Menu

Mode Gelap
Pascasarjana UIN Ar-Raniry Yudisium 152 Alumni Baru DPR Soroti 10 Ribu Desa Belum Terlayani Internet, Minta Pemerataan 3T Dipercepat Komisi VII Dorong Petani dan Industri Terhubung Langsung ke Pasar Jean Mangabeira Siap Bawa Dewa United Amankan Tiga Poin dari PSS Lini Pertahanan Jadi Sorotan PSS Jelang Hadapi Dewa United Dewa United Bidik Tiga Poin, Osmar Loss Waspadai PSS Sleman

Politik

DPRA Desak Pemerintah Aceh Percepat Pemulihan Pascabencana

badge-check


					Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dari Fraksi Partai Demokrat, H. Tantawi, S.IP., M.AP. Perbesar

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dari Fraksi Partai Demokrat, H. Tantawi, S.IP., M.AP.

BANDA ACEH— Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dari Fraksi Partai Demokrat, H. Tantawi, S.IP., M.AP., mendesak Pemerintah Aceh untuk memprioritaskan penanganan pascabencana serta menjamin keselamatan masyarakat di wilayah terdampak.

Desakan tersebut disampaikan dalam rapat paripurna DPRA bersama Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem).

Tantawi menyoroti kondisi masyarakat yang hingga kini masih berjuang untuk bangkit setelah bencana yang melanda sejumlah daerah di Aceh sekitar enam bulan lalu. Ia menilai, penanganan pada sektor pertanian dan infrastruktur belum berjalan optimal dan masih membutuhkan perhatian serius dari pemerintah.

Menurutnya, banyak lahan pertanian warga mengalami kerusakan berat namun belum tertangani secara maksimal, padahal sektor tersebut merupakan sumber utama penghidupan masyarakat.

Ia mendorong Pemerintah Aceh segera mengambil langkah konkret dengan menyurati Kementerian Pertanian guna mempercepat rehabilitasi lahan terdampak.

“Pemulihan sektor pertanian sangat penting agar masyarakat bisa kembali bangkit secara ekonomi sekaligus menjaga ketahanan pangan daerah,” ujar Tantawi.

Selain sektor pertanian, ia juga menyoroti kondisi sosial ekonomi masyarakat yang dinilai belum sepenuhnya terakomodasi dalam kebijakan bantuan sosial.

Tantawi mengungkapkan, banyak warga yang sebelumnya tergolong mampu kini jatuh miskin akibat kehilangan mata pencaharian setelah bencana banjir melanda sejumlah wilayah.

Ia meminta Pemerintah Aceh untuk berkoordinasi dengan Kementerian Sosial guna mengevaluasi data penerima bantuan sosial, khususnya terkait data desil, agar lebih sesuai dengan kondisi riil di lapangan.

Menurutnya, pembenahan data sangat penting agar masyarakat terdampak tetap mendapatkan akses terhadap berbagai program bantuan seperti bantuan UMKM, beasiswa pendidikan, hingga Program Indonesia Pintar (KIP).

“Bantuan harus tepat sasaran dan berpihak pada masyarakat yang benar-benar terdampak,” tegasnya.

Di sisi lain, Tantawi juga menyoroti persoalan infrastruktur yang dinilai membahayakan keselamatan warga, yakni jembatan rangka baja yang putus di kawasan Krueng Mane–Sawang tembus Bireuen.

Akibatnya, masyarakat dan pelajar terpaksa menggunakan rakit untuk menyeberangi sungai. Bahkan, saat debit air meningkat, jembatan darurat kerap hanyut sehingga anak-anak harus berenang untuk pergi ke sekolah.

Ia meminta Pemerintah Aceh segera memprioritaskan pembangunan kembali jembatan tersebut pada tahun ini sebagai bagian dari upaya penanganan pascabencana.

“Jangan sampai ada korban jiwa akibat lambannya penanganan infrastruktur yang sangat dibutuhkan masyarakat,” pungkasnya. []

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Komisi VIII Dorong Penguatan Layanan Haji di Daerah

18 September 2026 - 13:32 WIB

DPRK Terima Raqan Perubahan APBK Banda Aceh 2026, Belanja Naik 19,67 Persen

14 September 2026 - 22:31 WIB

Tgk Muharuddin Raih SMSI Aceh Award 2026, Dinilai Responsif Perjuangkan Kepentingan Aceh

6 September 2026 - 21:23 WIB

Terima Kunjungan PLN, Ketua DPRK Banda Aceh Minta Antisipasi Krisis Listrik Saat Bencana

4 September 2026 - 23:25 WIB

Komisi III DPR Kawal UU Perampasan Aset agar Tak Jadi Alat Kekuasaan

31 Agustus 2026 - 14:02 WIB

Trending di Politik