Nilai Kurs untuk Pelunasan Pajak dan Bea Masuk

19 November 2025 - 09:06 WIB

Trending di Uncategorized